Istri Jutek Tuan Muda

Istri Jutek Tuan Muda
Pecah


__ADS_3

Alia tidak mampu melawan, Alfares tengah mendominasi di atas tubuh Alia, bahkan saat ini Alfares sudah melepas bajunya dengan nafas ngos-ngosan.


"Tunggu!!!.. aku belum siap!!, Jangan macam-macam" Alia meronta


"Alia... Mau sampai kapan kamu begini!, Kamu tau aku sudah menahan ini semua selama ini"


"Kamu ngomong apaansih, dengar ya hubungan kita gak seserius ini kan, bukanya semua ini cuma bohongan"


"Kalau gitu aku akan bikin kebohongan ini jadi lebih serius"


Tangan Alfares nampak tengah berusaha membuka baju Alia, namun Alia terus melawan, tapi tetap saja tenaga seorang wanita tidaklah sebesar pria.


"Alfares berhenti, jangan lebih dari ini"


Baju Alia kini sudah terangkat, namun Alia berusaha menutupinya dengan kedua tangan, dan sesekali berusaha memukul-mukul Alfares.


Alfares tak mendengar dan terus berselancar di tubuh Alia, sementara tangan kanan Alia berusaha mengambil jam digital yang berada di atas meja.


"Aku serius berhenti atau kubikin berhenti paksa" Alia mengancam


"Memangnya kamu bisa ap-"


BUKK!!


Kepala Alfares di pukul menggunakan jam digital, satu pukulan itu sudah cukup membuat Alfares pingsan, dan langsung roboh di atas tubuh Alia.


Alia segera menggeser tubuh Alfares yang tengah berada di atas tubuh Alia, merasa lega, Alia segera merapikan bajunya yang hampir terekspos semua.


"Nih manusia kenapa sih, aneh banget?" Alia menatap Alfares


°°°°°°°°°°°°°°


Beberapa jam kemudian... Alfares nampak terbangun dari pingsannya, Alfares menggosok kepalanya yang terasa begitu sakit.


"Aghhh... Kepala aku sakit banget..."

__ADS_1


Alfares berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya, entah lah rasanya begitu sulit, semuanya begitu kabur.


Alfares bangun dari ranjang, berjalan menuju dapur, anak tangga pun dituruni, masih memegang kepalanya yang sakit Alfares berjalan.


Di dapur nampaknya ada Alia yang tengah sibuk dengan masakannya, bahkan Alia tidak sadar Alfares berada di belakangnya.


"Eh!!.. kamu ngagetin aja" Alia terkejut


"Kamu aja yang terlalu fokus, aduh..." Alfares memegang kepalanya


"Udah sadar!?" Alia menaruh kedua tangannya di pinggang


"Hah?.. sadar apa?"


"Kamu gak sadar sebelumnya habis ngelakuin apa?"


"Emangnya aku kenapa?, Lagian kenapa kepala aku sakit juga"


"Serius kamu gak sadar?" Alia semakin bingung


Dengan terpaksa Alia menjelaskan kepada Alfares, tentang apa yang terjadi sebelumnya, dan tentang Alfares yang berusaha mencoblos Alia secara paksa.


"Hah??, Itu beneran!?" Alfares seperti tidak percaya dengan cerita Alia


"Iya begitulah, kamu habis ngapain emang, pulang-pulang badan kamu panas, terus kelakuan kamu juga aneh, untuk cuma ku pukul pake jam"


"Aku gak tau, pas pulang tiba-tiba badan aku panas, terus rasanya kayak gelisah gitu"


Seketika Alfares teringat akan kopi yang ia minum sebelumnya, kopi yang diberikan sarah padanya, Alfares berpikir bahwa kopi tadi siang lah yang ia minum penyebab masalah ini.


"Kalau gak salah aku habis minum kopi yang dikasih Sarah, terus pas pulang jadi begini"


"Kopi?, Emang bisa bikin kayak gitu?"


"Aghh.. harusnya aku gak minum, lagian gimana bisa aku percaya sama Sarah"

__ADS_1


Alia hanya diam kebingungan, entahlah rasanya otak Alia tidak sampai memikirkan hal itu.


"Sarah siapa emang?"


"Anak teman Ayah, dari dulu dia sudah suka sama aku, tapi aku aja yang gak mau"


"Kenapa gak mau?, Apalagi sudah dari kecil"


"Jelas aku gak mau lah, kamu gak tau aja, dia itu sering main sama cowok sana-sini "


"Apa salahnya cuma main?, Aku aja sering tuh main sama anak-anak, main petak umpet-"


"Bukan begitu, sini aku bisikkan"


Alfares membisikkan sesuatu ke telinga Alia, nampaknya Alia mengerti dan ekspresi Alia jadi mendadak seperti orang jijik.


"Ihhh. Kok kelakuannya bejat, kayak kamu"


"Hah aku gak pernah, jangan samakan aku sama dia"


"Terus tadi siang apa, kamu hampir menodai aku"


"Kan sudah kubilang aku tadi atas pengaruh obat, dan lagi kalaupun terjadi gak masalah"


"Bodo amat, masalah buat aku"


"Tapi kita ini udah menikah loh, bahkan kita belum sama sekali malam pertama"


"Emangnya kamu pikir, pernikahan ini atas kemauan siapa?, Lagi pula jangan terlalu berlebihan berharap"


Alfares berjalan mendekati Alia, dan memeluk sambil menaruh tangannya di pinggang Alia


"Jangan peluk-peluk, lepasin!"


"Untuk sekarang kamu memang nolak, tapi nanti kamu sendiri yang akan nerima aku Alia"

__ADS_1


__ADS_2