
dipagi hari seperti biasa sisil telah menyajikan masakan nya diatas meja dan secangkir teh hijau.
tak lama kemudian sang tuan rumah turun untuk sarapan sebelum berangkat kekantor
prasetya langsung memakan makanan nya
tak lupa sebelum berangkat dia akan meminum teh yg tlah dibuatkan oleh sisil.
prasetya memang menyukai teh hijau dibandingkan meminum kopi.
-----
disaat prasetya sedang menikmati teh hijau
ada suara ketukan pintuu yang sangat mengganggu telinga
toookk...tookkkk...tokkk
"prasetya...prasetya....!!"
sisil merasa tercengang mendengar ketukan pintu yg begitu kerasss.
sisil langsung membuka pintu karena ketukan itu sangat memekakan telinga nya.
"ya anda siapa…??"tanya sisil
calista hanya menatap sisil dari ujung rambut sampai keujung kaki.
dan langsung mendorong sisil kebelakang.
untung saat itu prasetya dg sigap menangkap tubuh sisil.
dan terjadi lah pandangan antara mereka berdua.
ada rasa canggung diantara mereka dengan rasa canggung sisil langsung berdiri.
__ADS_1
"jaga kelakuan mu CALISTAA..!!"ucap prasetya
"prasetya...kenapa kamu tidak menjawab telpn ku..??"tanya calista
"itu tidak penting bagiku..!!"
"aku ingin rujuk dg mu prasetya..aku masih mencintai mu...!!!"
"Cinta..??cinta macam apa yg kau maksud.".teriak prasetya
"prasetya aku hanya mencintaimu"bujuk calista
"aku sudah muak dengan ucapan mu itu dan aku tidak berniat untuk kembali denganmu…"jawab prasetya
sisil hanya melongo memdengar perkelahaian mereka.
mengapa mereka berdebat didepan mata nya..,,,???
tapi ada rasa cemburu dihati nya melihat calista menggenggam tangan om sahabat nya ini
-----
"dasar tidak tau malu..menyatakan cinta dengan orang yg jelas2 tidak menginginkan nya lagi"Batin sisil
dan akhirnya calista menanyakan identitas sisil
karena sedari tadi sisil mendengar dan melihat pertengkaran nya dengan Sang mantan suami
"Siapa kamu..??"tanya calista sambil menatap sisil
belum sempat sisil menjawab pertanyaan Calista langsung disambung oleh prasetya dengan lantang
"Dia Calon Istri ku"
Sisil tercengang akan pengakuan prasetya
__ADS_1
begitu pun juga dengan Calista dia merasa tak percaya apa yg barusan diucapkan oleh Mantan suaminya itu
Tidak mungkin Mas..kamu itu sangat "mencintaiku..mana bisa semudah itu kamu melupakan aku"jawab calista dengan meremehkan prasetya
"Bagiku melupakan mu itu hal yg mudah..setelah penghianatanmu padaku ******"dengan nada kesal prasetya melemparkan perkataan nya terhadap calista
spontan perkataan ****** it membuat CALISTA marah.
"Tunggu saja mas..kamu akan menyesal telah menolak ku kembali"ancam calista
"Terserah kamu mau bilang apa..yg pasti aku sudah MUAK melihat wajahmu"
Calista hendak keluar dari rumah prasetya dan menoleh menghadap Sisil.
"Kau...Tunggu saja..aku tidak akan membiarkanmu mengambil prasetya dariiku..aku akan membuat perhitungan denganmu"ancam calista kepada Sisil
sisil hanya tersenyum mengejek.
"ya..ya..ya terserah kau saja Nonya aku tidak perduli apa katamu"sisil menjawab dengan santai
prasetya terkejut melihat sisil menjawab ancaman calista dengan santai tanpa rasa takut.
dia tidak menyangka bahwa sisil akan menjawab ancaman mantan istrinya semudah itu dan itu membuat prasetya tersenyum
"MENARIK"batin prasetya
belum pernah ada orang yang berani dan tidak takut dengan ancaman CALISTA.
karena CALISTA akan melakukan ancaman nya terhadap orang yang mengusik nya
bersambungg.
like dan commenan nya guysss.
author masih belajar berkarya dan masih butuh dukungan kalian semua.
__ADS_1
terima kasih…