
“astagfirullohalazim non” jerit bi siti
Sedangkan pak arman kaget melihat nonanya sudah tergeletak didepan pintu dengan wajah yang pucat dan badannya sangat dingin
“non non Karin bangun non ya allah pak piye iki” tangis bi siti pecah apalagi melihat bibir Karin sudah membiru
Arman ngecek denyut nadi Karin yang ternyata sangat lemah
“ayo bu kita bawa kerumah saki denyut nadinya sangat lemah bu e” khawatir arman
“y owes pak gek digendong aku tak ngomong karo supri ben disiapke mobile” jawab bi siti dengan tergesa-gesa memanggil supri sang supir pribadi
“supri supri” panggil bi siti dengan nada teriak
Supri yang lagi ngopi sama pak satpam antok kaget melihat bi siti yang wajahnya cemas dan khawatir. Pak supri menghampiri bi siti
“naon atuh bi” Tanya supri
“pri cepet ambil mubi bawa nona kerumah sakit” jawab bi siti dengan nafas yang memburu disaat supri mau nanya tetapi tidak jadi karena supri melihat arman yang menggendong nona mudanya dengan lemas dan pucat
Supri buru-buru menyalakan mobilnya dan arman meletakkan nona muda dengan berbantalan paha bi siti akhirnya mereka berangkat dirumah sakit
“antok jaga rumah jangan lupa hubungi tuan bahwa nona dibawa kerumah sakit” ujar bik siti dibalik jendela mobil
“iya bik” jawab antok sang sapam rumah ini
Mobil melesat menuju rumah sakit sedangkan bi siti dari tadi terus mengecek nadi Karin takutnya nonanya lewat dijalan
“non harus bertahan non” isak tangis bi siti karena keingat kejadian kemaren siang yang seharian hanya memakan beberapa suap apalagi dirinya tidak minum sama sekali
“uwes bu semoga nona tidak apa-apa” arman menenangkan istrinya sedangkan supri hanya diam karena tidak tahu apa permasalahannya
Setelah beberapa menit sekitar 45 menit akhirnya mobil yang ditumpangi sampai dirumah sakit buru-buru arman memanggil suster untuk membawa bankar agar nonanya segera ditangani
“suster suster” panic arman memanggil suster
“ada apa pak” Tanya suster
“nona saya pinsan sus tolong sus” jawab arman dengan nafas yang memburu
Suster membawa bankar dan Karin diletakkan di atas bankar sang suster melihatnya penuh prihatin karena penampilannya sudah seperti gembel kummel dan ditambah wajah sangat pucet dengan bibir yang sudah membiru
__ADS_1
Suster mendorong bankar dengan buru-buru jika dilihat pasien sangat mengkhawatirkan salah satu suster langsung lari memanggil dokter supaya pasien segera di tangani oleh dokter
“mohon maaf bapak dan ibu tidak boleh masuk silahkan tunggu diluar dan tolong segera diurus adminitrasinya” terang suster
“baik sus” ujar arman
Suster menutup ruangan UGD untuk memeriksa keadaan Karin
“pak kono gek ng adminitrasi ben ibu ng kene” ujar bi siti cemas
“iya bu ayo pri” ajak arman
Supri dan arman ke bagian adminitrasi untuk mengurus pembayaran dan ruangan yang akan ditempatkan nonnya
Sedangkan angga yang baru saja selesai metteng mendapatkan telpon dari antok bahwa nona Karin pingsan membuat angga menegang namun sedetik berikutnya angga mengubah ekspresinya kembali
“ada apa bro” Tanya rehan setelah keluar dari hotel
“gak apa” jawab angga datar
Rehan menghembuskan nafas kasar melihat kelakuan sahabatnya yang sudah berubah rehan hanya bisa berharap pernikahan ini bisa memberikan dampak baik untuknya
“keluarga pasien” Tanya dokter
“suaminya belum datang dok saya pembantunya yang menemukannya gimana keadaan majikan saya dok” jawab bi siti
“keadaanya sempat kritis tapi sekarang sudah normal lagi…asam lambung pasien sangat tinggi mengakibatkan pasien pingsan dan hampir kehilangan denyut nadinya apalagi pasien kekurangan cairan…tolong perhatikan pola makannya jangan memakan yang keras-keras dahulu” terang dokter
“baik dok saya akan memperhatikannya” jawab bik siti
“pasien akan dirawat beberapa hari disini untuk pemulihan jika pasien bangun berikan bubur yang sudah disediakan” ujar dokter sedangkan bik siti memperhatikan dengan baik
“baik dok”
“jika ada apa-apa bisa hubungi kami kalau begitu saya permisi”
“iya dokter silahkan sekali lagi terima kasih”
“sama-sama itu sudah tugas kami” ujar dokter kemudian meninggalkan bi siti
Arman kembali sedangkan supri disuruh pulang menjaga rumah rumah bersama antok sedangkan dirumah sakit hanya ada bi siti dan arman
__ADS_1
“gimana buk e keadaane” Tanya arman
“Alhamdulillah wes baik-baik pak untung dewe cepet gowo rene” jawab bi siti
“uhhh Alhamdulillah” lega arman
Tidak lama Karin dipindahkan di ruangan VIP arman yang meminta supaya non nya bisa nyaman beristirahat dengan tenang
sedangkan angga masih metteng namun fikirannya entah kemana dari tadi angga hanya melamun seperti ada yang menggagu fikirannya
“han hendel mettengnya saya mau keluar” ujar angga tanpa meminta persetujuan rehan langsung keluar ruangan metteng bersama ketua devinisi
Rehan yang melihat hanya bingung dengan tingkah bos sekaligus sahabatnya itu ada yang difikirkan sampai membuatnya tidak fokus untuk metteng padahal tadi rehan sudah Tanya namun jawabannya tidak apa.
“ya udah kita lanjut saja silahkan dijelaskan kembali” ujar rehan
Semuanya metteng tanpa angga dan di hendel oleh asisten pribadi angga rehan. Kini angga menuju kerumah sakit yang di omongkan supri setengah jam yang lalu
30 menit yang lalu
Tut
Tut
“hallo tuan”
“hmm”
“maaf tuan nona muda pingsan dan badannya sangat pucet bibirnya membiru sekarang masih ditangani oleh dokter”
“dirumah sakit mana” Tanya angga dengan muka datar
“dirumah sakit sakti hati” jawab supri tanpa menjawab angga langsung mematikan telponnya
Angga diam diruangannya entah apa yang difikirkannya dirinya lupa bahwa Karin ada digudang sudah sampai kemaren sore padahal angga hanya menggretak Karin saja. Entah setan yang sudah menguasai fikirannya gara-gara ditinggal pergi oleh tunangannya angga jadi tidak percaya sama perempuan.
Rosa model cantik asal Indonesia rosa bisa menjadi model dibiayai oleh angga mereka berpacaran tanpa tidak terduga rosa menolong angga disaat angga lari pagi tidak disangka angga diserempet oleh sepedah montor walaupun tidak parah tetapi lengannya lecet dan disitu rosa melihat dan menolong angga.
Rosa hanya penjual gorengan keliling menolong angga dan entah seperti apa kedekatannya tiba-tiba angga mengajak rosa berpacaran angga merubah semua hidup rosa sampai menjadi model terkenal tetapi disaat angga menyatakan untuk bertunangan rosa menyetujuinya tetapi disaat -2 rosa melarikan diri pergi tanpa pamit ke amerika dan menghancurkan hati angga tanpa tersisa undangan sudah disebar kemana-mana apalagi rosa sudah terkenal jadi semua media meliput acara pertunangannya
Angga juga sempat depresi selama dua bulan membuat umi menangis angga tidak mau turun dari kamarnya karena takut semua membicarakannya hati angga sangat sakit jika mengingatnya. Sampai sekarang angga menutup dirinya padahal dahulu angga anaknya ramah ceria dan suka bercanda tapi sekarang malah kebalikannya
__ADS_1