
Sosok gagah dan bermuka bantal sepertinya jika dilihat baru saja bangun tidur.
"Ya ampun mami kebiasaan deh kalau masuk tidak pintu dulu" sebelnya
"Sayang juga kebiasaan kalau tidur tidak dikunci" lembutnya sambil berjalan kearah anaknya
"Cepet mandi ada yang mau papi omongin sama kamu" ujar sang mama
"Iya nanti aku turun" ucapnya
"Ya udah mami tunggu dibawah" sahutnya
Yang disebut mami oleh seseorang yang gagah itu kemudian menuju kamar mandi setelah menghabiskan waktu 20 menit lalu keluar dengan badan yang hot man siapa pun cewek pasti tergoda dengan badannya yang atlis namun sayang itu tidak pernah dipamerkan sama siapapun.
Namun siapa sangka yang memiliki nama lengkap angga bagaskara seorang derektur di PT CRUB BAGASKARA yang mengelola tembakau teh dan mebel terbesar seasia yang berumur 28 tahun memiliki tinggi 179 cm dan memiliki hidung mancung, tubuh gagah tegap apalagi wajahnya sangat rupawan autor jadi pengen sama anggaa
Angga juga terkenal dikota bandung dan siapa yang tidak kenal dengan gelar bagaskara pasti setiap perusahaan disana pasti mengenal dan menjalin kerja sama dengan beliau ada juga yang berlomba-lomba ingin menjadi kekasihnya apalagi dirinya 1 tahun yang lalu habis diputusin sama pacarnya karena kabur dari acara pertunangannya yang kurang dari 1 minggu gila tidak meninggalkan acarannya sendiri hanya untuk mengejar karir.
Angga bagaskara akan terlihat dingin jika sudah mengenai bisnis atau urusan kantor jika dengan keluarga angga sangat manja apalagi dengan mamanya jika masakan tidak mamanya yang masak angga tidak mau memakannya.
Saat ini angga sudah rapi dengan kemeja putih dengan jas hitam tanpa dasi karena angga tidak suka memakai dasi katanya barang sia-sia hanya untuk nyekek leher gila memang si angga.
Angga turun dari tangga dengan gagahnya walaupun umurnya sudah 28 namun wajahnya masih imut mungkin karena keturunan indonesia dan vietnam
Angga anak dari sinta dan william bagaskara namun sang papi terkenal dipanggil bagas ketimbang william.
"Pagi mi pi" sapanya sambil meletakkan jas yang ada dikursi kebiasaan gak suka pakai jas jika tidak ada miting besar
"Pagi juga sayang" jawab mami dan papinya
"Tadi malam pulang jam berapa" tanya bagas sang papi
"Sekitar jam dua belas pi bosen pestanya tidak menarik" ujar santai angga
Dan kalian harus digaris bawahi bahwa angga tidak suka tempat keramaian seperti derektur lainnya apalagi angga singgle jadi banyak yang mendekati seperti cacing kepanasan
"Apakah hari ini sibuk kara" tanya sang papi dengan menyebut nama kecilnya berarti obrolan ini bisa dibilang santai
"Ada tapi siangan jam 1 an ada apa pi" jawabnya yang penasaran sambil menyendokan nasi goreng kemulutnya
"Nanti jam 10 kamu akan papi kenalkan dengan anak teman papi" ujar bagas santai sambil menyendokan juga kemulutnya
"Jadi kamu harus pulang" sambungnya lagi
"Pi udah deh jangan jodoh-jodohin lagi" ucapnya memelas seketika dengan keputusan sang papi
__ADS_1
"Nak kamu harus turuti apa yang papi kamu minta sayang" mami menimpali omongan sang suami.
"Terserah kalian aja aku mau berangkat assalamualaikum" betek angga kepada kedua orangtua dengan menyalimi dan memutuskan berangkat dari pada dicecar di jodohin mending ngurusi berkas yang segunung merapi
Ini sudah kesekian kalinya angga di jodohkan dengan rekan bisnisnya sang papi namun selalu tidak cocok karena angga selalu memasang muka dingin dan sangar jadi semua yang dikenalkan sang papi kabur semua karena sifat jail sang anak.
Setelah sampai yang tertulis PT CRUB BAGASKARA angga sangat santai masuk kedalam tanpa beban tapi bebannya sangat banyak dan harus dikerjakan.
Semua kariawan yang melihat menunduk yang tanda hormat kepada sang bos.
Setelah masuk kedalam ruangan disitu ada seseorang yang sudah kenal angga sejak smp jadi jangan heran jika persahabatan mereka kental.
Rehan admaja sahabat angga bagaskara, rehan anaknya asik, cool, pesona wanita dan juga sering ngamar namun dirinya tidak dingin seperti angga
"Uhhh ada apa loe sudah di ruangan gue" tanya angga kepada sang sahabat
"Lah gue malas kerja diruangan gue bosen disini enak liat asisten loe yang cantik dan bohay" ujar rehan yang membayangkan kemolekan asisten angga
Tuk
Bunyi keras mengenai kepala rehan siapa lagi pelakunya jika bukan angga yang melempar buku ke arah rehan
"Awwss bangsat" ringisnya sambil menggosokkan kepalanya
"Gila loe ya mau bunuh gue" sambungnya
"Woy gue ngomong loe malah dicuekin" sebel rehan
"Mulut loe banyak sampah jadi gak usah bacot" sahut angga yang sudah membuka laptopnya
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ujar angga
Asisten yang membuat rehan uring-uringan kini ada di depan mata dengan belahan dada melorot kebawah membuat rehan tidak berkedip sama sekali
"Maaf pak menggangu waktunya ini saya mau nyerahkan dokumen buat miting nanti siang" ujarnya sang asisten yang bernama rini
"Tarok situ aja" ujar angga tanpa mengalihkan tatapan dari komputernya
"Baik pak kalau begitu saya permisi" pamitnya hanya mendapatkan angguk'an saja
__ADS_1
Rehan tau bahwa asisten angga yang baru ini mau pergi langsung menarik tangannya
"Eh maaf sengaja" ucap rehan konyol
Angga yang mendengarkan sahabatnya yang absurad langsung menggelengkan kepalanya
"Maaf pak ada apa ya" tanya rini penasaraan
"Nih jangan lupa chat ya" ujar rehan menyodorkan kartu namanya
Rini pun tanpa ragu langsung menerimanya dan keluar setelah berpamitan
"Yes yes yees" heboh rehan seperti anak SD mendapat mainan
"Apaan sih loe aneh" curiga angga
"Loe mah gak akan tau jika loe belum pernah ngamar" sahut rehan
Rehan adalah orang yang suka sek jika sama orang baru rehan tidak pernah sek dengan orang yang sama itulah yang bikin angga geleng-geleng kepala
"Gila gue mah gak kayak loe murahan" bela diri sendiri karena di usia yang sudah 28 belum pernah main kuda-kudaan apalagi dirinya bebas sampai keluar negri masih perjaka sampai sekarang
Angga juga gak kuno selama pacaran dahulu mereka juga sering cium-ciuman namun hanya sekedar cium tidak ada yang lebih
"Buktinya loe masih lajang belum ngerasai sosis loe masuk kegua surga dunia sih" ledeknya sambil membayangkan kemolekan asisten angga
"Yang terpenting gue tidak murahan seperti loe" ujar angga anteng ditempatnya sambil fokus ke laptopnya
Tidak lama hp rehan berbunyi namun hanya sekali siapa kalau bukan rini wanita molek dan montok
"Wihhh pucuk dicinta apem empuk datang tiba-tiba" ujar rehan yang sangat gembira mendapatkan pesan dari rini
Hai mas rehan ini aku rini asitennya pak angga
Seperti itulah chat yang dikirim rini sama rehan
Ohya hai rini juga aku ada diruangan sebelahmu jika kamu butuh bantuan jangan sungkan
Itulah balasan rehan kepada rini bahwa ini adalah lampu hijau buat rehan apalagi rehan adalah buaya darat cinta jajakan bisa difikirkan lah gimana gilanya rehan jika mangsanya belum dapat sampai-sampai angga sang sahabat sampai menggeleng-geleng
"Terserah loe mau ngapain yang penting sekarang kerja jika gak mau kerja mending pulang aja ke perusahaan loe sendiri" ujar angga yang mengerjakan beberapa laporan karena ada janji sama papi dan maminya jika ada tamu di rumahnya
Rehan mempunyai perusahaan sendiri walaupun besar namun masih besar perusahaan angga namun rehan tidak mau mengelolanya tidak bisa santai jika sudah menjadi COE seperti saaang sahabat hanya fokus ke laptop gak bisa cari istri sendiri
"Iya gue kerja, tapi loe gak masalahkan jika aasisten loe gue ajak ngamar" ucap absurad sang sahabat
__ADS_1
"Terserah tapi tidak di kantor" ujar angga