Istri Kecil Sang Dudda

Istri Kecil Sang Dudda
tersanjung


__ADS_3

hari mulai sore.


setelah selesai membuat kue Sisil langsung membereskan rumah kembalii sekaligus membuat makanan malam untuk sang tuan rumah


tak banyak yg dia buat


tapi cukup menguras tenaga


hingga ia kelelahan dan tak sengaja tertidur di atas sofa didepan TV.


selang berapa jam prasetya pulang dari kantor.


dan langsung masuk kedalam rumah


dan mencium ada aroma yg begitu lezat didalam rumah nya.


seperti yg dia tebak pasti Sisil baru saja selesai memasak untuk nya


akhirnya prasetya memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum makan malam


----


selesai mandi prasetya langsung turun kebawah


karena mengingat makan malam yg sudah tercium aroma nya sewaktu dia pulang


(tetapi dia merasa aneh..!!!)


"dimana sisil..???"batin nya


karena semenjak dia pulang tidak melihat keberadaan sisil


akhirnya prasetya tak sengaja melihat kaki seseorang menjulur sedikit di atas sofa.


ya benar tebakan prasetya itu adalah sisil


ia langsung mendekati sisil.


"apakah dia kelelahan karena membuat makanan tadi.??"Gumam prasetya


"dia sangat manis saat tertidur seperti itu"batin prasetya


"Eeehhhmmmm..."prasetya berdehem


"aakhhhhhhhhh...siapa ituuuu...???"teriak sisil kaget dan terjatuh dari atas sofa


prasetya hanya tersenyum melihat nya


"aaahh Oom sudah pulang..eehm maaf aku ketiduran di atas sofa..makanan nya sudah saya siap kan diatas meja om"ucap sisil sambil menundukan kepala


"ya baiklah..apakah kamu sudah makan..??"tanya prasetya


Sisil hanya menggelengkan kepala nya

__ADS_1


"kalau begitu ayo makan bersama..!!!"ajak prasetya


"hahh…"Sisil melongok tak percaya


"kenapa..??"tanya prasetya kembali


sisil hanya menggeleng


"(ada rasa canggung didalam hati sisil baru kali inii dia akan makan bersama seorang lelaki)"


---


sesampai di meja makan semua nya sudah ditata rapi oleh sisil.


makan malam pun di mulai.


dengan ragu2 sisil pun memasukan sendokan pertama kemulut nya sambil memegang tengkuk leher nya.


karena dia saat ini merasa malu.


baru pertama kalii ini dia berhadapan dengan seorang pria terutama pria dewasa


tak disadari oleh sisil prasetya sedari tadi tak lepas dari pandangan nya


Baru kalii ini prasetya merasakan ada rasa tersanjung atas didalam hati nya


karena ada seorang wanita yg memasak masak kan seenak ini.


yg sekian lama ia tidak merasakan masakan rumah.


tetapi ibu nya kini tlah tiada


itulah mengapa prasetya ingin sekali CALISTA belajar memasak untuk nya.


tetapi calista tidak ingin karena dia enggan merusak kuku2 cantik nya.


keseharian calista hanya menghambur2kan uang saja


"eehhmmm Om ada apa..???"tak sengaja sisil melihat prasetya menatap nya


"tidak ada apa2 makanlah..!!!"


"omm..su…su…ka brownis...??"tanya sisil gúgup


prasetya menatap lekat wajah sisil


"eeemmm ii…itu aku tau da…dari rara..!"jawab sisil tambah gugup


"ya aku suka kue brownis..!!"timpal prasetya


"a.aku..uu tadi membuat nya..apakah om mau mencicipi nya…??"tanya sisil ragu


"Dimana..??"

__ADS_1


sisil tersenyum mendengar pertanyaan prasetya


dia langsung mengambil brownis buatan nya dan menyuguhkan nya



"silahkan dimkan om..!!"


prasetya langsung memotong nya dan mencicipi nya..


dan itu membuat prasetya kagum dengan perlakuan sisil


dia memang pandai memasak tak hanya 1 potong yg masuk kemulut prasetya


tetapi sudah beberapa potong yg telah ia habiskan.


sisil hanya tersenyum melihat prasetya melahap kue buatan nya.


"eehhmm...inii sangat enak..!!!"


"terima kasih om...!!"jawab sisil tulus


selesai makan malam mereka langsung kembali kekamar masing2 untuk beristirahat.


didalam kamar sisil merasa tersanjung atas perlakuan prasetya


karena baru kalii ini seorang pria memakan masakan buatan nya.


entah apa yg ada dipikiran sisil ia merasakan melayani seorang suami saja


dia tersenyum karena membayangkan makan malam tadi


------


di atas balkon prasetya duduk sambil menghisap rokok nya.


dia mengingat makan malam buatan sisil ada rasa aneh ditubuh nya saat melihat sisil


padahal setelah ia bercerai dengan calista


tak pernah dia merasakan getaran aneh kepada setiap wanita yg sering mengganggu nya.


banyak yg mengejar2 nya selama ini setelah berpisah dg calista


tetapi tidak satupun yg dapat mencuri hati nya.


tetapi berbeda dg sisil.


saat dia melihat senyum nya pertama kali saat itu prasetya merasa damai dan sejuk dihati nya saat melihat senyumannya


apakah prasetya mulai membuka hati nya kembali...???


bersambung.

__ADS_1


like dan commenan nya ya


__ADS_2