
Gio Dewanata, teman kecil Alfares, keduanya sudah akrab dari kecil dikarenakan hubungan kedua orang tua mereka, bahkan bisa dibilang Alfares menganggap Gio sudah seperti saudara sendiri.
Keduanya tumbuh bersama, mulai dari sekolah yang sama hingga tempat tinggal yang sama, namun sekitar empat tahun yang lalu Gio mendadak tidak ada kabar.
Entah apa alasannya, Alfares pernah bertanya pada Ayahnya Gio, namun sang Ayah mengatakan Gio sedang ada urusan penting, entah apa itu.
Alfares selalu menghubungi sahabatnya itu, namun Gio tidak pernah mengangkat, bahkan kedua orang tua Gio pun pindah dari kompleks.
Dan sejak saat itu, Alfares hilang kontak pada sahabatnya itu, terakhir Alfares bertemu dengan Gio, pada saat di sebuah diskotik, namun itu pun hanya sekilas, saat Alfares sedang lewat.
Dan tanpa di sadari entah suatu kebetulan, keduanya kembali bertemu, perhatian Gio teralihkan pada Alia, yang sedang berdiri di samping Alfares, Gio nampak menatap Alia dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Woy!!, Ngelamun aja" Alfares mengagetkan Gio
"Eh!, Sorry, oh iya dia siapa ya?, Pacar kamu?" Tanya Gio
"Eh iya sampai lupa. Kenalkan Alia Istri aku"
Gio segera berjabat dengan Alia
"Gio Dewanata"
"Alia Anastasya" balas Alia
Gio nampak menatap kearah Alia, Yang hal itu membuat Alia segera menarik tangannya dan menatap Gio dengan ekspresi tidak suka.
"Istri kamu cantik" Ucap Gio
"Iya dong, kamu gimana sekarang?"
"Aghh... Gitu-gitu aja sih, oh iya aku ada urusan,"
"Cepat amat, nanti kalau ada waktu kita ngobrol"
"Siap, nanti kalau ada waktu aku mampir ketempat kamu" Gio segera berjalan pergi sambil tersenyum kearah Alia.
__ADS_1
"Teman kamu aneh!" Celetuk Alia
"Kenapa emang?"
"Gak ada, cuma aku gak suka aja"
"Tapi dia baik kok, emang orangnya gitu aja"
"Terserah aku lapar," Alia berjalan pergi
Setelah percakapan tadi, keduanya berhenti di sebuah tempat makan, dikarenakan Alia yang katanya sedang lapar, Alia nampak terkejut saat melihat menu, bagaimana bisa harga makanan segitu mahalnya.
"Kita yakin mau makan disini?" Tanya Alia seakan tak percaya
"Iya jelas, kamu gak usah khawatir, lagian hal begini sudah wajar"
"Huh... Dasar orang kaya"
Beberapa menit setelah makan, keduanya kembali lanjut untuk pulang. Hari bahkan sudah sore dan hampir malam, Alia bahkan sampai tertidur karena lelah.
"Kalau lagi diam tidur gini cantik juga" Alfares menyetir sambil melirik Alia
Mobil melaju melewati hiruk-pikuk kota, malam yang berlapis dengan bintang di langit, memperjelas malam yang begitu cantik, bahkan lampu kota yang menerangi jalan nampak begitu indah.
Alfares kembali melambatkan mobilnya, Ia tak ingin Alia segera bangun, di tambah Alfares tidak ingin buru-buru sampai, karena dengan begini Alfares bisa memandang wajah Alia.
Bahkan Alfares mengusap rambutnya Alia, Alia masih terlelap, rasa lelah membuat Alia jadi tidak merasakan sentuhan yang dilakukan Alfares.
"Andai Bunda tau, kalau Alfares sekarang sudah menikah," Alfares kembali fokus dengan setirnya
Sambil sesekali terbesit ingatan bersama keluarga, jujur rasanya rindu itu menyakitkan, di tambah rindu akan seseorang yang sudah lama tidak bertemu.
"Gimana keadaan kalian sekarang, pasti sekarang sudah gede semua," sambil memandang lurus kearah Jalan
Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya keduanya sampai dirumah, Alfares membangunkan Alia dengan lembut.
__ADS_1
"Lia... Udah sampai.."
"Hmmmm..." Alia melirik sekitar
"bentar lagi... Masih ngantuk" Alia tetap melanjutkan tidurnya
"Iya tau... Masuk dulu, jangan di mobil"
"Gak mau, kamu masuk aja, aku tidur disini"
Dirasa Alia tidak akan bangun, Alfares segera membopong Alia dan membawanya menuju kamar, Alia nampak diam sambil melanjutkan tidurnya.
Anak tangga pun dinaiki, hingga akhirnya sampai di kamar, Alfares segera membaringkan Alia di atas kasur
"Hah... Bisa juga sikapnya kayak gini" Alfares merapikan badan Alia keatas kasur
"Alia..." Alfares menggoyangkan tubuh Alia
"Hmmm?"
"Ganti baju..."
"Hmmm..."
Melihat Alia yang hanya diam saja, hal itu membuat pikiran Alfares jadi kemana-mana, mengingat Alia yang nampaknya tak bergeming, bahkan saat di gendong tadi
"Aliaa.. aku cium ya"
Alia tidak menjawab, hal itu membuat Alfares justru kegirangan, dengan begini Alfares bisa melakukan apapun yang ia suka pada Alia.
Alfares perlahan mendekatkan bibirnya, namun tiba-tiba Alia berbicara yang mengejutkan Alfares.
"Macam-macam aku hajar loh" Masih menutup mata
Seketika Alfares menghentikan aksinya, bagaimana bisa seseorang yang tadinya acuh, sekarang malah tengah mengancam, padahal saat di gendong Alia hanya diam.
__ADS_1
"Aku bercanda kok,"
Sepertinya malam ini Alfares gagal lagi, mungkin lain kali akan ada kesempatan untuk Alfares, hal ini sudah menjadi konsekuensi Alfares, mengingat sifat Alia yang keras kepala.