
Satu minggu sudah Karin berada di LA apalagi tiga hari yang lalu Karin tersadar dari komanya membuat bagas beserta istrinya sangat bahagia apalagi punggung dan alat vital sang menantu sudah mulai baik tidak terlalu parah karena disini vasilitasnya sangat menjamin memang biayanya sangat besar tetapi kesembuhan nomor satu.
“sayang punggungnya masih sakit” Tanya sang mami sinta
Sudah tiga hari setelah banging tatapan Karin kosong hanya bi siti yang dicarinya membuat bagas tidak kuat begitu traumanya menantunya
Omongan mami sinta tidak dijawab oleh Karin sama sekali jiwanya mati dan omongan ayahnya sebelum bangun terniang-niang dikepalanya
Flashback on
Dipadang rumput yang luas dan sangat indah pemandangannya Karin duduk dengan bahagia karena dirinya duduk dikursi dan melihat pengunungan seperti disurga dengan ayahnya arga yang selama ini dirindukannya setiap saat.
“yah aku seneng banget aku bisa bertemu ayah lagi” ujar Karin sambil mengapit tangan ayahnya
“ayah juga senang melihat kamu ayah juga rindu” jawab arga dengan senyuman menatap anak gadisnya
“ayah aku ingin bersama ayah seperti ini terus bersama ayah, Karin lelah” jbalas Karin dengan memandang pemandangan yang sangat indah didepannya
“Karin jangan lelah ayah dulu berjuang demi Karin sekarang gantian Karin yang harus berjuang demi anak karin kasihan anak kamu yang berada disini jika kamu menyerah” ujar arga dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibirnya
“tapi yah dia nyakiti aku terus” sedih Karin
“dia akan berubah demi kamu dan anak ini” ucap arga sambil memegang perut anaknya
“lihat disana mertuamu menangisi kamu kasiham mereka karena menyesal bantu ayah kembalilah ayah merestuimu” ujar arga lagi sambil menunjuk di pemandangan sangat indah langitnya berubah dengan tangis mertuanya bagas dan sinta karena sempat jantung Karin melemah dan berhenti beberapa detik
“janji sama ayah kembali lihat anakmu sudah menunggu” lanjut arga sambil menunjuk anak laki-laki sangat tampan yang lagi tersenyum dengan tangannya melambai-lambaikan tangannya
Disaat Karin ingin berbicara lagi ayah arga sudah menghilang dan Karin langsung menangis dan memanggil namannya
“ayah ayah jangan tinggalin Karin ayah” jerit Karin tetapi tanginnya terhenti ada anak laki-laki mendekatinya
“ma ayo pulang” tarik anak laki-laki itu Karin menurut dan disitu Karin bangun dari komanya membuat mertuannya sok jantung sampai papi bagas pingsan lantaran jantungnya tidak sanggup untuk tertekan efeknya akan pingsan
Flashback off
“udah tidak terlalu” lirih Karin walaupun lirih tetapi masih didengar oleh mertuannya
Sinta melihat respon Karin langsung memeluk dengan hati-hati karena tiga hari ini Karin hanya makan lewat infus mata, pendengarannya, dan mulutnya tidak mau merespon sama sekali
“kamu respon omongan mami nak ya allah Alhamdulillah” syukur mami sinta dengan tangis yang berderai
Karin memandang sinta dengan tersenyum dan mengangguk
“maafin Karin mi” lirih Karin
__ADS_1
Sinta menggeleng “seharusnya mami yang memintak maaf telat bawa kamu” tangis sinta pecah
Setelah dibentak oleh bagas dirumah sakit waktu itu sinta sadar perbuatan anaknya sangat keterlaluan jikapun dia anaknya biarkan saja bagas dan sinta memberi pelajaran kepada anak nakalnya yang berada diindonesia
“udah kamu jangan banyak bicara mana yang sakit sayang” Tanya sinta lagi
“punggung Karin sudah tidak terlalu sakit mungkin sudah mengering" jawab Karin
“ya udah mami nelpon papi dulu ya soalnya papi masih ada metteng di kantin kantor” ucap mami Karin mengambil hpnya di tasnya
Tut
Tut
Tut
“hallo mi ada apa” Tanya bagas diseberang telepon
“pi Karin sudah merespon omongan mami cepet pi kesini” ujar sinta bahagia
“apa..alhamdulillah papi langsung kesana” ujar papi bagas
“iya cepat” ujar mami sinta semangat
Tut
Clek
Bagas muncul dengan nafas ngos-ngosan apalagi bagas tidak boleh lari-larian karena jantungnya tidak untuk kecapekan
“papi sudah dibilangin jangan lari-larian” omel sinta
“maaf papi sangat bahagia mantu kita sudah sadar” jawab bagas menenangkan sinta
“nak gimana keadaan kamu sayang” Tanya bagas
“sudah lebih baik pi” jawab Karin dengan senyuman
Bagas langsung memeluk dirinya dengan bahagia karena akhirnya Karin mau merespon ucapan yang diomongkan
“Alhamdulillah ya allah cepet sehat ya sayang” ujar bagas
“amin” ucapan bersaan Karin dan sinta
****
__ADS_1
Sedangkan rehan yang sudah tidak berangkat kerja karena sebal dengan bosnya ternyata cewek yang lugu banyak senyum ternyata istrinya bosnya sekaligus sahabatnya sendiri
“sial sekali menyukai wanita yang baik-baik eh malah istri sahabat sendiri nasep-nasep” ujar rehan sambil berjalan di taman kota sambil menendang kaleng
“awttt” sakit seorang gadis yang terkena kaleng yang ditendang rehan
Rehan yang melihat langsung melototkan matanya pasalnya kalengnya mengenai orang
“maaf mbak” ujar rehan
Gadis tersebut membalikan badannya dan melotot
“loe” pekik bersamaan
“oh loe pasti yang nimpuk goe pakek kaleng ini” marah gadis yang bernama aulia
Lia berjalan sore bersama syafia yang sesekali gadis kecil itu yang sudah berumur satu tahun itu sudah pandai mengoceh ria dan anaknya sangat kritis banget anaknya dan tanpa sengaja kepala lia terkena kaleng yang menimpuknya dari belakang.
“ ya gue gak sengaja” ujar rehan berusaha membela diri
“alah loe pasti sengaja emang ya loe gak punya perasaan” ujar lia dan malah diikuti syafia ngoceh dengan tawanya
Pa pa pa pa pa
Ocehan bayi mungil dengan senyumannya yang kurang kasih sayang seorang ayah dan seketika dua orang yang berantem langsung mengarah kearah bayi yang asik memegangi kakinya
“sya itu buka papa kamu faham papa sudah mati” jawab sewot lia
“eh loe ya ngomong sama anak jangan kecil jangan kasar donk” omel rehan yang tidak suka bahwa syafia diomeli oleh ibunya
“terserah gue anak juga anak gue” ucap pedes lia
“eh loe-“ ucapan terhenti ketika ada ibu-ibu lewat dan menegurnya
“eh mbak mas jika berantem jangan didepan anak dong donk kasihan anaknya jadi orang tua kok gak becus” ujar ibu-ibu yang lewat di taman komplek
Rehan dan lia saling pandang dan membuang muka seketika karena omongan ibu-ibu tadi apa yang dibilang tadi orang tua gak mungkin sekali.
“ini gara-gara loe ya” omel lia dan mendorong listoleer syafia pergi meninggalkan rehan
“eh loe mau kemana hey dasar wanita aneh” kesal rehan melihat lia sudah menjauh dari pandangannya
“bener-bener ya tu orang awas aja jika ketemu gue culik tu anaknya” omel rehan berjalan kearah mobillnya dan masih ngomel tidak jelas
Setelah capek ngomel rehan menuju perusahaan milik sahabatnya yang sudah beberapa hari tidak masuk kini dirinya hanya menggunakan pakaian santai memasuki perusahaan angga dengan memakai kacamata menambah ketampanannya.
__ADS_1
“loe”
“loe lagi astaga”