
entah apa yang dirasakan oleh Sisil saat ini
dia merasakan jantung nya berdetak dengan cepat bila tersentuh tangan prasetya.
"ohh..ya tuhan...ada apa dengan jantung ku inii..??mengapa semakin berdetak dengan cepat saat om prasetya menyentuh tubuhku.."batin sisil
prasetya hanya menatap lekat wajah sisil.
sejak pertemuan pertama.
prasetya sangat suka melihat wajah sisil
terutama bibir nya yang sangat ranum itu.
entah ada apa dengan hati prasetya.
rasa nya dia sangat ingin meraup bibir mungil itu saat melihat sisil tersenyum
"Apakah aku sudah gila..??kenapa dipikiran ku saat ini selalu terbayang wajah gadis kecil ini.."batin prasetya
tidak lama kemudian pesta pun berakhir.
tanpa diduga Calista langsung melabrak Sisil
dan langsung menyiram wajah Sisil dengan air Jus yang digenggam nya sedari tadii.
"byuuuuurrrrrr……"
jus itu langsung Calista siram tepat diwajah sisil dan mengenakan gaun Sisil
Calista tersenyum senang melihat sisil basah kuyup
"hahahahaha rasakan itu... dasar bocah,,berani sekali kau berdansa dengan prasetya..!!rupanya kau tidak mendengarkan ancaman ku waktu itu.."ucap Calista
"KAUUUUUUUU……Apa mau muu"Tanya sisil geram
"Bukan kah aku sudah mengatakan nya padamu...kalau aku tidak akan membiarkanmu merebut prasetya dariku"
"Dengar nyonya...aku tidak pernah sekali pun merebut mantan suami mu..tetapi kamu sendiri yang menghianati dirinya…ancaman mu itu tidak berlaku untuk ku"ucap sisil lantang
"Berani juga nyali mu"ucap calista
__ADS_1
dari kejauhan seseorang berlarii membawa air satu emberr dannn
"byuuuuurrrrrr"
tepat mengenai seluruh tubuh Calista hingga basah kuyup.
ya tak bukan dan tak lain pelaku nya adalah Rara.
"Rasakan itu"ucap rara
"KAUUUU"bentak calista
"berani sekali kau berbuat onar dipesta ulang tahunku..terlebih lebih dengan sahabat ku"ucap rara
dan terjadilah perdebatan antara mereka bertiga
tak lama kemudian prasetya melihat keributan itu.
ia sungguh tidak menyangka bahwa ada calista dipesta keponakan nya
dan lebih mengejutkan lagi dia melihat sisil dan calista sudah basah.
"ada apa ini"tanya prasetya
"ccckkkk...acting mu sungguh luar biasa wanita ular..."kata rara
"jelas jelas kau yang memulai nya duluan,
kau sudah menyiram sahabat ku dengan minumanmu itu"sambung rara
prasetya sangat geram dan muak melihat wajah calista
akhirnya dia mengajak Sisil pulang dari pesta tersebut.
"Ayo kita pulang saja.."ajak prasetya
"mas tunggu.."teriak calista
prasetya tidak memperdulikan teriakan calista.
sehingga membuat calista..geram dan meninggalkan pesta tersebut
__ADS_1
karena tubuh nya sudah basah dia memutus kan untuk pulang
-----
"Rara..aku minta maaf sudah membuat keributan di hari spesial mu ini..aku pulang dulu ya."ucap sisil
"kamu tidak salah kok sil..dasar wanita ular itu saja merusak momen bahagia orang saja"kata rara keceplosan
"maksud kamu ??tanya sisil bingung
"hahahah tidak ada apa apa..!!
ya sudah pulang lah..om pasti sudah menunggu diluar..terima kasih sudah datang"
"hemm baiklah..aku pulang dulu"
didalam perjalanan pulang wajah sisil berubah murung
dan nampak jelas diujung mata nya sudah ada buliran air yang menetes.
sisil ngat perbuatan calista yang telah mempermalukan dia dihadapan teman teman nya
prasetya melihat sisil menangis semenjak masuk kedalam mobil
"Maaf kan aku sisil..jika aku telah melibatkan dirimu dalam permasalahan ini"ucap prasetya ada rasa tidak rela melihat sisil menangis seperti itu
sisil tidak menjawab dia hanya menangis disepanjang jalan
dan akhir nya dia tertidur.
tanpa sengaja kepala nya menyender di pundak prasetya.
"Nyaman,sangat nyaman"
yang dirasakan prasetya apalagi saat dia mencium aroma rambut Sisil yang begitu harum
dan itu sangat membuat dia nyaman
Bersambungg.
Like dan commenan ya
__ADS_1
terimakasih