
saat melihat sisil melamun dipinggir kolam,rara langsung penasaran apa yang sedang sisil lamunkan sedari tadi.
"Sedang apa"tanya rara saat ingin duduk disebelah sisil
"hhmm..tidak ada"ucap sisil sambil tersenyum
"mulutmu bisa membohongiku,tetapi tidak dengan matamu"ucap rara memandang mata sisil
"Aku hanya Bingung"
"Bingung kenapa sil"tanya rara
"eem'Begini,,ini pertama kali nya ku alami.Apakah ketika kita sedang bersama seorang pria jantung kita merasa berdetak cepat apalagi saat dia menyentuh kita.Apakah itu yang dinamakan jatuh cinta
mata rara menyipit mendengar cerita sisil,yang dilihat hanya diam dan menunggu jawaban atas pertanyaan nya
"Apakah kau sedang merasakan debaran dihatimu saat menyebut namanya"tanya rara
sisil hanya mengangguk
"apakah kau akan merasakan tubuh mu berdesir saat disentuh oleh nya"tanya nya lagi
sisil hanya mengangguk mendengar pertayaan rara.
"Kau suka saat disentuh oleh nya"
lagi-lagi sisil mengangguk..
"Berarti saat ini kau sedang dalam mode J.A.T.U.H C.I.N.TA"ucap rara
"Sungguh,Apakah seperti itu rasanya"tanya sisil penasaran
"yaa..seperti itu lah orang yang sedang jatuh cinta"jawab rara
sisil tersenyum atas jawaban rara,berarti selama ini yang dia rasakan saat berdua dengan prasetya itu adalah perasaan nya yang sedang JATUH CINTA.
dengan rasa penasaran rara langsung menanyakannya terang-terangan dan mempunyai insting bahwa sahabat nya ini sedang jatuh cinta pada om nya
"Apakah kau sering bersentuhan dengan Om setya"tanya rara
masih dalam lamunan nya sisil tidak sadar bahwa dia mengangguk kan kepala nya
__ADS_1
"apa kau jatuh cinta pada om setya"
lagi-lagi sisil mengangguk kan kepala nya
rara tersenyum melihat reaksi sisil,berarti dia tidak sia-sia memasukan sisil kedalam rumah om nya,.
"Akhirnya Misi ku berhasil"batin rara kegirangan,ingin sekali dia rasanya berguling-guling kesana kemari atas keberhasilan nya ini
"Wwwahhhhhhhh,,akhir nya aku akan mendapatkan Tanteee baru"ucap rara mengagetkan sisil
"HAAHHHH..."sisil melongok mendengar teriakan rara
mendengar teriakan rara prasetya yang sedang duduk diatas ranjang nya kaget saat ia barusan banghn dari tidurnya,dengan cepat dia menuruni anak tangga dan mencari tau dimana asal teriakan itu.Akhirnya dia menemukan rara dan sisil dipinggir kolam renang,saat ingin mendekati mereka.tanpa sengaja prasetya mendengar percakapan mereka,dan penasaran akhirnya prasetya menguping apa yang diucap kan rara
"Kau benar-benar jatuh cinta pada om setya"tanya rara
"Kau benar rara,aku sedang merasakan jatuh cinta saat ini dan aku telah jatuh hati pada om mu"ucap sisil malu-malu
prasetya yang mendengar pengakuan sisil,senang bukan kepalang.karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan
"Apakah Om ku juga mencintaimu"tanya rara penasaran.
Sisil hanya mengangguk dan tersenyum
"Dia ingin Menikahi ku"ucap sisil
"Haaaaaahh.."rara terpelongok mendengar jawaban pertanyaan nya
"Kau serius"ucap nya percaya
sisil mengangguk..
"Dan besok dia akan melamarku dan menemui Paman ku"ucap sisil menatap rara
rara masih melongok tak percaya
"Heeii..kau kenapa diam seperti itu"tanya sisil mengguncang bahu rara
"ternyata..ternyata"ucap rara tidak menyudahi kata-katanya
"ternyata apa"sisil kebingungan melihat rara
__ADS_1
"Ternyata..Akkkuuuuu berhasillllll hahahahahhaah"teriak rara kegirangan
"Apa maksud mu seperti itu"
"Aku sengaja menjodohkan mu pada om ku,karena aku yakin om ku akan tertarik pada mu"ucap rara
sisil melongok tak percaya akan ide sahabat nya yang selama ini tidak dia ketahuii
Akhirnya prasetya keluar dari persembunyiannya dan pura-pura tidak mendengar percakapan mereka.
Rara melihat om nya mendekat saat itu juga rara mulai menggoda nya.
"Om apakah kau tau apa yang barusan sisil katakan,dia juga mencintaimu"goda rara
prasetya hanya memandang wajah sisil yang sudah merah saat mendengar rara mengatakan curhatan nya pada prasetya
"Om dia sangat jatuh cinta padamu kau lihat saja wajah nya memerah bak udang rebus"rara juga menggoda sisil
"Kau harus berterima kasih pada ku om,karena telah menjodohkan mu dengan sahabat ku ini"rara memainkan alis nya naik turun
prasetya hanya tersenyum mendengar ucapan rara
"dan kau tidak akan bermain solo lagi hihihi"bisik rara ditelinga prasetya
seketika prasetya membulatkan matanya,mendengar perkataan keponakan nya barusan dan langsung melototi nya
"hahahahhaha sudah lah om,aku barusan melihat buktinya didalam kamarmu,sebegitu menggoda nya sahabatku ini sampai-sampai kau melakukan nya sendiri"goda rara terang-terangan
sisil tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.
sebelum Om nya Marah dia terlebih dahulu menggunakan jurus nya
"KABUUUUURRRRRRRR....sebelum Sang dudda marahhhh"ucap rara sambil berlari dan tertawa
sisil dan prasetya hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat kelakuan rara.
Bersambung...
like,Commen dan vote nya kakak
__ADS_1
terima kasihh...