ISTRI KECIL TUAN ANGGA

ISTRI KECIL TUAN ANGGA
bab 2


__ADS_3

Setelah semua selesai untuk miting siang akhirnya angga kembali kediamannya karena sinta sang mama terus menelponi karena menanyakan kenapa sang putra belum datang padahal sudah menunjukkan jam 10.000 apakah sang putra lupa ada janji namun tidak mungkin.


Angga akhirnya sampai kediamannya di sana ada mobil mewah namun tidak semewah punya dirinya. Angga memasuki rumahnya dan melihat pasangan paruh baya dan anak gadis mungkin jika dilihat masih duduk SMA.


“eh nak kamu sudah pulang” Tanya sinta sambil tersenyum dan langsung mendekati sang anak untuk duduk dikursi


“iya mi kata mami ada tamu mana” angga malah Tanya balik


“kenalin ini om rusdi dan tante indi dan ini putrinya karina” ujar sinta kepada angga sang putra


Karina larasati umur 18 tahun masih duduk bangku SMA kelas XII karina anak pasangan arga dan indi. Namun naasnya ayah Karin meninggal 2 tahun yang lalu akibat kecelakaan dan kini ibu Karin menikah dengan duda anak 2 namun sayng disayang karina tidak disukai oleh ayah tirinya rusdi dan akhirnya gara-gara kedua putra rusdi karina harus pasrah menerima perjodohan dirinanya dengan angga bagaskara yang umurnya terpaut jauh 10 tahun. Dasar Karin bloon gampang dikibulin jadi Karin pasrah saja menerima yang direncanakan oleh ayah tirinya apalagi jika ibunya yang sudah berbicara pasti Karin akan menuruti kemauan ibunya tanpa bantahan.


Apalagi setelah sang ayah meninggal semua tempat makan yang dimodali oleh keluarga senjaya sudah dijual habis oleh ibunya dengan dalil sang ayah banyak menghutang sana sini dirinya hanya disisakan uang 20 jt namun namanya Karin yang bloon dirinya hanya menurut saja tanpa curuga apalagi setelah hidup sama ayah tirinya dirinya hanya diberi uang 1 jt perbulan namun Karin menerima tanpa protes sedikitpun. Terkadang dirinya rindu sama ayahnya yang selalu memberikan perhatian kini dirinya hidup sendiri dan hanya sahabat-sahabatnya yang peduli pada dirinya saat ini apalagi silvi yang selalu memberikan uang jajan kepadanya terkadang nolak namun dengan dalil persahabatan Karin akhirnya menerimanya.


“hay om” polos nya sambil tersenyum membuat angga tercengang melihat kelakuan Karin


“mah serius mau jodohin angga sama bocah bau kencur ini” ujar angga yang memandang mamanya tidak percaya.


Angga berfikir bahwa gadis ini hanya akan menguras hartanya dengan kepolosannya angga tidak percaya dengan gadis didepan ini


“sayang jaga ucapanmu” lirih sinta karena tidak enak sama rusdi dan indi


Berbeda dengan bagas yang hanya diam yah seperti biasa bapak bagas jika sama rekan kerja walaupun dirumah dingin sepertinya angga nurun sama siapa anda tau sendirilah ya.


“angga duduk kita mau bicara tanggal pertunanganmu” titah bangas yang membuat bahu angga melemah dan memandang Karin dengan sorot yang tajam namun berbeda dengan Karin menanggapi dengan senyuman manisnya. Aku gak tau sama Karin diberi tatapan tajam kek silet malah tersenyum apanya juga yang bagus kulkas 4 pintu itu.


Angga duduk disamping maminya dan semuanya hening tanpa pembicaraan karena sudah dibicarakan sebelum angga datang.


“baiklah kita sepakati pertunangan akan diadakan minggu depan” tutur bagas membuat angga melotot tidak terima dengan keputusan sang papa yang tidak menanyakan dulu pada dirinya


“maksud papi apa kok tidak berbicara dulu sama angga” ujarnya


Namun bagas hanya diam tidak menanggapi omongan sang anak membuat angga hanya bisa mendesah pasrah karena jika papinya sudah berkata semuanya akan terlaksana

__ADS_1


”iya pak bagas kita setuju” senyum merkah rusdi karena bagas menyetujui pertunangannya


“mah pah tapi kan Karin masih sekolah” polos Karin sambil mengerjap-ngerjap matanya


Indi yang mendengar langsung tersenyum kaku dan berbisik “gak usah banyak omong kamu disini hanya tersenyum saja” lirihnya Karin yang mendengar hanya mengangguk


“maaf boleh saya berbicara oleh gadis kecil itu” ujar angga yang memandang rusdi dan indi


Sinta yang mendengar ucapan anaknya langsung menabuk paha sang putra


“itu namanya Karin bukan anak kecil” kata siska yang sebenarnya sebel namun sekuat tenaga ditahan


“gak papa jeng, boleh dong nak angga silahkan. Sana ikut calon suamimu” ujar indi tersenyum merkah karena bahagia anaknya langsung diajak PDKT


“iya ma” jawab Karin dan mengikuti angga ditaman belakang


Sesampainya ditaman belakang angga duduk di gajebo yang didirikan bagas untuk bersantai ria dengan sinta sang istri


“loe kenapa hanya berdiri sini duduk dari pada kaki loe gue potong” ketusnya dan Karin hanya bisa menunduk dan duduk dipinggir bangku yang ada digajebo


Karin orangnya penakut dan pemikirannya untuk mencerna itu lambat Karin orangnya tidak suka dibentak jika dibentak pasti dirinya akan langsung menangis, hanya bersama sahabatnya dirinya bisa tertawa dan menjadi diri sendiri. Walaupun dirinya mempunyai saham direstoran itu akibat bantuan dari silvi supaya persahabatannya bisa kentel dan menyatu. Karin orangnya tertutup namun jika rasa cerita dirinya bisa cerita apa yang dirasa saat itu namun lama memikirnya.


“gue itu Tanya loe bukan Tanya sama patung mulut loe bisakan untuk bicara” tegas angga karena dari tadi ha nya diamkan terus


Karin mengangkat dan memandang wajah angga terpesona dengan ketampanan nan tegas kedewasaannya kentara namun tatapan tajamnya membuat dirinya takut dan langsung menunduk lagi.


“iya om aku masih SMA” cicitnya


Walaupun bersama teman-temannya dirinya berbicara loe gue namun Karin tetap menghormati yang lebih tua jika berbicara sopan.


“apa tujuan loe mensetujui pertunangan dan menikah dengan gue” kata angga yang terus menatap tajam


Namun Karin hanya diam saja otaknya masih mencerna omongan angga

__ADS_1


“loe budek atau tuli kenapa loe gak mau jawab” ujarnya lagi yang geram karena tidak ada tanggapan dari Karin


“maaf om aku juga gak tau” cicitnya takut apalagi apalagi dirinya tidak pernah disituasi seperti ini.


“astaga tuhan kenapa ini kok bisa mami sama papi menjodohkan gue sama modelan seperti ini” frustasinya sambil mengusap wajahnya kasar karena wanita didepannya ini hanya diam saja


Setelah menut angga selesai mau gimana lagi karena ini sudah jalannya apalagi ini keputusan sang papi tidak bisa diganggu gugat sama sekali akhirnya angga masuk kedalam rumah dan disana sepertinya sang mami berbincang hangat dengan indi namun tidak dengan bagas yang hanya bermuka datar. Karin yang melihat angga memasuki rumah bernafas dengan lega karena tidak ditanya-tanya lagi membuat otaknya blank. Gimana gak blank jika Karin ada orang ngomong dicerna dulu baru di bicarakan memang sunggu-sungguh Karin ini mah.


“eh nak sudah ngomongnya” Tanya sinta kepada sang putra dengan wajah cerah


“sudah mi aku mau berangkat kekantor ada metting” jawabnya sambil mencium pipi maminya dan langsung berjalan keluar dengan muka datar tanpa menyapa rusdi dan indi


Setelah kepergian angga Karin muncul dan duduk di dekat mamanya


“kamu gak ngomong aneh-aneh kan kar” bisik indi dan Karin hanya menggeleng saja tanda bahwa dirinya menjalankan perintah dari kedua orang tuannya.


“iya udah kalau gitu kita pamit dulu hmmm jangan lupa ya pak bagas yang sudah di janjika” ucap rusdi kepada bagas


Bagas menanggapi dengan angguk an tandanya bahwa dirinya faham maksud dari omongan rusdi.


“besok datang aja kekantor dan kita urus semuanya” jawab bagas datar


“baik pak” ujarnya dengan senyum senang


“jeng kita pulang dulu ya nanti kapan-kapan kita bicara lagi” ujar indi kepada sinta


“iya jeng pasti” jawab sinta dengan senyumannya dengan wajah berbinar


“jangan lupa sering-sering kesini ya nak” ujar sinta sambil mengelus rambut Karin


“iya tante”jawab Karin dengan senyuman yang tulus


Setelah rusdi dan indi berpamitan namun Karin hanya diam seperti boneka orang tuannya mengekori dibelakang dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Bagas hanya memandangi dengan wajah datar modil yang sudah menjauh dari perkarangan rumahnya


Jika bukan karena arga dan menyelamatkan anak gadis yang kau jadikan boneka aku tidak akan sudi berurusan sama orang yang sudah membunuh sahabatku batin bagas benci


__ADS_2