
Setelah klien nya pulang, Bara masih betah di Kafe itu melihat gadis cantik adik sahabat nya.
Siapa lelaki itu? kenapa sangat dekat dengan Nayla? itulah isi kepala Bara saat ini.
Tidak tau kenapa, Bara sangat terusik dengan kehadiran lelaki itu diantara Nayla dan teman nya.
Ah perasaan apa ini! Jangan aneh-aneh, dia itu adik Kenan dan Iqbal, bisa ngamuk mereka kalau tau Bara diam-diam memperhatikan adik mereka bak seorang penguntit.
Nayla dan Sarah yang telah lelah memutuskan pulang.
Kalian mau langsung pulang? Adri bertanya kepada dua gadis di hadapan nya itu..
" Hmm, iya Adri kenapa? Sarah menjawab pertanyaan Adri. Sedangkan yang di tanya hanya mengangguk.
Gue balik duluan ya woi, ucap Nayla berlalu menjauh dari pasangan yang lagi Pedekate itu.
Melihat Nayla menjauh dan keluar dari Kafe, Bara juga ikut meninggalkan kafe.
Dia masih mengikuti kemana Nayla pergi.
Nayla berhenti di toko sepatu dan memasuki nya.
Nayla melihat banyak nya sepatu yang di panjang, hingga pilihan nya jatuh kepada Sepatu berwarna putih.
__ADS_1
Nayla mencoba sepatu kets itu di sebuah kursi.
Bagus, nilai nya kepada sepatu itu.
Lalu dia melepaskan kembali dan memberikan kepada pelayan toko.
Mbak saya mau sepatu itu nomer tiga delapan ya, ucap Nayla.
Pelayan itu langsung membungkus sepatu putih itu sesuai nomer yang di katakan Nayla.
Setelah itu dia kembali ke luar dari toko dan berjalan kembali memutar mall lalu pulang.
Sepanjang perjalanan, Nayla hanya bersenandung kecil.
Sesampainya di rumah, Nayla langsung masuk menuju kamar nya.
" Baru pulang dek? tanya Mama melihat anak gadis nya baru tiba di rumah.
" Iya ma, adek tadi pulang kuliah jalan dulu sama Sarah ke Mall jawab nya.
" Ya sudah mandi sana dan makan ucap Mama, mengelus kepala anak bungsu nya itu dengan penuh kasih sayang.
Nayla mengangguk dan pergi menuju kamar nya di lantai atas.
__ADS_1
Nayla mandi dan istirahat sejenak karena tubuh nya lelah, tanpa sadar dia tertidur.
Sementara di Mall, setelah Nayla meninggalkan Mall, Bara juga kembali ke kantor.
Bara kesal karena entah mengapa Bayangan Nayla dengan lelaki tadi berbicara membuat Mood Bara tiba-tiba jelek.
Bara lu ini apaaan sih, ingat dia adik teman lu.
Jangan aneh dan ingat hati lu udah mati untuk jatuh cinta lagi, lagi pula Nayla masih sangat muda Itulah yang selalu Bara pegang saat ingin berteman dekat dengan Nayla.
Bara kembali fokus dengan pekerjaan nya, dan mengesampingkan urusan pribadi nya.
Sosok nya yang dingin dan Arrogant membuat banyak orang takut bermain curang dengan nya.
Jam enam sore, Bara bersiap akan terbang ke Malaysia.
Kevin telah mengatur semua nya untuk Bara selama di sana.
Tuan, saya telah siapkan anda Hotel dan akan ada orang kita yang akan menjemput anda nanti di bandara, lanjut Kevin.
Hmm, Baiklah Vin. Ingat Jangan lupa urus proyek dengan perusahaan Maheswari dan jangan buat kesalahan Vin, pesan Bara.
" Baik tuan, jawab Kevin langsung mengantar Bara menuju bandara.
__ADS_1
Bara terbang menuju Malaysia malam itu dengan hati dan perasaan tidak menentu.
Senyuman manis Nayla sangat ia ingat, namun untuk sekedar mendekat dia tidak berani saat ini, karena dia sangat menampik jika hati nya ingin bertaut dengan Nayla namun ego nya melawan.