ISTRI KECIL TUAN ANGGA

ISTRI KECIL TUAN ANGGA
bab 3


__ADS_3

Sampai kantor angga mengomel-ngomel dengan gadis yang tidak mau ngomong sama sekali apalagi menurutnya masih kecil dan polos dengan dirinya yang sudah dewasa apa bisa mengimbangi dirinya yang tegas, disiplin dan professional.


Sampai rehan heran sama bosnya ini dari datang mau metteng ngomel-ngomel terus apalagi ini pertunangannya satu minggu lagi gila mami dan papinya menjodohkan dengan anak kecil gila memang.


“eh loe kenapa sih ga eh maksudnya pak derektur” Tanya rehan


“loe pasti tidak akan ngerti udahlah ayo kita meeting stress lama-lama gue” ujarnya sambil berjalan menuju pintu keluar rehan yang mendengarkan hanya garuk-garuk tengkuknya karena bingung apa yang di omongkan sahabatnya itu


“bos tunggu ga uhh dasar bos baperan” ujarnya karena sudah ditinggal sama angga diruangan metteng


Rehan mengikuti bosnya ikut mendumel juga karena sikap angga tidak mau terbuka dengannya. Disaat sampai diruangan metteng angga sudah marah-marah perkara teh dan kopi karena OB melakukan pekerjaannya salah karena biasanya jika siang itu kopi tapi kini angga marah karena menyalahkannya meminta the membuat rehan geleng-geleng.


“udah kamu mending ambil the biar kopi ini saya minum” ujarnya kepada OB yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya karena takut dimarahi oleh angga


“ba-ik pak” balas dengan nada gemeteran apalagi kariawan yang ada diruangan ini semuanya menunduk tidak berani mengangkat kepalanya apalagi hari ini perevisian laporan yang dimintak minggu lalu membuat tambah gemetaran.


“semuanya kita mulai metteng sekarang” suara tegas angga membuat gerogi semua orang yang ada diruangan metteng rehan yang mendengarkan hanya bisa menghela nafas karena setegas-tegasnya angga pasti tidak akan bersikap seperti ini


Metting berjalan 1 jam dan selama it uterus marah-marah apalagi OB yang kena semprot terus karena sudah memecahkan gelas teh yang ingin diletakkan dimeja malah jatuh dan pecah dan tidak sengaja mengenai celana dan sepatunya membuat angga murka dan tidak sadar membentak dan meluapkan emosinya kepada OB. Semua kariawan terkejut melihat kemarahan yang angga keluarkan biasanya dirinya hanya akan bersikap cuek, dingin dan tegas kini urat yang ada di leher sampai keluar apalagi mukanya sampai memerah.


“maafkan saya pak maaf hik hik” takut sang OB sambil terisak


“jika gak pecus bekerja gak usah kerja dikantorku faham keluar”bentak angga yang menggelgar diruangan metteng


“maaf pak jangan pecat saya anak saya sakit pak ku mohon” mohon OB kepada angga yang masih tersulut emosi


“saya tidak peduli” tegas angga membuat Bapak OB menagis tersendu sendu pasalnya gaji bulan ini untuk membawa anaknya untuk berobat karena anaknya kakinya lumpuh


“bapak keluar dulu biar saya yang akan ngomong sama bos” rehan mengangkat tubuh bapak OB untuk berdiri karena orang tua tidak sepatutnya bersujud kepada yang lebih muda.


Rehan juga tidak habis fikir sama sahabatnya jika sudah emosi tidak bisa di tahan walaupun rehan senglekan dan suka lubang tapi dirinya masih menghormati orang tua.

__ADS_1


Akhirnya bapak OB keluar dengan nampan yang berisi dengan pecahan beling dengan linangan air mata karena mengingat senyum bahagia putrinya dirumah untuk berobat dan beli kursi roda tapi kini sepertinya semua itu pupus.


“sekarang lanjut lagi siapa yang akan maju duluan” tegas angga yang langsung horror bagi para kariawannya


“ga biar gue aja yang mimpin sepertinya loe harus tenangin dulu hati dan fikiranmu” ujar rehan dan mendapatkan tatapan tajam angga yang artinya tidak setuju dengan usul rehan


“gue masih sanggup memimpin metteng ini” dinginnya semua kariawan tidak ada yang berani mengangkat kepalanya takut langsung di pecat apalagi kini seketaris dan bosnya lagi berdebat


“iya sanggup terus loe marah-marah gak jelas harusnya loe ngarahin bukannya marah-marah katanya loe professional” pekik rehan tertahan karena sikap angga yang seenaknya


Tanpa jawaban rehan angga membuang berkas di meja dengan kasar membuat semua orang terjengkit kaget karena kelakuan bosnya. Angga keluar dari ruangan metteng bukan masuk keruangannya namun keluar kantor entah mau kemana.


Rehan yang melihat hanya menggelengkan kelakuan sahabatnya itu kini dirinya harus mencairkan suasana supaya lebih santai.


“oke lanjut gak usah tanggapi bos kalian ya memang gitu orangnya” ujar rehan dengan nada sengkleknya membuat kariawan tertawa akibat candaan rehan. Para kariawan juga berfikir kenapa tidak rehan aja bosnya jika angga yang mimpin pasti semua tegang.


Kembali lagi diangga yang saat ini mengendarai dengan sangat ugal-ugalan untuk meluapkan emosinya sambil menghisap rokok yang biasanya karena sres atau banyak pekerjaan. Dan kini dirinya bener-bener stres dengan perjodohan ini apalagi satu tahun yang lalu dirinya juga bertunangan sengan orang yang sangat di cintainya namun sayang dirinya ditinggal pas sayang-sayange


“aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh” teriaknya begitu kencang disitu tidak ada orang sama sekali hanya dirinya saja.


angga meluapkan emosinya dengan berteriak sekecang mungkin dan kiini sudah 2 jam angga berada ditepi danau dengan pandangan kedepan dengan menatap indahnya danau disore hari walaupun indah namun mata angga tidak sama sekali menikmatinya.


Hari semakin malam angga sama sekali tidak mau beranjak dari sana mami dan papinya sudah menghubungi puluhan kali panggilan tetapi ponselnya berada di mobil dibiarkan saja tanpa disentuh sama sekali.


Sementara itu dikediaman Karin kini dirinya hanya menatap dan duduk didepan candela menikmati malam seperti biasa terkadang Karin itu memiliki otak sangat lemot namun dirinya baik, lembut dan tidak pernah kasar kini dirinya harus merelakan masa depannya untuk menikah dengan orang yang lebih dewasa dengannya dan mengubur cita-citanya menjadi penulis seperti kak alws26 walaupun masih amatir namun tetap berusaha menampilkan cerita yang terbaik.


Karin merenungi kata demi kata yang keluar dari mulut kedua orang tuanya Karin merasa dirinya dijual untuk kepentingan pribadi mereka kini dengan duduk sambil meletakkan tinta demi tinta dibuku yang kosong. Karin hanya lemot untuk mencerna omongan orang namun dia tidak bodoh apalagi yang diomongkan angga tadi dirinya baru faham pas angga sudah pergi dirinya ingin mengejar namun tatapan tajam mamanya mengimidasi.


Dret dret dret


Vc dari para sahabatnya dan kini Karin harus mengubah raut wajahnya dia bisa saja kabur dan meminta bantuan sahabatnya namun Karin memilih diam karena bakti kepada mamanya yang sudah melahirkannya

__ADS_1


“hallo guys” ujar rara, indah dan silvi bebarengan


“guys ngumpul yok dikafe” ajak lia


“kapan kita ngumpul” Tanya indah


“iya ni gue bosen dirumah sendirian” balas rara


“oke hayuk” balas silvi juga


“eh tunggu deh Karin loe maksudkan apa yang gue omongin” ujar lia diseberang telepon


“iya gue ngerti li emang acara apa” Tanya polos Karin


“pokoknya loe datang aja di kafe C ok” balas rara


Karin tidak menjawab hanya mengangguk dan mereka mematikan VC singkat, difikir-fikir dirinya juga harus keluar untuk menghilangkan beban fikirannya. Karin mengambil tas dan juga jaket yang biasa dipakai dan mengambil mobil yang dulu dibelikan alm ayahnya karena ayah sambung Karin hanya memberi bulanan 1 jt saja.


“mau kemana rin” Tanya indi mama Karin


“Mu ke kafe sama temen-temen” jawab Karin


“ya udah jangan malam-malam pulangnya” cuek indi sambil membaca majalah


“iya ma aku berangkat dulu” ucap Karin yang mau bersalaman namun mamanya tidak mengerti arti salam malah menuduh mintak uang


“kamu ya sahabatmu kan kaya-kaya mintak ditraktir papamu juga sudah ngasih uang bulanan kan jangan ngelunjak deh” bentak indi


Karin mendapatkan bentakan hanya bisa menunduk sambil mencerna yang diomongkan mamanya sebelum Karin ngomong karena sudah maksud yang diomongkan mamanya malah dibentak disuruh pergi dari rumah padahal Karin anaknya


“jadi jalan tidak malah bengong mama gak ada uang” tegasnya dan pergi meninggalkan Karin

__ADS_1


Karin hanya bisa menghela nafasnya dengan sikap mamanya Karin akhirnya keluar dan menjalankan mobil menuju ke kafe yang sudah di rencanakan. Kafe itulah Karin bisa jajan bisa beli baju karena ada saham walaupun tidak banyak namun cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.


__ADS_2