
Setelah sekian lama bagas dan sinta sudah berada dimobil mereka langsung meluncur kerumah sakit yang diberitahu oleh sang bibik setelah sampai bagas buru-buru menanyakan keberadaan sang menantu setelah di beritahu bagas dan sinta langsung menuju keruangan Karin di ICU karena keadaan Karin tidak ada perubahan sama sekali.
“bi gimana keadaan mantu saya” Tanya khawatir bagas
“masih sama agan belum ada tanda-tanda non Karin bangun” jawab bi siti
“terus kemana kara bik” Tanya sinta yang tidak melihat anaknya
Bi siti hanya menunduk mendengar pertanyaan tuannya karena bi siti juga tidak tahu kemana tuannya
“mohon maaf nya saya tidak tahu kemaren saya menemukan nona didalam kamar tuan sudah penuh luka dan kata dokter nona mendapatkan penyiksaan hubungan suami istri alat vitalnya sampai lecet untung tidak parah” terang bi siti
Bagas langsung duduk mendengar pengakuan bibiknya bahwa anak kesayangannya melakukan hal keji seperti itu apalagi dia masih sangat muda
“boleh saya masuk untuk melihatnya bi” Tanya bagas kemudia
“boleh agan tetapi tidak boleh lama karena butuh ruangan yang bersih seperti itu agan” jawab bi siti menunduk takut jika dirinya salah ngomong
Bagas dan sinta memasuki ruangan menggunakan pakaian khusus rumah sakit. Bagas melihat menantunya tidurnya miring seperti itu sebenarnya ada apa ini.
“nak tolong bangun dan ceritakan apa yang terjadi sama papi..papi akan melindungimu nak walaupun itu anak papi sendiri papi akan membawa kamu pergi sejauh-jauhnya tolong bangun ya nak papi menunggu kamu…maafin papi, papi terlambat” ucap bagas disamping ranjang Karin sambil melihat wajah pucat Karin beserta alat bantu untuk bisa Karin bernafas
Sedangkan sinta yang penasaran dengan punggung Karin yang basah karena lukanya meair sinta membuka sedikit betapa terkejutnya lukanya begitu parah dan langsung menutup mulutnya
Bagas yang melihat reaksi sang istri langsung mendekat ke sang istri
“mi” panggil bagas tetapi sinta tidak kuat berbicara hanya menunjuk kearah punggung Karin dan bagas membuka baju yang hanya ditutup sedikit itu.
Bagas yang melihat punggung sang menantu anak dari sahabatnya ini lukanya begitu parah sampai bagas tidak bisa berbicara sama sekali
“arga aku gagal menjaga anak mu ga aku tidak pecus ga maafkan aku arga….aku akan merawat putrimu dengan tanganku sendiri aku tidak akan mempercayai orang lain walaupun itu anakku sendiri aku janji setelah ini akan aku bawa dia jauh dari orang yang menyakitinya” janji bagas dalam hati yang melihat luka punggung menantunya
“udah pi lebih baik kita keluar kita tanyakan sebenarnya ada apa pada menantu kita” saran sinta yang sedari tadi tidak kuat untuk berbicara
“iya mi kamu benar jika memang anak itu bersalah papi tidak akan mengampuninya” tegas bagas
“ingat pi dia anak kita satu-satunya” cegah sinta sambil mengelus dada suaminya yang naik turun
“biarpun dia anak kita tetapi papi akan memberinya pelajaran yang setimpal” balas bagas keluar dari ruangannya dengan wajah mengeras
Kalian tahu sendiri angga nurun siapa kalau sudah marah pasti nurun papanya jika sudah marah tidak ada torenransi
Sinta hanya bisa menghembuskan nafasnya jika suaminya sudah merah seperti itu semoga suaminya tidak bertindak diluar nalar
“nak mami keluar dulu ya cepet pulih mami akan bawa kamu yang kamu mau” ujar sinta mengecup kening Karin dan keluar menyusul suaminya
“bi ikut saya kekantin kita makan” ajak bagas seperti menahan amarah
__ADS_1
“bi jangan begitulah bibi takut melihat mukamu datar seperti itu” tegur sinta kepada suaminya
Bagas langsung mengubah ekspresinya supaya ramah lagi walaupun hatinya panas ingin sekali marah
“baik agan” jawab bi siti dengan menunduk
Akhirnya mereka kekantin dan memesan makanan bagas tahu jika bibiknya belum makan sama sekali bagas tahu bahwa bibinya adalah orang baik
“ceritakan bi ada apa sebenarnya dengan jujur” Tanya bagas setelah makanannya datang
“pi makan dulu kasihan bibik nya belum makan” jawab sinta yang tahu bahwa suaminya tidak sabaran
“gak apa nyonya biar saya ceritakan” balas bi siti biar agan dan nyonya tahu kelakuan anaknya…bi siti tahu bahwa majikannya ini sangatlah baik pasti mereka akan melindungi nonanya
“begini nyonya agan non Karin selama datang di rumah tuan tidak pernah diperlakukan dengan baik, non Karin selalu ditekan dan dipukul oleh tuan agan, non Karin juga disuruh menjadi pembantu dirumahnya sendiri yang kata tuan untuk membayar saham yang sudah diberikan kata tuan sampai matipun non Karin tidak akan bisa membayar saham yang besar itu….non Karin juga pernah dikurung digudang selama 3 hari tanpa di kasih makan saya berusaha mencegah tuan tetapi tuan malah mengancam saya agan saya tidak berani saya khawatir dengan nona yang mempunyai asam lambung jadi pagi itu saya pangil-pangil tetapi tidak ada sahutan padahal malam itu saya kasih roti disela pintu masih menyaut dan masih ngambil roti yang saya berikan paginya saya suruh suami saya dan pak supri mendobrak pintu gudang ternyata nona pingsan.
Dan kami membawanya kerumah sakit disaat non Karin sadar tuan memerintahkan saya pulang dan tidak boleh menunggu non Karin dirumah sakit. Sampai non Karin pulang sendiri agan. Dan juga non Karin disuruh kerja dikantornya kata tuan buat menebus biaya rumah sakit yang sudah dia keluarkan. Saya merasa kasihan dengan nona dirinya dibentak dipukul tidak pernah marah ataupun ngeluh malah dirinya setiap pagi memasak-masakan untuk tuan katanya buat berbakti kepada suami.
Saya mohon agan jauhkan nona dengan tuan saya tidak tega melihatnya apalagi 3 hari yang lalu tuan mencambuk nona gara-gara nona dituduh mencuri data perusahaan. Nona dihajar sama tuan dan nona sampai disiksa dikamar mandi apalagi saya dilarang membawanya ke rumah sakit kata nona nanti sembuh diobati saya tidak kuat melihat ketangguhan nona dan kekuatan nona agan. Dan kemaren saya mencari nona yang biasanya pagi itu rumah udah bersih olehnya tetapi nona tidak kelihatan saya mencarinya agan dan ternyata nona sudah tidak sadarkan diri dikamar tuan dan banyak luka ditubuhnya hoks hiks hiks” tangis bik siti pecah sampai sinta memeluknya sinta juga sama-sama hancur mendengar jika anaknya setega itu
Sedangkan bagas rahangnya sudah mengeras dan tangannya mengepal dengan kuat tetapi air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi dengan kelakuan anaknya yang selama ini dibanggakan karena berhasil mendirikan perusahaan sendiri tetapi kelakuannya kenapa sudah seperti binatang
“tolong agan tolong non Karin” mohon bi siti sambil terisak
Bagas tidak merespon sama sekali kepalanya sepertinya mau pecah ternyata menantunya diperlakukan oleh keji oleh anaknya sendiri.
“papi mau kemana” cegah sinta dengan air mata yang mengalir
“mami disini aja papi akan memberikan perhitungan sama anak tidak tahu diri itu” tegas bagas
“jangan pi itu anak satu-satunya kita” ujar sinta yang langsung menoleh kearah sinta
“kamu masih membelanya sinta apa yang diperbuat oleh anak kurang ajar itu sudah keterlaluan…coba kamu bayangkan jika tidak ada ayahnya Karin sahabatku aku tidak akan bisa seperti ini dan aku tidak akan hidup berdiri disini dan aku juga tidak bisa menimang kamu dengan mahar yang sangat besar kamu ingat sinta” bentak bagas sampai membuat sinta menunduk merasa bersalah memang benar semua harta ini atas bantuan arga ayah dari Karin
Bagas pergi meninggalkan sinta yang menangis tersendu karena bagas mengungkit luka lama bagas harus merogok kocek sangat banyak bisa menikahi sinta padahal waktu itu bagas masih mempunyai perusahaan belum sebesar sekarang ayahnya meminta saham separo dari perusahaannya itu.
Sedangkan bagas mendatangi perusahaan anaknya yang sudah lama tidak menginjak kakinya diperusahaan yang didirikan oleh angga sendiri
“tuan besar” sapa rini
“bosmu ada didalam” Tanya bagas
“ada tuan besar apa perlu saya panggilkan” jawab rini takut karena wajah bagas tidak enak dipandang
“tidak usah jangan biarkan satu orang pun masuk sampai urusan saya selesai” peringat bagas tegas
“baik tuan” jawab rini dengan menunduk
__ADS_1
Bagas masuk keruangan angga disitu angga lagi serius dengan berbagai dokumen setelah mendengar pintu terbuka dan menampilkan papinya didepannya angga menyengitkan alisnya bingung kenapa papinya tidak ngabari jika dirinya akan datang
“pi-“ ucapan angga terpotong dengan bogeman bagas yang sangat keras
Bug
Bug
“bagun bangun anak brengek” pekik bagas yang sangat emosi apalagi melihat menantunya sangat mengenaskan
“papi apa-apann ini” ujar tegas angga sambil membersihkan bibirnya yang pecah
“apa kamu bilang iya apa” teriak bagas
Bug
Bug
Bug
Bogeman yang diberikan papinya sangat kuat jangan di tanyakan bagas dulu mengikuti binaraga karena pencakokan jantung bagas menghentikannya
“kamu menyakiti mantu papi” tegas bagas apalagi auranya sangat tajam
“hahaha ****** itu sudah mengadu sama papi” ejek angga sambil berdiri dan
Bug
Bug
“hahahaha kamu bilang ****** tetapi ayahnya sudah membuat papi hudup sampai saat ini” teriak bagas yang sudah los control
Angga kaget dengan kenyataan ini angga hanya tahu ada sahabat papinya yang donorkan dan tidak menyangkanya ayah Karin yang donorkan tetapi mengingat uang yang diberikan rusdi itu sama saja bahwa Karin ingin meminta balas budi
“udah lah pi mereka juga sudah papi berikan uang juga kan mereka memang matrek pi” jawab santai angga
Angga tidak menyadari jika jawaban itu mengundang emosi sang papi
“oh selama ini kamu beranggapan bahwa Karin meminta imbalan atas jantung itu kamu salah kara yang tahu yang donorkan jantung ayahnya hanya saya, mamimu dan dokter tidak ada yang tahu dan papi tidak menyangka kamu sepicik itu kara” ujar tegas bagas
“jika papi akan cerita apakah kamu menyesal sudah memperlakukan Karin istrimu seperti binatang kara jika kamu menyesal itu sudah terlambat papi akan membawa jauh dari orang yang tidak punya adap dan otak sepertimu walaupun kamu anak papi sendiri” ujar bagas tegas namun tajam
“ingat kara jika tidak ada ayah Karin kita tidak akan bisa mempunya perusahaan dan kamu juga tidak akan bisa mempunyai sendiri seperti ini…kamu salah menyiksa orang yang sangat berarti dalam kehidupan keluarga kita karena kamu hanya mementingkan ego dan kesombonganmu….karin hanya menjadi boneka dikeluarganya papi terlambat menemuinya papi menikah kamu dengan Karin agar kamu membahagiakannya bukan menyiksanya…papi akan mengambil Karin dan akan merawatnya sendiri jangan temui papi maupun Karin papi bebaskan kamu memilih jalangmu anggap saja kita tidak saling kenal papi sungguh kecewa” ucap bagas tegas dan menusuk kemudian bagas keluar dari ruangan anaknya
Sedangkan angga terdiam apa yang didengarnya sungguh tidak bisa dipercaya untuknya berarti selama ini uang yang dihasilkan adalah campur tangan ayah Karin dan kesuksesannya campur tangan ayah Karin
Angga hanya terus menebak nebak dalam hatinya
__ADS_1