Istri Kecil Sang Dudda

Istri Kecil Sang Dudda
Kesepakatan


__ADS_3

setelah kepergian calista akhirnya prasetya membuyarkan lamunan Sisil


"Apakah kamu tidak takut dg nya...?"tanya prasetya


"ahh om mengagetkan saja"


"maafkan aku telah melibatkan mu dalam perihal ini"ucap prasetya


"tidak masalah om,,apakah om sangat tidak menyukai nya..??"tanya sisil


prasetya hanya diam.


"maafkan saya om sudah lancang bertanya..kalau begitu aku permisi dulu ke kamar.."


"Tunggu dulu sisil"prasetya menggenggam tangan sisil


"iya om ada apa……??"


"aku ingin meminta bantuan mu..!!"


"bantuan…bantuan apa om"jwab sisil bingung


"aku ingin kamu membantuku supaya calista tidak lagi mengganggu kehidupanku.."


"bantuan seperti apa yg om inginkan"tanya sisil


"bisa kah kamu pura2 menjadi calon istriku..??"


"apakah itu bisa membantu mu om"tanya sisil


"ya itu lah jln satu2 nya agar calista tidak lagi mengejarku..apakah kamu bersedia"tanya prasetya


"hhm baiklah aku akan membantumu om jika itu bisa membuatmu merasa tertolong dari mantan istrimu"jawab sisil


"apakah kau setuju dengan permintaanku ini…emm maksud ku apa kamu tidak terbebankan"tanya prasetya ragu


"Om sudah menerima ku bekerja dirumah om..jadi tidak salah nya jika aku membantu om"jawab sisil


"baiklah terima kasih"ucap prasetya


sisil hanya membalas nya dengan senyuman..


senyuman itu lagi2 membuat prasetya ingin menyentuh nya.


ada rasa aneh didalam hati nya baru beberapa hari sisil didalam rumah nya.


entah mengapa prasetya merasa bahagia dan selalu ingin melihat senyuman itu


sadar akan lamunan nya akhir nya prasetya langsung berangkat kekantornya


dia baru ingat hari ini ada pertemuan terhadap klien nya dari jerman

__ADS_1


setelah kepergian prasetya.


lagi2 sisil baru menyadari apa yg barusan ia ucapkan.


dia menyetujui permintaan prasetya seolah2 itu terucap dengan sendirinya untuk membantu DUDDA tersebut


"apa aku sudah gila..??


belum pernah aku menyetujui hal aneh seperti ini..calon istri pura2..!!!"gumam sisil


mengingat ucapan prasetya yg menyebut diri nya calon istri prasetya


ada yg aneh didalam hati nya ada rasa desiran yg hebat dan jantung nya berdetak dg cepatnya


"oohhh tuhan…apakah aku sudah terkena serangan jantung..??"sambil memegang dadanya


----


dilain tempat Rara sudah berapa kali menelpon sisil


cuma tak pernah diangkat oleh sahabat nya itu.


sungguh membuat rara merasakan terabaikan.


ia terus mengulangii sambungan tersebut dan akhirnyaaa


TERSAMBUNG.


"SISILLLLLLLLLLLLLLL....!!"pekik rara disebrang sana


tentu saja yg menjawab telp langsung menjauhii telp nya terlebih dahuluu


sebelum telinga nya merasakan sakit saat mendengar teriakan sahabat nya ituu.


"hahahahhaha…ada apa ra..??"


"kenapa kamuu harus berteriakk keras sekalii"tanya sisil


"(kamu itu dari mana saja..aku sudah berapa kali nelp kamuu tapii tidak diangkat2)"jawab rara kesal


"iya..iya maaf"


"tadi itu ada drama pagi sedikit dirumah om mu ini"sambung sisil


"drama pagi..??drama apaan sihh..bilang saja kamu tidak ingin aku mengganggu mu karena sudah nyaman disana..!!apalagi ada DUDDA tampan iyya kan..??"


"hahahahaha..."sisil tertawa mendengar


ocehan sahabat nya ini


"aku ini serius ra...tadi mantan istri om mu itu datang kemari..teriak2 didepan rumah"sambung sisil

__ADS_1


"beneran kamu sil"tanya rara


"beneran lah ra…!!!kapan aku pernah bohong sama kamu"


"iyya juga ya..kamu kan orang nya tidak pernah bohong..."timpal rara


"terus gimana reaksi om waktu melihat CALISTA"sambung rara


"ya om kamu marah saat mantan istrinya itu ingin meminta rujuk"jelas sisil


"Gila..benar2 sudah hilang akal sehat nya itu perempuan"ucap rara


"yg lebih gila lagi om kamu bilang aku ini calon istri nya..!!!timpal sisil


"hahahahahah"rara tertawa mendengar ucapan sisil


"apanya yg lucuu"tanya sisil


"lucu saja..kok tiba2 om aku bilang seperti itu sama kamuu"jawab rara


"trus2 apa reaksi CALISTA"sambung rara


"dia sangat marah..dan langsung mengancamku kalau dia tidak akan pernah melepaskan om kamu untuk ku hahahaha"sisil tertawa saat ingat adegan pagi tadii


"bwahahahaha dia pasti mengira kalau kamuu memang calon istri om setya..tapii tunggu duluu kok kamu setuju2 saja dengan perkataan om setya..atau jangan2 kamu suka ya sama om akuu..???"tanya rara


"aisshhh mana ada sepertii itu..!!"wajah sisil merah bak udang rebus saat digoda rara


"haahh sudah kalaupun itu terjadi nanti aku sangat setuju jikalau kamu jadi istri nya om setya..."seru rara


"ohh iyyaa aku cuma mau kasih tau sama kamuu besok aku mau buat pesta ulang tahunn aku yg ke delapan belas"sambung rara


plaaakkk sisil menepak jidat nya


karena lupa kalau besok adalah tgl lahir rara


"kamu tidak lupakan kalau besok tanggal lahirku"tanya rara


"yaa...mana bisa aku lupa hari lahir sahabatku sendiri"padahal dalam hati sisil dia sangat lupa soal itu karena dia sibuk bekerja


"okee aku tunggu besok malam kedatangan mu my friend dahhh...."


sambungan telpon pun terputusss.


dasar selalu saja memutuskan sambungan telpon sesuka hatinya"ucap sisil kesal


bersambung.


like dan commen nya ya guys


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2