Istri Kecil Sang Dudda

Istri Kecil Sang Dudda
Nyaman


__ADS_3

entah apa yang dirasakan oleh Sisil saat ini


dia merasakan jantung nya berdetak dengan cepat bila tersentuh tangan prasetya.


"ohh..ya tuhan...ada apa dengan jantung ku inii..??mengapa semakin berdetak dengan cepat saat om prasetya menyentuh tubuhku.."batin sisil


prasetya hanya menatap lekat wajah sisil.


sejak pertemuan pertama.


prasetya sangat suka melihat wajah sisil


terutama bibir nya yang sangat ranum itu.


entah ada apa dengan hati prasetya.


rasa nya dia sangat ingin meraup bibir mungil itu saat melihat sisil tersenyum


"Apakah aku sudah gila..??kenapa dipikiran ku saat ini selalu terbayang wajah gadis kecil ini.."batin prasetya


tidak lama kemudian pesta pun berakhir.


tanpa diduga Calista langsung melabrak Sisil


dan langsung menyiram wajah Sisil dengan air Jus yang digenggam nya sedari tadii.


"byuuuuurrrrrr……"


jus itu langsung Calista siram tepat diwajah sisil dan mengenakan gaun Sisil


Calista tersenyum senang melihat sisil basah kuyup


"hahahahaha rasakan itu... dasar bocah,,berani sekali kau berdansa dengan prasetya..!!rupanya kau tidak mendengarkan ancaman ku waktu itu.."ucap Calista


"KAUUUUUUUU……Apa mau muu"Tanya sisil geram


"Bukan kah aku sudah mengatakan nya padamu...kalau aku tidak akan membiarkanmu merebut prasetya dariku"


"Dengar nyonya...aku tidak pernah sekali pun merebut mantan suami mu..tetapi kamu sendiri yang menghianati dirinya…ancaman mu itu tidak berlaku untuk ku"ucap sisil lantang


"Berani juga nyali mu"ucap calista

__ADS_1


dari kejauhan seseorang berlarii membawa air satu emberr dannn


"byuuuuurrrrrr"


tepat mengenai seluruh tubuh Calista hingga basah kuyup.


ya tak bukan dan tak lain pelaku nya adalah Rara.


"Rasakan itu"ucap rara


"KAUUUU"bentak calista


"berani sekali kau berbuat onar dipesta ulang tahunku..terlebih lebih dengan sahabat ku"ucap rara


dan terjadilah perdebatan antara mereka bertiga


tak lama kemudian prasetya melihat keributan itu.


ia sungguh tidak menyangka bahwa ada calista dipesta keponakan nya


dan lebih mengejutkan lagi dia melihat sisil dan calista sudah basah.


"ada apa ini"tanya prasetya


"ccckkkk...acting mu sungguh luar biasa wanita ular..."kata rara


"jelas jelas kau yang memulai nya duluan,


kau sudah menyiram sahabat ku dengan minumanmu itu"sambung rara


prasetya sangat geram dan muak melihat wajah calista


akhirnya dia mengajak Sisil pulang dari pesta tersebut.


"Ayo kita pulang saja.."ajak prasetya


"mas tunggu.."teriak calista


prasetya tidak memperdulikan teriakan calista.


sehingga membuat calista..geram dan meninggalkan pesta tersebut

__ADS_1


karena tubuh nya sudah basah dia memutus kan untuk pulang


-----


"Rara..aku minta maaf sudah membuat keributan di hari spesial mu ini..aku pulang dulu ya."ucap sisil


"kamu tidak salah kok sil..dasar wanita ular itu saja merusak momen bahagia orang saja"kata rara keceplosan


"maksud kamu ??tanya sisil bingung


"hahahah tidak ada apa apa..!!


ya sudah pulang lah..om pasti sudah menunggu diluar..terima kasih sudah datang"


"hemm baiklah..aku pulang dulu"


didalam perjalanan pulang wajah sisil berubah murung


dan nampak jelas diujung mata nya sudah ada buliran air yang menetes.


sisil ngat perbuatan calista yang telah mempermalukan dia dihadapan teman teman nya


prasetya melihat sisil menangis semenjak masuk kedalam mobil


"Maaf kan aku sisil..jika aku telah melibatkan dirimu dalam permasalahan ini"ucap prasetya ada rasa tidak rela melihat sisil menangis seperti itu


sisil tidak menjawab dia hanya menangis disepanjang jalan


dan akhir nya dia tertidur.


tanpa sengaja kepala nya menyender di pundak prasetya.


"Nyaman,sangat nyaman"


yang dirasakan prasetya apalagi saat dia mencium aroma rambut Sisil yang begitu harum


dan itu sangat membuat dia nyaman


Bersambungg.


Like dan commenan ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2