ISTRI KECIL TUAN ANGGA

ISTRI KECIL TUAN ANGGA
bab 6


__ADS_3

Bab 6


Seiring berjalanan waktu kini gadis cantik duduk di depan cermin tidak henti-hentinya melelehkan air matanya di pipi padahal dirinya masih di make up dirinya menangis bukan karena menikah karena sang ayah tidak mendampinginya.


Dua bulan sudah tanggal yang disepakati oleh kedua pihak keluarga walaupun acaranya tidak mewah namun ini sakral bagi Karin.


Karina larasati hatinya sedih karena wali nikahnya bukan ayah kandungnya namun ayah tiri karena ayah arga anak tunggal dikeluarganya dan kini walinya digantikan ayah rusdi itu yang bikin Karin sedih apalagi rusdi memperlakukan Karin seperti tiada tidak pernah ditanya kapan makan? lagi apa? sama siapa? Walaupun pertanyaannya simple tapi itu bermakna buat seorang anak apalagi ibunya yang sudah dibutakan dengan uang hanya uang yang diurusi padahal dahulu sebelum ayah arga meninggal sang ibu lah yang paling sayang padanya namun kini dirinya sendiri hanya kertas kosong dan tinta yang menjadi sahabatnya.


Clek


“rin kok loe nangis” Tanya rara setelah memasuki kamar Karin


Karin menghapus air matanya dan tersenyum untuk sahabatnya yang setia ini hanya mereka yang Karin punya saat ini


“gue hanya ingat ayah arga seharusnya dia jadi wali gue” isak tangis Karin yang menyayat hati


Rara dan indah langsung memeluk Karin untuk menguatkan bahwa Karin tidak sendiri


“loe yang sabar ayah arga pasti bahagia anak gadisnya mau nikah” ujar indah menenangkan


“udah jangan nagis calon manten pamali nangis” ujar rara menghapus air matanya Karin


“terimakasih kalian masih mau anggap gue sahabat kalian” ujar tulus Karin


“jangan bilang gitu kita kenal sudah lama jadi jangan sungkan jika loe butuh apa-apa”sahut rara


“betul kata rara loe harus cerita jika terjadi apa-apa sama loe” sambung indah


Karin mengangguk “pasti gue akan cerita jika terjadi sesuatu hanya kalian keluarga gue” ucap tulus


“udah jangan nangis biar indah yang memperbaiki make up loe” ujar rara


Indah membenarkan make up Karin yang sedikit berantakan karena terkena air matanya


Tidak terasa mempelai laki-laki sudah datang dan duduk dihadapan penghulu semua acara ini di hendel oleh sinta dan indi sedangkan angga sering lembur kerja untuk menghindari kedua orang tuanya apalagi dirinya sering tidur di kantor alas an banyak kerjaan. Angga tidak memperdulikan Karin namun Karin juga sama baru kemarin dirinya ujian terakhir dan sekarang sudah mau ijab sah.


Karin diapit keluar dengan kedua sahabatnya di kanan indah dan dikiri rara. Karin terlihat cantik walaupun dengan make up tipis ala kadar karena indi sengaja tidak mengundang tukang rias yang disuruh sinta katanya sayang uang banyak hanya untuk merias untuk satu jam jadi indi mengundang make up yang murahan 150 ribu permuka sedangkan sinta memberikan uang lima juta bayangkan keterlaluan memang indi padahal yang menikah anak kandungnya untung saja ada indah yang mendandani make up Karin menjadi cantik dengan balutan kebaya putih terlihat bersinar.


Angga yang awalnya menatap cuek kearah lain dengan muka datar dan dingin kini dirinya mendongkrak melihat Karin yang terlihat cantik angga sedikit terpesona namun sedetik berikutnya dirinya bisa menguasai wajahnya lagi seperti biasa datar. Apalagi dirinya sering ketemu berbagai claien  diluaran sana jadi angga pintar menyembunyikan ekspresinya.


Karin duduk di dekat angga dengan wajah menunduk karena dirinya merasakan dag dig dug hatinya walaupun hanya keluarga saja ditambah ketiga sahabatnya Karin yang menghadirinya


Tatapan angga hanya kedepan tanpa menoleh kemana-mana dirinya banyak yang ada di otaknya saat ini dikiranya apakah benar pernikahan ini yang terbaik apalagi waktu mau tunangan dengan rosa namun malah ditinggal pergi dengan kedok mau berkarir tidak mau menikah diusia mudah. Dua tahun lalu angga juga sempat mau bertunangan dengan gadis model cantik rosa amalia namun gara-gara tergiur dengan kontrak di Paris akhirnya rosa memilih meninggalkan angga dan mengejar cita-citanya padahal angga mati-matian menyakini papinya dan meminta restu padanya disaat direstuinya malah rosa pergi meninggalkannya angga sempat depresi satu bulan hanya mengurung diri dikamar.


Dan pada akhirnya kini dirinya menikah dengan gadis tujuh belas tahun baru kemarin ujian akhir kini dirinya harus menikahinya agama dan Negara bisa dibayangkan dirinya seperti pendofil kelamin saja menikahi anak kecil yang terpaut jauh sebelas tahun namun kenapa papinya menjodohkan sangat jauh sekali.

__ADS_1


Lamunan angga dibuyarkan dengan papi bagas menabok paha anaknya yang bengong dari tadi


Angga menoleh melihat papinya yang melotot dan tatapan datar dengan mengkode menggunakan arah mata angga faham bahwa dirinya harus fokus


“bagaimana saudara angga apakah siap” Tanya pak penghulu


“siap” datar angga


“bagaimana saudara Karin apakah sudah siap” Tanya pak penghulu


Karin hanya mengangguk dan menunduk sambil meremas tangannya satu sama lain


“baiklah dengarkan ya ini yang menjadi walinya adalah saya karena berhubung ayah kandung nona Karin meninggal jadi walinya membeli” ujar pak penghulu


Angga terkejut jika Karin bukan anak kandung rusdi angga menengok kesamping melihat Karin yang gugup dan dari tadi hanya menunduk saja


“nak angga bagaskara dengarkan saya baik-baik” ujar pak penghulu sambil menyodorkan tangannya


Angga mengangguk dan menjabat tangan pak penghulu


“nak angga bagaskara bin william bagaskara  saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan karina larasati binti alm arga julianto dengan maskawin emas 100 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai” ucap pak penghulu dengan lantang


“saya terima nikahnya dan dan kawinnya karina larasati binti alm arga julianto dengan mas kawin dibayar tunai” satu tarian nafas dengan suara lantang tanpa belajar sama sekali kini dirinya sah menjadi suami karina larasati


“gimana para saksi”


Karin yang mendengarkan langsung meneteskan air matanya dirinya sekarang bukan gadis lagi tapi sudah menjadi seorang istri dan pastinya tidak bisa bebas seperti masih gadis dahulu dan didalam hati Karin “yah anak ayah sudah menikah harusnya ayah ada disini menyaksikannya aku nikah walaupun pernikahan ini bukan dasar kemauanku tapi aku akan mempertahankan pernikahan ini” itulah janjinya didalah hati setelah selesai ijab Kabul yang di ucapkan angga


Namun berbeda dengan angga yang akan membuat pernikahan ini seperti di neraka karena habis ini dirinya akan pindah di rumah yang dibelinya karena menurut angga Karin hanya mengincar hartanya saja dalam benak angga Karin merayu papinya supaya bisa dinikahkan oleh dirinya.


Karin mencium tangan angga dengan gemetar sedangkan angga mencium jidatnya Karin hanya formalitas aja di depan keluarga setelah selesai angga dan Karin menandatangani surat-surat yang diberikan oleh bapak penghulu dan menyerahkan buku nikah mereka.


Acara foto-foto telah dimulai kini silvi memeluk Karin dengan erat karena melihat kondisi silvi yang habis koma dan dirinya menyempatkan untuk bisa datang walau dengan depat sangat panjang silvi tahu sahabatnya ini adalah orang yang paling rapuh diantara mereka.


“loe baik-baik ya kar jika ada apa-apa kabarin gue ya jangan lupa jadi istri yan penurut layani suamimu jangan pernah membantah” ucap silvi menasehati sahabatnya padahal ibunya sendiri tidak menasehati atau ngasih wewejeng untuk anaknya ini malah sahabatnya orang yang lebih muda dari ibunya.


“iya sil makasih y aloe sehat-sehat habis ini kita jarang kumpul lagi karena rumah gue jauh” ujar Karin dan melepaskan pelukannya


Angga kaget melihat intraksi Karin dan sahabat-sahabatnya karena selama ini Karin hanya mengangguk namun jika sama sahabatnya Karin juga banyak bicara.


“loe sering-sering balas grub kita ya”sahut indah


“benar jangan hanya dikamar saja” sambung rara


Silvi nabok tangan rara karena mulutnya tidak bisa difilter apalagi Karin masih polos pasti tidak tahu masalah malam pertama

__ADS_1


“mulut loe ra jangan kotorin otak Karin…karin belum ngerti seperti itu” ujar silvi


“biarin nanti di diajari juga sama pak angga” balas rara


Silvi hanya memotar bolanya malas dan kini mereka berempat berfoto ria sedangkan angga duduk dan menatap henponnya.


Seorang wanita yang terburu-buru karena pasti sudah telat keacara nikahan sahabatnya gara-gara anaknya syafia rewel jadi dirinya menenangkan anaknya dahulu wanita itu lia


Tapi disaat mau masuk kerumah Karin dirinya tidak sengaja menabrak orang yang memakai jas formal yaitu rehan atmaja seketaris angga sekaligus orang kepercayaan angga di kantor


“awwwstttt” ringis lia karena ditabrak sampai pantatnya menyentuh lantai kramik


“eh maaf saya gak liat” ucap rehan sambil membantu lia


“gila loe bilang gak liat apa loe buta melihat gue segini gedenya” omel lia sambil mendorong dada rehan supaya minggir dari hadapannya


Rehan hanya tercengang melihat kelakuan gadis yang ditabraknya itu apalagi memakai pakaian seksi


Akhirnya rehan masuk ke acara angga apa yang dilihat sungguh mencengangkan bagaimana tidak mencengangkan wanita yang tadi galaknya seperti singa kini tersenyum lembut dan bisa tertawa


Rehan berjalan kearah angga yang duduk dan memainkan ponselnya


“hay bro selamat atas pernikahanmu” ucap selamat rehan namun yang diucapkan hanya cuek-cuek saja


“gak usah terlalu lebay ini acara biasa aja” ucap datar angga


“itu istri loe cantik jika loe tidak suka bisa buat gue” ucap rehan memandangi bebetapa gadis bersama Karin


Angga langsung memandang tidak suka sama rehan yang suka ngamar ini


“gak usah ikut campur” tegas angga datar


“jangan lupa malam pertama loe harus gol nanti meleset” canda rehan dan mendapatkan pelototan dari angga


Pasalnya angga tidak mungkin melakukannya karena itu tidak mungkin angga menyentuh anak kecil seperti Karin


“bro loe kenal sama cewek yang pakai baju emas itu” Tanya rehan yang tidak lepas dari lia


“gak” singkat angga yang fokus ke henpon lagi


“itu kan temen istri loe masak gak tahu” Tanya rehan


“gue gak peduli” jawab angga datar


“ya ela-“ucapan rehan terpotong

__ADS_1


“jika loe mau tahu samperin terus aja kenalan bawa aja ke hotel jika loe mau dia jangan banyak nanya” ucap serius angga


“ya elah gitu aja marah tadi gue nabrak dia loe tahu dia marah-marah seperti macan tutul” cerita rehan namun tidak ditanggepi sama angga sama sekali.


__ADS_2