
##sudah beberapa bulan Sisil berkerja dirumah prasetya,gaji yang diberikan prasetya selama ini ia tabung dan sebagian ia kirim untuk paman dan adik-adik sepupunya.
meskipun tidak tinggal bersama paman dan bibi nya,sisil tetap berkomunikasi dengan baik kepada mereka.
Paman sisil selalu menelpon sisil agar sisil tinggal bersama nya namun sisil tidak ingin menambah beban paman nya.
sisil enggan menyusahkan paman nya,dengan menampungnya didalam rumah mereka,Sisil takut paman nya akan menambah pengeluaran biaya saja.
Sisil tau betul keadaan perekonomian paman nya,sewaktu ayah dan ibu nya masih hidup dulu.Paman nya sering datang ke rumah nya untuk meminjam uang kepada ayah nya Karena untuk membeli kebutuhan Pokok.
Maka dari itu sisil enggan menyusahkan paman nya,dia lebih memilih berkerja ketimbang menyusahkan orang lain.
Mengingat Hal itu,Sisil selalu mengirim uang untuk paman nya walaupun tidak banyak setidak nya ia dapat membantu perekonomian paman nya,karena paman nya lah keluarga satu-satu nya yang ia miliki saat ini.
**
"Hallo paman"sapa sisil melalui telpon
"(Hallo nak)"ucap paman nya ramah
"Paman,apa kabar"
"(Paman baik-baik saja sisil,bagaimana keadaanmu disana)"tanya paman sisil
"Aku baik-baik saja paman,bagaimana dengan bibik dan sepupuku itu.Apa mereka sehat"
"(Ya nak mereka sehat,Kapan kau akan menjenguk paman mu ini)"tanya paman nya yang sangat rindu pada keponakan satu-satunya
"Apa paman merindukanku"
"(tentu paman sangat merindukan keponakan paman yang cantik ini,karena kau adalah keponakan paman satu-satunya peninggalan ayahmu)"ucap paman nya senduh
__ADS_1
"Cckk,Pasti saat ini paman sedang sedih.aku tau paman pasti mengingat ayah ku bukan"
"(hahaha..kau sangat tau jikalau paman mu ini sangat sayang pada ayahmu,setiap mengingat ketiadaan nya paman pasti akan rindu kepada nya,Ah sudah lah paman jadi ingin menangis)"ucap paman nya yang sedang mengingat momen bersama ayah sisil
"Paman,,aku sudah mengirim kan separuh gajiku pada mu"
"(Kau selalu saja mengirimkan uang pada paman,paman tidak ingin kau repot-repot mengirimi paman terus-terusan.Paman ingin kau menjenguk paman)"ucap paman nya yang sudah lama tidak melihat keponakan nya
"Nanti sisil akan menjenguk paman,Setelah sisil ada waktu libur berkerja,Paman harus menjaga kesehatan jangan terlalu capek berkerja,kalau paman sakit bagaimana.Sisil Masih membutuh kan paman,kalau Sisil mau menikah siapa yang akan menjadi wali Sisil nantinya hahahahahah"ucap sisil sambil menggoda paman nya
"(hahaha,Baiklah.Paman akan menjaga kesehatan paman dan akan melihat pernikahan mu nanti nya.Demi keponakan paman tersayang ini)"sambung paman nya mendengar kekonyolan sisil
"baiklah paman,Sisil sudahi dulu telpon nya.Nanti sisil akan mengabari paman lagi.Daah paman"
tuutt...tutt..tutt
Sisil memang dekat dengan paman nya,
tak terasa Sisil sudah lama tidak mengunjungi nya selama ia berkerja dirumah prasetya.
"Aku Rindu suasana saat berkumpul dengan keluarga ku"tak terasa bulir airmatanya menetes mengenang masa lalu nya saat bersama keluarga nya
"Ayah,Ibu.Aku rindu kalian"
akhirnya sisil menangis mengingat momen bersama ayah ibu nya serta paman yang sering mengunjungi nya.
***
seketika ada sosok tangan kekar yang melingkari perut nya.Sisil kaget merasakan pelukan itu dan ia menoleh,ternyata prasetya yang sedang memelik nya dari belakang.
"Om,."ucap sisil kaget
__ADS_1
"Apa kau sedang menangis"tanya prasetya yang sedang mengeratkan pelukan nya,sesekali mencium aroma rambut sisil yang sangat menenangkan.
Sisil tak menjawab pertanyaan prasetya,karena saat ini matanya terpejam menikmati pelukan prasetya yang begitu membuat nya nyaman.
"Apakah kau Merindukan keluargamu"tanya nya lagi yang saat ini sedang mencium pundak sisil
sisil merinding merasakan ciuman prasetya diatas pundak nya.
"Aku hanya merindukan paman"ucapnya
"Apa kau ingin mengunjungi nya"sesekali prasetya mencium leher sisil yang sedikit terbuka oleh rambutnya
"Eeekkhhh"
sisil melenguh atas perlakuan prasetya,dia ingin menolak perbuatan prasetya tetapi tubuh nya merespon untuk menerima
"Siiiaaall"batin prasetya saat mendengar lenguhan sisil,Membuat hasrat nya bergelora,tapi ia tahan.
"besok kita akan mengunjunginya"ucap prasetya.
sisil hanya mengangguk
Akhirnya prasetya pergi meninggalkan sisil,karena tidak tahan mendengar ******* yang dikeluarkan dari mulut sisil.
Bagaimanapun juga dia pria normal dan pria dewasa,terlebih-lebih dia sudah dua tahun lamanya berpuasa.
BERSAMBUNG..
jangan lupa like dan Vote nya kakak
terima kasihh..
__ADS_1