Istri Kecil Sang Dudda

Istri Kecil Sang Dudda
Ngebet Nikah


__ADS_3

setelah menggoda Sisil.Akhirnya prasetya pergi kekantornya karena ada barang yang harus ia ambil.Sedangkan Sisil masih sibuk membereskan rumah supaya ketika mereka pulang dari rumah paman nya,dia tidak repot-repot lagi untuk membereskan rumah.


"Ahhh..akhirnya selesai juga"pekik nya


"Aku harus membeli Oleh-oleh untuk Paman"ucap sisil sambil menuju keluar rumah


 


didalam supermarket sisil sibuk memilih Snack dan makanan yang lain nya,ketika dia sesang memilih sisil tak sengaja menabrak seseorang


"Duugghh"


dengan sigap orang itu memegang pinggang sisil dan mereka sekilas bertatap mata dan sisil langsung berdiri


"Maaf..Maafkan aku,aku tidak sengaja"ucap sisil sambil membungkukkan badan nya


"tidak apa-apa nona"pria tersebut masih menatap nya


"apakah kau baik-baik saja"sambung pria tersebut


"ya..terimakasih,aku baik-baik saja tuan"ucap sisil tulus


"Namaku Bima Pramasta,panggil saja aku bima"sambil mengulurkan tangan


"ahh baiklah Mas bima,aku Sisil.Maaf tadi aku menabrakmu,karena aku terburu-buru mengejar waktu"


"tidak masalah Nona"ucap Bima tersenyum

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan aku mas Bima,permisi aku harus pulang.Karena aku harus pergi untuk menjenguk pamanku"


Sisil langsung pergi meninggalkan Bima yang masih Mematung melihat sisil keluar menuju pintu keluar.


"Cantiiikkk"Bima tersenyum


 


didalam rumah prasetya sedang menunggu kepulangan sisil,karena sedari tadi prasetya tidak melihat sisil dirumah dia agak khawatir kenapa sisil pergi begitu lama.


Tak lama melamunkan sang wanitanya,Tiba-tiba pintu terbuka.Langsung prasetya mendekati Sisil dan mendekap tubuh nya.


"Ehhh..ada apa,kenapa Om tiba-tiba memelukku"batin Sisil


"Sayang,Kenapa Lama sekali kau pergi kesupermarket.Aku sangat mengkhawatirkanmu dari tadii"ucap nya sambil mempererat pelukannya


prasetya sangat mengkhawatirkan nya,karena dia sangat takut kisah nya dimasalalu akan terulang kembali.


"Ahh maafkan aku,Aku begitu khawatir"ucapnya sambil membelai pipi sisil


"Aku baik-baik saja om.Tidak usah khawatir seperti itu"sambil meletakkan belanjaan nya diatas meja


"Apa Barang yg akan diambil Om tadi sudah ada"tanya nya kembali


Prasetya hanya mengangguk dan tersenyum


"Sayang..Bisa kah kau tidak usah lagi memanggilku dengan sebutan Om,Bukankah kita nanti akan segera menikah"

__ADS_1


"Jadi,aku harus memanggil apa"wajah sisil merona merah


"eem,apakah sayang,mas atau apapun itu yang penting tidak memanggilku dengan sebutan Om.Wajah ku kan belum tua-tua sekali sayang"Rengek prasetya sambil memeluk Sisil


"Emm..baiklah aku akan memikirkan nya terlebih dahulu"ucap sisil menggoda prasetya


"Saayyyaannggg,kapan lagi kau akan memanggilku dengan sebutan yang pantas didengar.Apa kata paman mu nantii,kalau kau sebut aku dengan sebutan Om"


"Iyaa baiklah Mas prasetya ku sayangg,Apa kau suka jika aku memanggilmu dengan sebutan MAS"ucap sisil mencoel hidung prasetya


"itu lebih Indah didengar Sayang"sambil mengusap pipi sisil


"yahhh..baiklah kalau begitu Ayo kita berangkat sekarang Mas,Nantii takut nya kemalaman.Ini sudah pukul 14:55"


"Ayo,kita berangkat kerumah pamanmu meminta restu"ucapnya sambil memegang pinggang sisil


Sisil hanya geleng-geleng dan tertawa geli melihat kelakuan prasetya..


"Dasar,Apakah sengebet itu kamu mau menikah denganku"


"Pasti nya,karena aku sudah lama berpuasa"goda prasetya


"Haaahh"


sisil melongok dan merasa ngeri mendengar ucapan prasetya "Sudah lama berpuasa"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


terimakasih kakak


jangan lupa like,comment dan Vote nya kakak


__ADS_2