ISTRI KECIL TUAN ANGGA

ISTRI KECIL TUAN ANGGA
bab 14


__ADS_3

Sudah satu bulan ini Karin bekerja menjadi OB dengan penuh semangat dan sudah satu bulan ini Karin bangun pagi dan membersihkan  rumah jika sudah pukul 6 pagi pasti Karin sudah siap berangkat menggunakan montor buntut pak supri. Banyak yang suka dengan Karin ada juga yang mencibir Karin namun Karin membiarkan semuanya dan rini yang sering mengerjain Karin disaat angga tidak ada dikantor karena dirinya tidak padat pekerjaannya.


Sedangkan angga sudah satu bulan ini jarang dikantor dan selalu keluar kota maupun sampai keluar negri apalagi ada tender besar yang diikuti oleh angga untuk memenangkan tender itu. angga lupa jika dirinya memiliki istri jadi angga merasa bodo amat dengan seketitarnya.


“non sudah mau berangkat” ujar bi siti melihat nonanya memasukkan bekal kedalam tas.


Selama bekerja Karin membekal untuk memakan dikantor supaya jika pekerjaannya sudah selesai Karin bisa makan tanpa harus beli terlebih dahulu karena jika jam istirahat pasti akan disuru-suru untuk membeli makanan keluar jika para kariawan malas kekantin.


“iya bik” jawab Karin sambil tersenyum


“non hati-hati kalau kerja ya” ujar bi siti yang prihatin


“siap bik…ya udah saya berangkat dulu ya” salam Karin kepada bi siti


Setelah berpamitan Karin menuju kantor menggunakan montor butut pak supri sebelum berangkat tadi montornya sudah dipanaskan oleh pak supri supaya nonanya cepat untuk berangkat.


Sekitar jam setengah tujuh Karin sudah berada dikantor dan kegiatan pertama yang Karin kerjakan adalam membersihkan bagian yang sudah ditugaskan oleh kepala OB bapak haris dia sudah bekerja puluhan tahun dikantor ini menjadi OB karena dirinya hanya lulusan SMP saja walaupun hanya kepala OB tetapi pak haris sangat disiplin.


“eh mbak Karin sudah datang pasti yang pertama” sapa haris sang ketua OB


“iya ni pak kalau berangkat siang takut macet” jawab Karin seperti biasanya


“ya udah saya membersihkan lantai atas ya” sambung Karin sambil membawa alat untuk naik kelantai para petinggi disitu Karin ditugaskan biasanya lantai itu pak haris sendiri yang membersihkannya namun angga meminta Karin yang membersihkannya fikir angga supaya Karin menyerah karena sudah membersihkan rumah ditambah membersihkan lantai atas yang sangat luas karena disana ruangannya perorang satu berbeda jika ruangan khusus kariawan hanya ada dua ruangan untuk ketua devinisi dan para kariawan.


Karin ingin membersihkan ruangan derektur namun disangka disaat Karin ingin memasuki ruangan itu Karin ingin mempuka tapi tangannya terhenti karena ada yang keluar dari ruangan yaitu asen manajer keuangan angga.


Asen yang melihat Karin didepan pintu sambil membawa peralatan bersih-bersih kaget tetapi dengan secepat kilat asen mengubah mimik mukanya  supaya tidak dicurigai oleh Karin


“ngapain kamu disini” datar asen


Karin menunduk namun melihat sesuatu seperti persegi panjang ditangan asen namun kecil Karin tidak memahami tanpa curiga


“saya mau membersihkan ruangan pak derektur pak” jawab Karin


“ya udah silahkan jangan sampai kamu menghilangkan berkas-berkas penting” ujar asen yang tersenyum licik jika nanti ketahuan sama angga asen akan mengambing hitamkan OB bodoh ini itulah yang ada dalam fikiran asen saat ini


“baik pak” jawab Karin sambil menunduk


Setelah asen pergi Karin memasuki ruangan sang derektur membersihkan dengan teliti dan hati-hati tau sendiri yang mempunyai ruangan ini galaknya seperti apa. Setelah selesai Karin keluar dan membersihkan ruangan yang lain. Disini Karin membersihkan hanya seorang diri biasanya haris membersihkan bersama rekannya tetapi Karin disuruh angga membersihkannya sendiri


Setelah selesai semuanya Karin meletakkan peralatan bersih-bersih ditempat semula dan Karin mengisi perutnya dengan dua lembar roti karena nasinya akan dimakan nanti disaat pekerjaan mengantar kopi ataupun the selesai dan kini semua kariawan sudah berdatangan dan menempati mejanya masing-masing.


“hari ini pak angga mengadakan metteng dadakan”


“iya ketua devinisi sampai ketakutan”


“ada apa ya kok dadakan seperti ini”


“entah saya juga tidak tahu padahal baru nyampai loe dari luar negri”


Karin mendengar obrolan para kariawan setelah mengantar kopi dan teh


“ternyata tuan sudah pulang apakah sesibuk itu sampai tidak pulang entahlah yang penting aku aman” batin Karin melenggang pergi kearah tempat OB bisa dibilang dapur kantor


Disaat Karin menghela nafas akhirnya pekerjaannya selesai dan akan memakan bekalnya namun ada seorang memanggilnya dengan terburu-buru


“rin Karin” panggil wati teman satu OB yang menjadi teman ngobrol selama satu bulan ini meraka hanya beda satu tahun tuaan Karin


“ada apa sih wat kok loe sampai ngos-ngosan” Tanya bingung Karin

__ADS_1


“loe dipanggil keruangan metteng” jawab wati sambil menghirup oksigen pasalnya wati langsung berlari karena sang derektur didalam ruangan metteng marah-marah sampai mukanya memerah dan rehan juga mukanya yang datar biasanya rehan ramah kini wajahnya datar


“kenapa gue dipanggil” balas Karin bingung mengapa dirinya di panggil ruangan metteng Karin jadi cemas takut terjadi sesuatu padanya.


“buruan ayo gue temani” ujar wati


Karin berjalan menuju ruangan metteng dengan cemas dan khawatir takut dirinya melakukan kesalahan tanpa di sadari oleh dirinya sendiri


Karin membuka pintu setelah mengetuk pintu semua orang memandang Karin benci, Karin semakin menundukkan kepalanya takut ada apa ini sebenarnya kenapa mereka memandang aku seperti tidak suka. Sedangkan haris sang ketua OB juga sudah ada disana dengan wajah menunduk seperti ketakutan Karin makin takut apakah dirinya akan di marahi Karin tidak akan menjawab jika sudah dibentak-bentak.


“jawab pertanyaan saya jangan sampai anda berbohong jika berbohong saya akan mempenjarakan anda” tegas angga tanpa bentak namun auranya sangat menusuk


“ba-ik pa-k” jawab terbata Karin sambil meremas ujung bajunya apalagi kringatnya sudah bercucuran


“apakah anda yang membersihkan ruangan saya” Tanya datar angga dan tatapannya tidak lepas dari Karin


“i-ya pa-k” jawab terbata Karin,


“apakah anda mengambil data dari ruangan saya” Tanya angga datar dan tegas. Angga menahan emosinya supaya tidak menghajar Karin dikantor ini bisa angga dilaporkan penganiayaan


Karin menggeleng data apa itu bentuknya seperti apa Karin tidak faham dan tidak mengerti melihat kertas-kertas dengan banyak tulisan saja dimeja Karin tidak faham apalagi data yang dimaksud angga


“say-a tidak tahu ya-ng di-maks-ud tu-an” ucap terbata karin semakin meremas ujung bajunya


Seketika rahang angga mengeras dengan ucapan Karin apalagi matanya sudah memerah marah semua kariawan yang ada diruangan ini sampai bergidik takut melihat angga sangat menyeramkan dengan tatapan yang tajam


“apakah saya percaya disini jelas anda yang masuk keruangan saya pasti anda yang mencuri data saya katakana jangan berbohong” bentak angga menggelgar sampai semuanya kaget dengan suara nyaring angga


Karin yang dibentak langsung mengeluarkan air matanya karena takut dengan bentaan tuannya


“apakah anda tahu data itu sangat penting untuk saya apakah anda tahu data itu bernilai 14M apakah anda bisa menggantinya” bentak angga sambil menggebrak meja dengan berkas yang dipegangnya sampai Karin terlocat kaget


“tubuh anda aja tidak akan cukup untuk membayar semua kerugian ini jika dijual” bentak’an dan hinaan angga terlontar begitu menyakitkan


Karin merasa tersayat hatinya dengan perilaku angga yang menyandang setatus suami tetapi ada seseorang dengan senyumannya dibalik kesusahan Karin yaitu asen.


Asen lah yang mengubah CCTV yang berada di depan ruangan maupun didalam ruangan semua dilakukan asen untuk jaga-jaga. Asen yang mencuri data tersebut untuk dijual keperusahaan lain yaitu perusahaan musuh angga asen tersenyum kemenangan bahwa rencananya berhasil dan uang dikantong.


Karin memberanikan diri untuk menatap mata angga pertama kalinya dengan lelehan air mata yang begitu menyakitkan bagi Karin dengan tuduhan dan fitnahan ini.


“sungguh tuan saya tidak mencuri data yang tuan maksud saya hanya membersihkan seperti biasanya” berani Karin namun angga malah mencengkram rahangnya karena sudah berani melawan dirinya


“anda disuruh perusahan mana jawab” bentak angga sambil mencengkram rahang Karin dengan kuat sampai-sampai semua kariawan meringis melihatnya namun mereka tidak berani untuk memisahkannya jika ingin aman


“sudah ga bisa mati anak orang” ujar rehan yang kasihan sama Karin


Sebenarnya dari apa yang rehan lihat ada gejanggalan yang rehan dapat rehan percaya bukan karinlah pelakunya ada yang menumbalkannya sehingga seolah-olah karinlah yang mencurinya. Rehan tahu dari matanya bahwa Karin tidak ngerti apa yang data maksud oleh angga


“biar mati sekalian dasar penghianat” pekik angga pas dimuka Karin


Rehan berusaha melepaskan cengkraman angga karena rehan melihat Karin sudah meringis kesakitan. Rehan sedikit mendorong atasannya supaya angga melepaskannya


“loe bela penghianat ini” bentak angga namun rehan hanya datar jika angga sudah emosi rehan hanya memandangi saja dan


“kita bisa menyelesaikannya tanpa menyiksa” ujar rehan menenangkan emosi sahabatnya namun angga langsung menarik tangan Karin dengan kasar keluar dari ruangannya sampai Karin tidak bisa mengimbangi  sedangkan rehan berusaha mencegah angga dan mengejarnya supaya angga tidak gegabah mengambil tindakan nanti akan menyesal dikemudian hari.


Melihat kejadian itu kariawan diruangan ini menegang melihat bosnya menarik Karin seperti OB termasuk asen yang juga ikut menegang. Asen gak nyangka jika bosnya jika marah akan semarah itu dan tidak manusiawi apalagi untuk para penghianat.


Setelah sampai parkiran angga membanting Karin masuk kedalam mobilnya sampai kepalanya membentur bagian depan mobil sampai keningnya mengeluarkan darah.

__ADS_1


“angga loe gila ya” bentak rehan pasalnya rehan melihat angga membanting Karin dengan kasarnya


“loe gak usah ikut campur” tegasnya angga kemudian memasuki mobilnya dan melesat meninggalkan rehan dengan teriakannya


Sedangkan Karin sangat dilanda ketakutan apalagi angga mengendarai mobil diatas rata-rata Karin terus berdoa jika hari ini adalah hari terakhir maka Karin hanya satu permintaanya adalah meminta maaf atas kehidupannya selama ini.


Angga membawa mobil dengan ugal-ugalan banyak orang yang mengumpat karena kecerobohan angga saat sampai dikediaman yang biasa Karin tidur angga menarik Karin dengan kasar sampai pak arman meringis melihat nonanya sudah sangat berantakan.


“ada apa ini kenapa tuan menyeret nona seperti binatang semoga nona tidak apa” lirih arman yang melihat Karin ditarik dengan kasarnya oleh angga


Sama hal oleh bi siti yang melihat majikannya yang sudah lama tidak kelihatan namun matanya melotot disaat angga menyeret Karin seperti binatang disaat naiki tangga Karin terjatuh namun masih tetap diseret oleh angga tanpa rasa kasihan


“ya tuhan nona ada apa ini” lirih bi siti yang sudah meneteskan air matanya yang tidak tega melihat nonanya namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Sesampainya di kamar angga yang bernuasa sliver Karin dibanting dengan keras tidak memperdulikan sakit atau tidak. Angga mengunci pintunya supaya tidak ada pengganggu untuknya


Angga melepaskan ikat pinggang terbuat dari kulit ular yang harganya ratusan juta langsung mengarah kea rah Karin dengan menyambuk menggunakan ikat pinggangnya


CRAR


CTAR


CTAR


“Aw aww ampun tuan hiks hiks” suara kesakitan Karin menjerit karena punggungnya di cambuk dengan keras sampai lengan yang memakai baju lengan pendek langsung cap merah dan berdarah


“anda jual kemana data tersebut” bentak angga


“saya tidak tahu tuan hiks hiks” jawab Karin sambil menangis


CTAR


CTAR


Suara cambuk yang keras sampai melengking dikamar angga yang sudah satu bulan tidak dihuni


“ampun tuan hiks hiks” tangis kesakitan karena tangannya sudah berdarah akibat cambuk mingkin punggungnya juga berdarah akibat  cambukan yang diberikan oleh angga


“sebelum saya bertindak lebih kemana data yang anda curi” bentak angga sambil mencambuk angga


CTAR


CTAR


CTAR


Tiga cambuk’an terakhir langsung membuat Karin tidak sadarkan diri Karin pingsan di lantai dengan darah yang mengalir ditangan dan punggung karena baju bagian punggung ada noda merah apalgi Karin memakai baju warna blue yang identik baju OB


Angga berteriak memanggil nama Karin bukan menyesal malah semakin emosi angga nyeret Karin kekamar mandi dan langsung diguyur air dingin seperti es. Karin yang pingsan langsung bangun dan meringis kesakitan karena luka-lukanya terkena air ditambah airnya air dingin sampai Karin menjerit tertahan akibat badannya sangat perih.


“ampun tuan ampun hiks hiks hiks” Karin memohon supaya angga melepaskannya namun angga sudah malah menampar Karin sampai membentur dinding kamar mandi dan mengeluarkan cairan anyir dari dahinya dan Karin tidak sadarkan diri. Angga melempar shower ditubuh Karin dan keluar kamar


Sedangkan bi tidi yang mendengarkan teriakan-teriakan haya bisa memandang dari bawah dan berdoa semoga nonanya baik-baik saja. Disaat bi siti melihat tuannya bi siti pura-pura menyapu supaya tidak dicurigai oleh tuannya


“urus penghianat itu jangan dibawa kerumah sakit jika bibi melanggar akan sama nasipnya seperti penghianat itu” ucapan tajam angga dan bik siti yang melihat aura tidak bersahabat langsung mengangguk


“baik tuan”


***

__ADS_1


Ya ampun Karin kasihan bener nasib kamu gimana keadaan Karin ya semoga baik-baik saja jangan lupa komen,


__ADS_2