
Part tidak ada angga maupun Karin ya semangat membaca
Bi siti menunggu nonanya didepan ruangan UGD karena tadi nonanya langsung dipakaikan baju dan langsung dibawa kerumah sakit. Bi siti tidak peduli jika dirinya akan dipejat oleh tuannya selama ini bi siti sudah diam tetapi tuannya keterlaluan apalagi melihat ada becak darah di alat vital nonanya membuat bi siti tidak kuat apa yang terjadi semalaman.
Clek
“keluarga pasien” ujar dokter
“saya dok pembantu dirumahnya” ucap bi siti
“maaf kalau boleh tahu keluarganya dimana” Tanya dokter
“kelurganya ada di luar negri” jawab bi siti
“ya udah kalau begitu ikut saya ke ruangan” balas dokter
Bi siti hanya mengangguk dan mengikuti dokter keruangannya setelah masuk dan duduk
“apakah pasien sering disiksa jika boleh tahu oleh siapa” Tanya dokter
“maaf dok saya kurang tahu saya hanya bekerja didapur saya menemukannya sudah tidak sadarkan diri dikamar” jawab bisiti
“tapi dalam pemeriksaan saya pasien terdapat banyak luka yang sudah infeksi untung dibawa kerumah sakit jika tidak akan fatal” ucap dokter
“pasien mengalami luka cukup serius apalagi dibagian punggung dan alat vitalnya yang lecet kalau bisa anda bisa menghubungi pihak keluarga supaya pihak keluarga menjaganya dengan baik” saran dari dokter dan bi siti mendengarkan hanya bisa meneteskan air matanya.
“baik dok saya akan berusaha menghubunginya” balas bi siti
“terus sekarang gimana keadaannya” Tanya bi siti kemudian
“keadaan untuk saat ini cukup memperhatikan untuk sadar kita tunggu karena denyut nadinya sangat lemah kita doakan saja pasien cepat melewati masa kritis” ujar dokter
Sedangkan bi siti sudah menangis dengan nasib nona mudanya yang tiap hari mengukir dengan senyuman
“ya sudah dok kalau begitu saya permisi” ucap bi siti
“silahka” jawab dokter
Bi siti keluar ruangan dokter langsung menelpon seseorang yang akan menolong nonanya
__ADS_1
Tut
Tut
Tut
Sudah beberapa panggilan bi siti berusaha namun masih aja tidak diangkat tetapi bi siti tidak pantang menyerah terus menelpon orang tersebut
“hallo” sapanya dalam bahasa prancis
“hallo agan” jawab bi siti
“oh bi ada apa” Tanya orang diseberang
“agan tolong non Karin sekarang lagi kritis dirumah sakit x” ujar bi siti dengan tangisnya
Sedangkan orang diseberang sana tiba-tiba panic sampai menjatuhkan telponnya saking paniknya
“hallo bi ini sinta” sapa sinta
“hallo nya tolong nya tolong pulang hik hiks” tangis bik siti menyayat hati
“iya bi tolong jaga mantuku ya bi saya dan mas bagas akan terbang sekarang” ujar sinta
“baik nyonya” jawab bi siti
Telpon dimatikan oleh sinta sedangkan bagas langsung pesan tiket pesawat mala mini juga sebelum terlambat
Didalam pesawat bagas hanya diam dan meneteskan air matanya jika dirinya mengingat arga sahabat yang selalu menolongnya sampai saat ini apalagi ada bagian organ sahabatnya berada pada tubuhnya
“arga maafkan aku tidak bisa menjaga anakmu arga jika terjadi sama putrimu aku tidak akan memaafkan diriku sendiri” batin bagas dengan air mata yang menetes
“pi sudah tenangkan perasaanmu ingat kesehatan papi” ujar sinta menenangkan suaminnya yang sekarang sudah berada di dalam pesawat mungkin sekitar 9-10 jam akan sampai diindonesia
“mi apa yang terjadi sebenarnya kenapa angga tidak pecus menjaga istrinya padahal papi sudah mewanti-wanti anak itu” sedih bagas
“sudah pi nanti kita tanyakan sama anak nakal itu” geram sinta kepada anak semata wayannya
Flashback off
__ADS_1
“arga” panggil bagas
“eh will” jawab arga dengan senyuman
Arga dan bagas adalah seorang arsitek mereka sudah kenal lama sejak SMA mereka juga bukan orang yang kaya apalagi arga orang yang sangat sederhana.
Ayah bagas dulu bangkrut ada salah satu sahabatnya menipunya jadi perusahaan kolep dan tidak bisa dipertahankan arga dan bagas menjadi montir kala itu. arga hanya seorang yatim membantu bagas sedangkan kedua orang tua bagas hijrah kenegara orang untuk mencari uang dan bagas tinggal bersama arga dan ibunya. Bagas diperlakukan ibu arga seperti anaknya sendiri walaupun makan hanya pakai daun singkong dan sambal trasi tetapi bagas dan arga bahagia.
Tidak lama ibu arga meninggal dunia karena sakit diabetes. Arga sangat terpukul dengan keadaan ini tetapi arga arus kuat masih banyak yang akan di jalani dimasa depan.
Setelah beberapa tahun mereka lulus dengan nilai terbaik mereka melanjutkan perkuliah dengan mengambil jurusan arsitek.
“ga kayaknya aku gak kuliah deh aku mau kerja aja” ujar bagas sedih karena perekonomiannya
“kenapa kamu berbakat loe will” Tanya arga
“aku tidak punya sebanyak ini ga” balas bagas dan arga tersenyum dan berjalan kekamarnya mengambil bamboo panjang
“kamu pakai aja ini will kan aku pakai beasiswa soal nanti kita berfikir nanti sama-sama” tawar arga
“gak usa ga itu tabungan kamu” tolak bagas pasalnya tabungan itu sudah lama dikumpulkan arga walaupun dirinya juga ada uang tetapi tidak banyak
“gak apa will nanti kita cari lagi bersama-sama” balas arga tersenyum
Dan arga membuka bamboo yang dijadikan celengan arga menggunakan pisau setelah dibuka uang yang didalamnya lumayan banyak sepertinya cukup untuk sekolah bagas
“cukup will Alhamdulillah” ucap arga
“terima kasih ya ga” syukur bagas masih mempunyai sahabat yang baik dan mau menampung dan membiayai sekolahnya walaupun dia tidak kaya
Bagas selalu dibantu arga dengan kesuksesan tetapi disuatu hari bagas harus pindah di jerman karena kontrak kerjanya selama lima tahun dari situ bagas dan arga terpisah setelah bertemu arga malah meyelamatkan dirinya dengan mendonorkan jantungnya untuknya bagas merasa dirinya hanya bisa memanfaatkan sahabatnya sampai hari hayat.
Flashback on
“pi sudah jangan sedih terus” tegur sinta yang melihat suaminya hanya melamut saja
“iya mi papi hanya ingat perjuangan arga sampai saat ini” balasnya
“iya untung ada mas arga pi jika tidak pasti aku gak sanggup memikirkannya” ujar sinta juga membayangkan suaminya bagas terbaring dirumah sakit sudah satu minggu karena jantungnya bocor dan harus ditranfusi jantung tetapi dalam benak sinta cari dimana jantung siapa yang rela menyerahkan jantungnya dalam kehidupannya untuk ada seorang suster memberikan sepucuk kertas dan membacanya ternyata ada donor yang ikhlas tanpa meminta imbalan sama sekali setelah bagas sadar dan membaca suratnya adalah teman lamanya yang rela menyerahkan jantungnya.
__ADS_1
“iy mi semoga Karin tidak apa-apa jika terjadi padanya papi akan menyalahkan diri papi” sesal bagas
“semoga Karin cepat membaik pi kita doakan bersama-sama” ucap sinta tenang untuk menyakinkan suaminya supaya tidak berfikir negatif