ISTRI KECIL TUAN ANGGA

ISTRI KECIL TUAN ANGGA
bab 20


__ADS_3

Setelah kepergian papi angga, angga langsung mengecek CCTV rumahnya apa yang dituduhnya selama ini benar atau tidak. Apa yang dilihat selama nonton CCTV membuat angga termenung dan melihat hari-hari gadis yang selama ini menjadi istrinya itu.


Kini alih-alih menyesal sudah terlambat angga hanya bisa menatap gedung yang menjulang tinggi diluar tapi tatapannya kosong apalagi penyiksaan demi peniksaan dia lakukan gara-gara kesalah fahaman ini.


Clek


“bro ada metteng 1 jam lagi” ujar rehan yang memberitahu bosnya sekaligus sahabatnya ini


Tetapi tidak ada respon dari angga, angga hanya diam dan tatapannya kosong setelah mengecek vidio dirumah maupun dikantor.


Yang paling parah ngebuli Karin di bagian devinisi pemasaran yang disuruh ini itu padahal Karin sudah benar melakukannya hatinya menyesali perbuatannya.


Rehan menyentuh bahu angga sampai angga terjengkit kaget karena sentuhan rehan


“ada apa kapan kamu masuk” Tanya angga datar pasalnya rehan masuk tanpa mengetuk pintu


“gue dari tadi mengetuk sampai tangan gue lecet tidak ada sahutan sama sekali” ujar rehan sebel


“ada apa loe kesini” Tanya angga dan tidak menjawab ucapan rehan


“satu jam lagi kita metteng dengan PT Icoun” balas rehan


Angga kemudian duduk disofa dengan muka datar dan lemas entah apa yang akan dilakukan angga sudah tidak punya muka jika mintak maaf sama Karin


Rehan melihat sahabatnya melamun lagi merasa heran sepertinya ada masalah yang sangat berat dan apalagi ternyata pukulan papinya membekas menjadi lebam


“kara muka loe kenapa” Tanya rehan


“cerita lah bro siapa tahu masalah loe bisa ada solusinya” lanjut rehan yang tahu tipe angga mereka sudah kenal sejak SMA hanya rehan yang tinggal di Indonesia sedangkan yang lain 2 sahabatnya tinggal diluar negri melanjutkan usaha orang tuanya


Angga menatap rehan dengan tetesan air mata padahal angga orangnya bisa menyembunyikan kesedihannya tetapi orang yang selama ini disiksa adalah penolong keluarganya apalagi mendengar cerita papinya bahwa Karin hanya boneka keluarga tirinya bisa menerima dengan ikhlas apalagi dengannya Karin sama sekali tidak membantah ataupun melawan dirinya.


Kini air matanya menetes dan matanya memerah membuat rehan semakin khawatir dengan keadaan sahabatnya apa yang terjadi dengannya apakah ada sesuatu dengannya apalagi dengan luka dimukanya membuktikan ada sesuatu yang serius.


“ada kara coba jelasin jangan bikin gue bingung” Tanya rehan dengan khawatir


“gue udah menyiksa orang yang berjasa sama keluarga gue dan hidup gue” jelas angga dengan isakan


Dari tadi angga menahannya dan kini pecah juga tangisnya apalagi mengingat papinya mengatakan bahwa wanita yang kemarin malam disiksa dengan cara mengambil keperawanan dengan paksa dan brutal sampai membuatnya kritis dirumah sakit.


“maksud loe apa gue tidak maksud apa yang loe omongin gadis mana” Tanya rehan penasaran


“gadis yang jadi OB disini yang selalu mengantar minuman lantai kita dia istriku karina larasati, yang sudah gue siksa fisik maupun batinnya, gue menyiksanya karena gue beranggapan bahwa ayahnya memanfaatkan papi gue ternyata itu salah papi gue mau menyelamatkan dia karena dia tidak dianggap oleh keluarganya dan hanya dijadikan boneka oleh keluarganya” tangis angga pecah


Rehan yang mendengar terkejut dengan perbuatan sahabatnya tetapi yang bikin darahnya mendidih adalah omongan angga selanjutnya


“gue selalu memukulnya, mencambuknya dan paling parah gue nidurinnya dengan sangat bruntal sampai saat ini masih koma dirumah sakit gue menyesal” sesal angga tapi langsung dapat hadiah dari rehan dan


Brug

__ADS_1


Brug


Brug


“brengsek loe jadi laki bajingan loe gue gak nyangka jika loe bisa melakukan sehina ini bangsat loe” marah rehan yang tidak terima jika perempuan diperlakukan seperti binatang


Rehan sampai matanya memerah karena marah apalagi rehan mengakui kebrengsekannya meniduri banyak wanita tetapi bukan paksaan dari rehan karena suka sama suka dalam berhubungan badan.


“ingat ga dia istri loe jika gue tahu lebih dulu gue bawa lari itu wanita, loe tahu selama ini dia tidak pernah tergoda sama gue yang gila wanita ini awalnya gue hanya anggap biasa ternyata gue mulai tertari sama Karin ternya dia istri loe memang bangsat loe ga” marah rehan yang sudah tidak lagi memanggil nama masa kecilnya lagi


Bug


Bug


Bug


“bodoh dasar bodoh bangsat” teriak rehan dan kemudian pergi meninggalkan sahabatnya yang terkapar dilantai dengan darah mengalir dihidungnya tetapi angga membiarkan saja darah mengalir dan air mata menetes begitu deras akibat penyesalannya


“iya memang gue brengsek gue tidak menyelidiki dulu siapa Karin istriku ini kenapa gue baru menyadari jika seharusnya gue selidiki dulu sosok istriku” batin angga menjerit dalam hati sambil menyesali perbuatannya.


Angga mengingat kembali awal ketemu istrinya Karin dari matanya dia sudah banyak tertekan tetapi marah dihatinya mendomisinya ketimbang empatinya. Apalagi mengingat kepatuhannya membuat angga menyesal sekarang kata menyesal tidak berarti baginya.


Angga berdiri dan meraih tisu mengelap darah asalan dan keluar tujuannya adalah rumah sakit yang selalu di donasikan oleh keluarganya pasti pembantunya membawa kesana karena jika sudah keluarga bagaskara akan diberikan pelayanan terbaik.


Disaat keluar angga di hadang oleh rini seketarisnya tetapi rini kaget melihat wajah bosnya yang babak belur tetapi rini tidak berani bertanya


“maaf pak anda ada miting 10 menit lagi” lirih rini menunduk takut melihatnya karena wajah bosnya seperti biasa tetapi ini terlalu dingin dan datar


Angga mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi sampai malaikat maut sampai keteteran ingin mencabutnya karena saking kencangnya mengendarai mobilnya untung saja ini buka Jakarta jadi tidak terlalu padat apalagi ini bukan jam kerja pulang jadi jalanan longgar dan bisa mengendarai leluasa


Setelah tiba di rumah sakit angga bertanya kepada suster yang berjaga dan menanyakan dimana ruangan karina larasati


“ada yang bisa saya bantu pak” Tanya sang suster


“coba carikan nama karina larasati ada diruangan nomor berapa” angga berbalik Tanya


“tunggu sebentar saya cari dulu ya pak” jawab suster dengan sopan


Angga hanya mengangguk tidak menjawab tetapi jiwanya tidak tenang sepertinya aka nada sesuatu yang terjadi yang tidak diinginkan


“atas nama Karin larasati atas nama keluarga bagaskara ada di ruangan ICU pak”ujar suster


Angga hanya mengangguk tanpa menjawab sang suster dirinya melesat ke ruangan ICU ynag berada di lantai 4.


Sedangkan yang berada di ICU Karin dipindahkan oleh bagas mau dibawa di amarika untuk pengobatan punggung Karin dan mengobati beberapa orang yang lain


Bagas beserta dokter dan suster mendorong bangkar Karin menuju lif keluar untuk keberangkatan hari ini ke amarika. Bagas sudah mengurus semuanya dengan matang bagas ingin memperlakukan Karin layaknya putri sendiri mulai sekarang dan dirinya akan merawat Karin.


Sedangkan angga buru-buru masuk ke ruangan ICU dan tanpa sengaja menabrak salah satu pasien membuat angga berdecak kesal sedangkan bagas dan Karin melewati bagas disaat bagas menunduk mengambil infus yang jatuh

__ADS_1


Bagas, suster, dokter mendorong bankar Karin masuk lif menuju lantai bawah sedangkan angga sudah sampai di ruangan ICU setelah menginti ruangannya kosong tidak ada Karin didalamnya.


Angga ingin masuk memastikan tetapi sang suster keluar membawa beberapa infus habis


“sus pasien yang diruangan ini kemana” Tanya angga tidak sabaran


“oh pasien didalam baru saja keluar pak” jawab suster tetapi angga tidak faham maksud keluar apa Karin sudah sadar dan dipindahkan diruangan lain


“keluar maksudnya gimana sus” ujar angga yang bingung


“pasien yang berada diruangan ini dipindahkan di ke luar negri dan hari ini akan berangkat” jelas suster


Deg


Jantung angga berdetak kencang dirinya akan kehilangan istrinya Karin sebelum meminta maaf


“luar negri mana sus” Tanya tidak sabaran angga


“amerika pak di pindahkan oleh bapak bagaskara” jelas suster lagi


Angga langsung merosot kelantai omongannya papinya tidak main-main ingin menjauhkannya dengan sang istri Karin karena kebodohannya


“pak pak bapak kenapa” panik suster karena anak pemilik rumah sakit ini sepertinya kecewa apa yang diomongkan oleh suster


“sudah berapa lama mereka pergi” Tanya angga lagi sambil berdiri dirinya akan berusaha mengejar papinya untuk meminta maaf atas perbuatannya


“5 menit yang lalu” jawab suster dan angga langsung berlari lewat tangga darurat karena lifnya penuh jadi harus menunggu angga tidak mempunyai waktu untuk menunggu akhirnya dirinya memutuskan untuk lewat tangga darurat


Angga terus berlari sampai keringat bercucuran membanjiri badannya tetapi dirinya tidak peduli yang terpenting dirinya bisa bertemu dengan Karin tetapi sampai bawah mobil yang membawa Karin sudah berjalan.


Kemudian angga berlari ke parkiran untuk mengejar mobil ambulan yang ditumpangi Karin sesampainya diparkiran angga langsung melajukan mobilnya mengejar namun sesampai di pertengahan jalan kearah bandara angga terhalang lampu merah dan harus berhenti sedangkan mobil ambulan yang membawa Karin sudah melesat duluan membuat angga frustasi karena dirinya kehilangan jejaknya


“bitck” umpat angga sambil meninju setir karena dirinya kalah cepat dengan lampu merah


Setelah lampu berubah menjadi hijau angga langsung membawa mobilnya kearah bandara untuk mengejar Karin semoga saja tidak terlambat dirinya dan bisa meminta maaf padanya dan memulai hidup dari awal


Tetapi disaat sudah sampai angga melihat para petugas ambulan sudah menutup kembali pintu bagian belakan itu artinya Karin sudah dikeluarkan dan bisa jadi sudah berada dipesawat apalagi keluarga bagaskara mempunyai jet pribadi kemanapun tidak akan kesulitan.


Angga berlari kearah petugas ambulan untuk mencari informasi


“maaf ,mas mau nanya pasien disini sudah berada dimana” Tanya angga tidak sabaran


“oh pasien ini sudah masuk pesat pak” jawabnya


Angga langsung berlari sekuat mungkin supaya bisa mengejar pesawat yang ditumpangi Karin


“maaf pak kartu identitas anda” petugas bandara mencegah angga


Angga menyerahkan kartu khusus dan langsung berlari kembali disaat angga melihat pesawat masih ditempat membuatnya lega tetapi tiba-tiba

__ADS_1


“Karin” teriak angga sangat keras sampai urat dileher angga keluar dan air mata langsung menetes membanjiri pipinya.


__ADS_2