
“hmmm” deheman seseorang langsung bikin Karin mematung
Karin membalikan badan melihat angga yang sudah berdiri dibelakangnya membuat Karin langsung menunduk takut dirinya salah kamar
Angga memasuki kamar Karin dan membawa map di tangannya dan langsun duduk di kursi
“sini duduk saya akan memberikan sesuatu” ucap datar angga
Karin langsung duduk di dekat angga
“siapa yang nyuruh anda duduk didekat saya” ucap datar angga
Karin bingung kan disini hanya satu sofa jika tidak boleh duduk terus Karin duduk dimana dan pada akhirnya Karin duduk dibawah dan angga tidak melarangnya
“ini surat kontrak kita selama satu tahun jika selama satu tahun anda harus menjadi pembantu dirumah ini silahkan baca kontraknya tidak ada pergantian” ucap datar angga
Karin dengan tangan gemeteran mengambil kontrak yang sudah ditulis oleh angga
surat kontrak perjanjian
surat ini dibuat dengan keadaan sadar tanpa paksaan sama sekali surat ini berisi sebagai berikut:
pihak pertama angga bagaskara
pihak kedua karina larasati
1. pihak pertama sangat berkuasa dirumah ini jika ingin tinggal disini selama pernikahan berlanjut
2. pihak kedua, pihak pertama berhak menegur dan melarang pihak kedua jika tindakannya tidak disukai oleh pihak pertama. Sementara pihak kedua harus patuh atau jika melanggar sebagai gantinya tidak makan selama satu hari
3. peraturan ini tidak adanya cinta diantara keduanya. Jika salah satu pihak melanggar lebih dulu maka pihak tersebut wajib membayar 1M untuk denda dan juga tidak ada kontak fisik atau hubungan suami istri.
4. Pihak kedua harus menjadi pembantu dirumah ini selama kontrak dijanjikan
5. Tidak mengurusi urusan masing-masing dan uang jajan hanya 100 ribu perhari.
Kontrak ini akan berlangsung selama satu tahun dan artinya janji kontrak nikah akan hangus setelah satu tahun pernikahan
Pihak pertama pihak kedua
Angga Bagaskara karina larasati
Karin yang membaca hanya pasrah mungkin ini takdir yang dijalaninya selama-lamanya Karin hanya bisa menghela nafas saja semua kontrak ini tidak ada yang menguntungkan baginya tapi mau bagaimana lagi kalau bukan pasrah saja
“anda tandatangani kontrak itu jangan sampai anda melanggar ingat utang ayah tirimu anda dijual saja tidak akan dibayar 21 miliyar” ucap datar dan cuek angga
Karin hanya bisa menunduk setelah selesai tanda tangan tidak berani menatap wajah angga
Kini angga berdiri mengambil kertas yang sudah di tanda tangani dan angga meninggalkan map satunya untuk dipegang Karin
Setelah melihat angga keluar Karin langsung menangis tersendu-sendu dengan hinaan ini kenapa hidupnya sekejam ini apalagi dirinya ini istri bukan pembantu dirumah ini
“yah tadi malam ayah datang ke mimpi Karin dimimpi Karin ayah tersenyum apakah ayah bahagia melihat Karin menikah tapi yah suami Karin tidak mau menganggap Karin malah Karin disuruh menjadi pembantu yah sepertinya Karin tidak akan kuat yah suami Karin kasar yah Karin takut Karin sendirian apalagi sekarang Karin jauh sama ayah tidak bisa datang lagi ke makam ayah sahabat-sahabat Karin juga jauh yah Karin rindu ayah”
Coretan yang tiap hari Karin tulis untuk mencurahkan hatinya supaya tidak penuh dihatinya semenjak menulis ini Karin Karin jadi kefikiran aplikasi fizzo di akun kak al_via26 semoga Karin bisa nulis seperti kak al
“Karin” teriak angga menggelegar di ruangan bawah
Karin yang mendengar langsung menyimpan bukunya padahal baju yang berada dikoper belum di susun di lemari. Kenapa angga menempatkan Karin di kamar samping angga karena jika orang tua angga datang dan melihat Karin di kamar pembantu pasti maminya akan ngomelinya
Karin turun tangga dengan tergesa-gesa karena takut dimarahi angga
__ADS_1
“iya om ada apa” ucap Karin terbata-bata
Angga yang mukanya sudah memerah karena panggilan Karin yang tidak enak didengar apakah dirinya setua itu dipanggil om
Angga langsung mencengkram rahang Karin dengan mata melotot
“anda dengar baik-baik ini rumah saya dan anda panggil saya dengan sebutan tuan faham” bentak angga sampai bik siti keluar dan melihat nyonya dirumah ini diperlakukan kasar membuat bi siti kasihan apalagi Karin tidak membantah sama sekali
“baik tu-an” ucap Karin terbata dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya karena hati Karin lembut dibentak dikit sudah menangis
Angga membanting Karin sampai Karin terpental didekat sofa untung saja tidak terbentur meja kayu deket sofa.
Angga melenggang pergi keluar setelah marah-marah entah pergi kemana Karin tidak mau tahu karena itu bukan urusannya malah Karin berdoa supaya angga pulangnya lama
“non tidak apa” Tanya bi siti khawatir
“tenang bi aku baik-baik saja ini sudah biasa jadi bibi jangan membantu aku jika tuan lagi marah” ujar karin dan peringat Karin
“iya non saya bantu” ujar bi siti sambil membantu Karin berdiri
“sini non biar bibi obati” cemas bi siti melihat rahang Karin memerah padahal semalam aja belum hilang kini sudah di tambah lagi
“terima kasih ya bi” Karin nurut duduk di ruangan meja makan
“kalau sakit bilang ya non” perihatin bi siti kepada Karin
Sedangkan angga setelah membanting Karin angga pergi tidak tentu arah dirinya mengecek ponselnya dan melihat kegiatan Karin dirumahnya ternyata Karin diberi obat sama bi siti
“dasar lemah gitu aja sudah ngeluh akan gue siksa tukang goda ini” ujar angga jahat merencanakan penyiksaan untuk Karin
Rencana jahat angga timbul begitu saja entah apa motifnya kok bisa berfikiran buruk dengan Karin padahal Karin sama sekali tidak mencomoh dirinya namun entah kenapa hati angga membatu
Sedangkan Karin sekarang tersenyum bahagia karena candaan yang dilontarkan oleh bi siti sambil masak untuk makan siang siapa tahu suaminya datang dan tidak ada makanan nanti takutnya marah-marah lagi
“lumayan lah non dua tahun bibi kerja disini tapi tuan kan jarang tinggal disini bibi beras punya rumah sendiri ditambah gaji lagi” cerita bibi siti sambil tertawa jika mengingat jika dirinya dan suami tinggal dirumah sebesar ini
“bibi punya anak berapa” Tanya Karin yang biasanya diam kini sudah mulai banyak bicara dengan orang yang tepat
“bibi anaknya sudah dua laki-laki semua mereka juga kerja sama tuan Alhamdulillah tuan itu sebenarnya baik baru ini saya melihat tuan marah emang non ngelakuin apa sama tuan sampai tuan bisa semarah itu jika sama non” Tanya bi siti yang membersihkan ayamnya.
“huff entah lah bi aku juga gak tahu bi dari awal sampai saat ini tuan memperlakukanku hina aku seperti sampah” jawab Karin yang memang tidak tahu letak kesalahannya dimana
“non yang sabar ini ujian untuk non” ujar bik siti menenangkan
“Karin” teriak yang menggelegar diseluruh ruangan sampai Karin dan bi situ terjengkit kaget mendengarkannya
“Karin” teriak angga lagi
Karin langsung meninggalkan wortel yang diirisnya dan berlari menghampiri angga sang suami
Bik siti yang mendengarkan mengelus dadanya “semoga kamu kuat ndok” lirih bik siti
Sedangkan Karin sudah ditampar pipi Karin karena tidak langsung menyahut omongannya
Angga mendekat dan mencengkram rahang Karin dengan nafas memburu
“anda bisa dengar omongan saya tidak anda ini tuli atau ayah anda tidak mengajarkan anda untuk balas budi iya” bentak angga sampai matanya melotot mengerikan
Karin yang ayahnya dihina matanya langsung menatap angga dengan sorotan benci
“apa anda lihat seperti itu anda mau lawan saya” bentak angga yang tidak suka dengan tatapan Karin
__ADS_1
PLAK
Tamparan kedua dialayangkan dipipi Karin sampai Karin tergeletak dilantai saking kuatnya tamparan yang diberikan oleh angga
Karin hanya bisa menangis dan memegangi pipinya yang rasanya sangat kebas apalagi bibirnya pecah sampai mengeluarkan darah
Angga menjambak rambut Karin sampai mendongkrak keatas dengan air mata yang sudah mengalir
“jika anda ngelawan dengan saya anda akan tau akibatnya”bentak angga dengan melepaskan jambakannya dengan kasar
Setelah peninggalan angga Karin terisak tampilannya sudah berantakan bi siti langsung menghampiri Karin dan memeluk nona nya itu
“yang sabar non suatu saat pasti akan ada kebahagiaan” ujar bisiti dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya
Karin hanya diam tidak menjawab omongan bi siti hanya isakan yang mengiris hati
“yah aku ditampar oleh suamiku sendiri rasanya sakit yah bibir Karin sampai pecah Karin ingin mengadu sama siapa yah Karin tidak ada tempat mengadu yah. Ayah hati Karin sakit jika ayah dihina tapi Karin tidak mampu untuk melawannya suami Karin, suami Karin jahat yah Karin tidak kuat. Karin rindu ayah”
Coretan yang di selipkan disetiap tinta yang digores tadi setelah lukanya diobati oleh bi siti dan meneruskan masaknya setelah selesai dan dihidangkan Karin ijin untuk masuk kamarnya dan menulis beberapa bait saja untuk mencurahkan hatinya
Setelah selesai mandi Karin turun untuk mengisi perutnya namun kakinya tidak jadi turun karena ada angga yang ada di meja makan takutnya Karin terkena masalah lagi lebih baik Karin menghindarinya dari pada mendapatkan masalah
Karin duduk di balkon kamarnya dan memandang pemandangan yang menurutnya bagus kamar ini seperti kamarnya dirumah dahulu sebelum pindah dirumah ayah rusdi.
Sedangkan angga sudah berteriak-teriak memanggil nama Karin yang tidak kunjung mendapatkan jawabannya
“Karin karina” teriak angga yang menggelegar
Karin sadar dari lamunannya dan langsung berlari turun tangga dengan tergesa-gesa
“dari mana saja anda apa anda tidur” bentak angga sepertinya kebiasaan baru bentak-bentak orang
Karin hanya menggeleng dan menunduk takut apakah dirinya akan mendapatkan pukulan lagi namun Karin sudah pasrah jika dipukul lagi
“mulai besok anda yang masak awas jika anda telat anda saya hukum” tegas angga lalu pergi meninggalkan Karin tanpa menunggu persetujuan Karin
Karin hanya mengangguk saja walaupun angga tidak melihatnya tapi Karin tetap mengangguk. Setelah melihat angga pergi entah kemana yang pasti angga keruangan atas mungkin ruangan kerjanya Karin bernafas lega karena dirinya tidak dipukul lagi
“nona sini makan sama bibi” tawar bibi dan Karin langsung menghampiri bibi siti ke dapur sedangkan dimeja makan sudah dibersihkan oleh bi siti
“non harus harus makan yang banyak supaya non bisa kuat” canda bi siti yang memanang wajah cantik Karin yang ada lebamnya di sudut bibir
Karin tersenyum dan mengangguk Karin harus makan banyak siapa tahu besok dirinya tidak makan dan kini Karin melahap habis makanan yang ada dipiringnya
“iya bi siapa tahu besok Karin gak makan karena tuan bilang jika Karin melakukan kesalahan Karin tidak boleh makan sehari sedangkan Karin juga tidak boleh keluar jika tidak dapat ijin suami” jujur Karin dengan polos sampai bi siti meneteskan air matanya walaupun dirinya disakiti tapi Karin tetap patuh sama suaminya
“iya non sekarang dihabiskan ya” ujar bi siti
“udah bi aku udah kenyang udah nambah dua kali hehehe” cengir Karin tanpa malu karena dirinya sudah nambah dua kali
Tiba-tiba angga berteriak dan Karin harus sabar menghadapinya karena ini ujiannya. Karin berlari menghampiri angga dengan menunduk sambil meremas tangannya
“iya tuan” jawab Karin terbata-bata
“bersihkan kamar saya cepat 10 menit harus bersih” ujar tegas
Karin hanya mengangguk bahwa jawabannya iya dan angga kemudian duduk disofa depan tv dan melihat dari henponnya bagaimana Karin mengerjaan tugasnya.
Indah membuka kamar angga dengan mata yang tajuk karena kamar angga sangatlah megah ada foto besar angga yang gagah, tegas dan dingin. Disini catnya bernuasa sliver apalagi aroma kamar sama persis dengan aroma tubuh angga walaupun dirinya tidak pernah bersentuhan dengan angga namun disaat angga mengajar Karin aroma selalu masuk dihidungnya.
Karin buru-buru merapikan dan membersihkan kamar ini dengan cepat supaya nanti dirinya tidak diomeli oleh suaminya
__ADS_1
Kasihan ya Karin sampai autor nangis ngetiknya melihat nasib Karin yang tidak baik walaupun Karin punya sahabat yang baik-baik tapi Karin harus berbakti pada suaminya. Jangan lupa komen ya yang banyak loeve you semua