
Bara telah tiba di kediaman maheswari.
Kedatangan nya di sambut baik oleh kedua orang tua Nayla.
Nak Bara, ayo duduk dulu ucap papa menyapa anak teman nya itu sekalian sahabat anak laki-laki nya.
Terima kasih Om, ucap Bara.
Kedua nya ngobrol, hingga Mama Nia juga ikut bergabung dengan teh di tangan nya.
Minum nak, ucap mama Nia.
Mau jumpa iqbal ya? tanya Mama melihat Bara.
Kalau mau jumpa Kenan tidak akan ada di rumah itu, karena Kenan sudah pindah ke Apartemen nya semenjak empat hari lalu.
Terima kasih tante, om ucap Bara.
Saya kesini bukan mau jumpa Iqbal tante, om, tapi mau jemput Nayla, jawab Bara.
Kedua orang tua itu bingung, Nayla? ucap Papa dan mama Nayla berbarengan.
Bara mengangguk, Lalu menceritakan ada hubungan apa antara diri nya dan Nayla.
Papa dan Mama Mendengar kan dan mereka memang mengenal sosok Bara dan keluarga nya.
__ADS_1
Nak Bara, Yakin dan serius dengan ucapan nak Bara tadi? Kamu tidak sedang bermain-main kan nak? kami tidak mau Nayla sakit hati, lanjut Papa.
Saya serius om, saya akan bawa kedua orang tua saya kesini, lanjut Bara.
Bara telah mengutarakan ingin bertunangan dengan Nayla secepatnya, agar Nayla tidak bisa mencari lelaki lain itulah yang Bara inginkan.
Om dan tante tau bukan status saya! saya Duda dan pernah gagal dalam berumah tangga, ucap Bara.
Kedua orang tua itu mengangguk.
Mereka tau dan sudah mendengar Kenan dan Iqbal bercerita kasus perceraian Bara waktu itu.
Saya harap Om dan tante tidak bermasalah dengan status saya itu, saya berjanji akan mencintai Nayla dan akan membuat dia bahagia di samping saya Om, tante ucap Bara.
Setelah usai Bara meminta izin, Nayla turun dan tersenyum kearah Bara dan orang tua nya.
Cie Dek, yang punya pacar engga cerita sama mama ya, goda mama Nia.
Nayla hanya tersenyum malu.
Apaan sih ma, adek kan jadi malu, ucap Nayla.
Wajah Nayla memerah karena malu.
Setelah Puas menggoda anak nya, mama Nia tersenyum mengelus belakang kepala anak nya.
__ADS_1
Om tante, maaf sebelumnya saya minta izin mau bawa Nayla jalan keluar dulu, Bara meminta izin kepada orang tua Nayla.
Papa maheswari mengizinkan dan kini Nayla dan Bara telah di mobil untuk jalan ke sebuah Mall di kota jakarta.
Sepanjang perjalanan menuju Mall, Bara memegang tangan Nayla.
Sayang, aku tadi udah minta izin sama abang kamu dan kedua orang tua kamu, ucap Bara membuka pembicaraan.
Nayla melihat Bara, lalu respon mereka gimana kak? Nayla takut jika semua menolak Bara.
Alhamdulillah Abang kamu kedua nya merestui kita dan kedua orang tua kamu juga sama, mereka minta aku buat bawa mama dan papa secepatnya agar kita bisa tunangan dulu, ucap Bara.
Bara melihat wajah Nayla, memegang pipi nya gemas.
Kenapa sayang?! kamu tidak bahagia mau tunangan sama aku? Bara melihat Nayla kembali.
Nayla melihat Bara yang masih fokus mengemudi.
Aku bahagia kak, tapi kenapa tunangan? aku dari dulu tidak pernah mau kalau sudah memiliki pasangan harus tunangan, aku ingin langsung menikah, ucap Nayla blak-blakan, tapi harus menutupi angan-angan nya dari dulu.
Mendengar jawaban Nayla, senyuman melengkung di bibir Bara" Ide yang bagus sayang, lebih cepat lebih bagus" lanjut Bara memacu kendaraan nya yang telah sampai di parkiran.
Kedua nya turun dari mobil dan berjalan menuju Mall.
Bara menggenggam tangan kekasih nya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1