
Satu minggu sudah dimana sekeluarga menyepakati pertunangan antara karina larasati dengan angga bagaskara karena pertunangan ini tertutup hanya dihadiri oleh para keluarga inti dan sahabat dekat Karin saja. Sebenarnya Karin takut dan gugup dengan orang yang ada didepannya ini namun karena terpaksa dirinya hanya bisa pasrah saja.
Angga terus menatap orang yang disebut tunangannya yang selalu menunduk selama bertemu dua kali ini angga melihat tunangannya itu tidak pernah menatapnya dan berbicara hanya menjawab iya dan tidak saja. Angga beranggapan ini adalah taktik yang diberikan oleh Karin supaya Karin bisa leluasa menguasai hartanya siapa yang mau orang menikah dengan umur terpaut jauh apalagi dijaman sekarang ini sangat jarang.
Kini angga memasukkan cincin ke jari manis Karin yang sudah dingin karena takut angga sebenarnya sempat kaget dengan tunangannya ini namun angga bodo amat angga tetap menyalahkan Karin karena sudah menerima pertunangan ini sampai kapan pun akan begitu. Sekarang gentian Karin yang memasangkan cicin dijari manis angga dengan tangan gemeteran namun tetap masuk kejari angga.
“akhirnya selesai sudah acara tukar cincinnya makasih ya nak” ujar rusdi sepontan dengan memeluk angga namun angga tidak membalas pelukan sang ayah mertuanya sama sekali
“hmmm” guman angga dan rusdi dengan senyum canggung karena dapat respon seperti itu dari calon mantunya namun lebih mendomisi yaitu rasa bahagianya karena mendapatkan mantu orang kaya
“selamat ya nak” ujar indi yang memeluknya dengan belagak menyayangi anaknya padahal diluar ekspetasi mereka
Bagas dan sinta juga memberi selamat kepada mereka berdua dengan memberi pelukan
Kini mereka ada di meja makan selepas habis membahas tanggal pernikahan yang akan di gelar dua bulan lagi selesai Karin ujian dan itu disepakati oleh semua pihak keluarga . angga mengajukan syarat kepa kedua orang tuannya untuk pernikahan di langsungkan secara tertutup dengan alasan kasihan Karin masih bocah takutnya tidak kuat dengan dunianya walaupun sebenarnya benar namun angga menganggapnya hanya alibi saja supaya tidak ada yang mengetahui setatusnya di public sampai dirinya bercerai dengan Karin dengan alas an tidak cocok.
Usulan angga diterima dengan kedua orang tuanya maupun orang tua Karin sebab itu juga benar apalagi pesaing angga sangat banyak didunia luar
Kini angga dan Karin duduk di gajebo belakang rumah Karin namun yang duduk hanyalah Karin sedangkan angga hanyalah bediri menghadap ke air mancur. Lama merereka diam taka da kata sama sekali namun angga memulai ucapannya karena tidak tahan karena Karin hanya diam. Biasanya cewek itu akan brisik jika sudah tahap pernikahan apalagi angga memutuskan untuk menikah tertutup hanya dihadiri pihak keluarga saja.
Angga bingung dengan wanita saat ini yang ada di belakangnya ini kenapa dari tadi hanya diam tanpa mengajukan protes sama sekali dan juga tidak menentang pertunangan ini sama sekali.
“huff kenapa anda menerima pertunangan ini” Tanya angga datar dan dingin seperti biasa
Karin masih diam diberikan pertanyaan seperti itu Karin akan diam jika orang tersebut masih baru tapi jika sudah sama sahabatnya masih Karin akan banyak bicara dengan keluarga saja Karin selalu diam. Diamnya Karin hanyalah takut kepada mereka yang berbicara keras.
Angga yang tidak mendapatkan respon dari calon istrinya membalikan badan dan mencengkaram wajah Karin yang awalnya menduduk sampai mendongkrak keatas. Mata Karin memandang wajah di depannya ini dengan nyata, wajahnya dingin, tegas dan tatapan tajam yang selalu Karin takutkan
Angga mencengkram kuat wajah Karin sampai sang empu meringis kesakitan dan lelehan air mata sudah terjun dipipinya yang memang mulus.
“jika anda tidak mau bicara akan saya cabut kepala anda ini” ucapan angga menusuk dengan tatapan tak kalah tajam Karin sampai
“ma-af” suara yang tertahan karina sampai membuat dirinya tak sanggup untuk berbicara
“saya nikah dengan anda karena saya ingin berbakti sama kedua orang tua saya kenapa anda mau bertunangan dengan saya bodoh” teriakan tertahan angga sampai membuat wajah nya memerah dan matanya melotot
Karin tidak bisa berbuat banyak kali ini dirinya hanya menuruti dulu sebelum papa arga belum meninggal Karin selalu dimanjakan ibu Karin indi juga sayang sama Karin namun kini Karin selalu di manfaatin ayah tirinya untuk membujuk silvi supaya perusahaannya di suntikan dana Karin nurut apa yang diomongkan ayah tirinya semua hanya tercurahkan setiap tinta yang Karin coretkan.
Karin hanya mengangguk mendengar ucapan tajam dari angga yang sangat melukainya namun hatinya sudah selalu terluka semenjak ibunya menikah dengan rusdi
“jika kejadian ini bocor anda akan saya perkosa dan saya buang anda di antartika mau” tegas angga
Karin lagi-lagi mengangguk tanpa membuka mulutnya sebenarnya membuat angga sebal dengan Karin bagaimana mau dijadiin istri di bentak seperti ini aja langsung nangis apalagi pas malam pertama mungkin kabur duluan.
Angga melepaskan cengkramannya kemudian pergi meninggalkan Karin yang menangis sampai isakkannya tidak mau berhenti
Tanpa disadari ada yang melihat kejadian itu yaitu pembantu rumah tangga yang sangat baik kepada Karin dirumah ini tidak ada yang menganggap Karin namun bibik sumi lah yang selalu baik Karin juga selalu membantu bik sum jika hari libur sekolah ibu Karin menikah lagi dengan ayah tirinya dirinya kelas 1 SMP setelah seratus hari ayah arga meninggal.
Yoalah ndok uripmu kok yo sengsoro teros padahal kowe ki wong apik gor kowe ki ora wani ngelawan batin bik sum yang ada di belakang pintu dapur
(yoalah nak hidupmu selalu saja sengsara padahal kamu orang baik hanya kamu tidak berani ngelawan)
__ADS_1
Bik sum yang tidak tega langsung menghampiri Karin dan memeluk Karin sedangkan Karin langsung memeluk bik sum dengan erat sekali menumpahkan rasa takut dan kesedihannya selama ini
“udah ndok seng sabar ono bibik nang kene” ujar bik sum dengan mengelus punggung Karin
(udah nak sabar ada bibik disini”
“bik hiks hiks hiks aku gak kuat hiks hiks” ujar Karin dengan tangisannya
“kowe ojo ngomong ngono ndok ono bibik seng sayang karo kowe ono non silvi dan konco laine yo seng sayang kowe, awakmu di okehi sabar ya ndok” ujar bi sum juga dengan meneteskan air matanya
(kamu bicara apa nak ada bibikyang sayang sama kamu ada non silvi dan sahabat lainnya juga sayang sama kamu, kamu dibanyaki sabar ya nak)
Karin melepaskan pelukannya dan bik sumi menghapus air mata Karin dengan senyuman, senyuman itu untuk menguatkan hati Karin
“terima kasih ya bi sudah selalu ada untuk Karin” ucap tulus Karin
“kowe ki ngomong opo kowe wong apik lek ono opo-opo ngomong karo bibik ya” ucap tulus bi sum
(kamu itu bicara apa kamu orang baik jika ada apa-apa bilang sama bibik ya)
“Karin!!!! Teriakan indi menggelgar di ruangan belakang
Karin dan bik sumi langsung kaget mendengar suara ibu dan majikannya yang selalu teriak-teriak jika dirumah padahal indi dahulu selalu kalem ini entah kenapa selalu saja teriak jika dia berbicara
“cepet rono ibumu wes bengok-bengok dari pada kowe engko di puku wes ojo sedih inget ono bibik” ujar bik sumi
(cepat kesana ibumu sudah teriak-teriak dari pada kamu nanti dihajar sudah jangan bersedih ingat masih ada bibik)
“iya bik terima kasih” ujar Karin langsung menghapus air matanya dan meninggalkan bibik menuju sang ibu yang sudah mereog
Setelah sampai keruangan tamu dimana keluarga bagaskara di sana Karin diperlakukan dengan lembut seperti tidak terjadi apapun
“maaf ya jeng ini Karin kebiasaan main sama ikan katanya kasihan jika tidak diberi makanan padahal kalian belum disini sudah dikasih makanan” ujar lembut indi
“iya gak apa ya Karin om mu juga suka memelihara ikan dirumah” balas sinta dengan senyum tulusnya
“ya udah mi kita pamit dulu kasihan angga ada ketemu sama reyhan” ujar bagas
“ohya pak rusdi dan buk indi kita pamit dulu terimakasih jamuannya jangan lupa ya Karin satu minggu kita fitting baju” ujar sinta
“iya jeng maaf tidak bisa menjamu yang mewah” sahut indi
“jangan gitu kita sebentar lagi akan menjadi keluarga” jawab sinta
Indi hanya tersenyum mendengarkan kata keluarga sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya seperti itulah batin indi disaat mendengar keluarga
“ya sudah pak rudi saya pamit” ucap bagas dingin seperti biasanya padahal mereka mau menjadi besan sebentar lagi namun ekspresi bagas tetap dingin sampai sinta ngomel-ngomel jika sudah sampai rumah
“iya pak terimakasih ya sudah mau menerima anak kami” senyum sedari tadi tidak pernah luntur dari wajah ayah tiri Karin itu
“iya sama-sama” singkat bagas kemudian memandang Karin dari tadi hanya menunduk
__ADS_1
Sabar nak om akan melepaskan mu dari orang biadab seperti mereka batin bagas yang sepertinya kasihan dengan keterangan anak buahnya Karin tidak diperlakukan layaknya anak tiap hari selalu mendapatkan omelan teriakan dan tekanan dari ayah tirinya dan ibu kandungnya sendiri itu yang bikin bagas murka.
Angga dari tadi hanya diam dan mengecek email dari ponselnya dirinya melampiaskan bekerja ketimbang pertunangan bodoh ini.
Keluarga bagaskara akhirnya pergi meninggalkan kediaman rusdi. Angga membawa mobil sendiri meminta izin mau keapatermen reyhan namun itu hanya bohong saat ini angga menuju ke clap malam
Setelah sampai angga memakirkan mobilnya ditempat parker VIP jika parker disitu penjaga langsung memberikan akses tanpa berbelit-belit kareana pasti orang kaya.
“pesan voka satu yang akohol” ujar datar angga sang bender di clap mala mini bingung karena orang yang berada didepannya ini adalah orang baru
“mas baru masuk sini” Tanya sang belender
“iya “ jawaban yang singkat sang bender hanya mengangguk dan menyiapkan pesanannya
Anga meminum pesanannya untuk pertama kalinya dirinya meminum minuman haram ini kini sudah tiga gelas sudah angga meminumnya dengan sekali teguk saja tiba-tiba telponnya berbunyi
Angga yang sudah setengah sadar mengambilnya di saku celananya dan melihat siapa yang nelpon ternyata reyhan asisten bodohnya
“hallo” ujar angga yang sudah mabuk
“hallo loe dimana kok bising banget anjing” ujar diseberang telepon
“hahaha anjing bilang anjing” kekeh angga
“loe dimana bangsat” pekik reyhan yang sebenarnya khawatir karena sahabatnya itu tidak pernah berada di tempat seperti itu
“mau tahu banget kamu nanti kamu malah nangkring lagi kalau gue kasih tahu soalnya disini banyak cewek-cewek cantik tapi aku gak nafsu” ujar ngelantur angga
Angga setelah selesai ngomong meletakkan HP nya di meja belender tapi telponnya tidak di matikan
“bangsat ya loe" pekik reyhan yang sudah gusar dari tadi apalagi mendengar angga memesan minuman lagi
“maaf ini siapa” Tanya sang belender akhirnya sang belender mengangkat telpon yang masih menyala karena tuannya sudah mabuk dengan racuan yang tidak jelas padahal hanya meminum lima gelas saja
“saya sahabatnya kemana yang punya hp ini” ujar rehan gusar
“yang punya hp ini sudah mabuk apakah anda bisa kesini karena banyak yang mengincar dia” ujar belender clup itu karena banyak wanita yang menatap penuh nafsu dan minat
”baiklah tolong share lokasi” ujar rehan
“baik mas” jawabnya
Tanpa menunggu lama rehan sudah mendapatkan lokasi sahabatnya itu kini rehan langsung meluncur kelokasi yang diberikan si belender tersebut
Setelah sampai melihat angga yang terus-terusan minum jika tidak dikasih angga akan mengamuk jadilah sang belender mengalah pikirnya bentar lagi juga mau dijemput
“ya ampun angga memang bangsat loe ya kenapa loe mabuk sih” omelnya yang geram melihat kelakuan sahabatnya
“loe ngapai disini mau nangkring ya” Tanya angga dengan khas mabuknya
“rasanya pengen gue tonjok deh loe ga” ujar rehan memapah tubuh angga yang besar setelah membayar minuman angga
__ADS_1
“rey loe tahu hari ini gue tunangan sama cewek cupu dan masih kecil menurut loe gimana pasti sekali sogok bakalan pingsan” guman angga sambil berjalan di parkiran dan memasukkan tubuh besarnya di mobil
Sebenarnya rehan penasaran dengan omongannya besok aja jika sudah sadar di tanyakan oleh rehan kini dirinya harus ke apatermen karena angga sudah mutah-mutah di mobilnya membuat rehan geram awas aja jika besok loe tidak mau ngasih bonus buat gue grutu rehan