
Di suatu aula Hotel bintang lima, semua orang tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Mama Tami dan mama Nia saat ini tengah melihat lokasi acara ijab qobul dan Resepsi untuk Bara dan Nayla.
Bagaimana jeng? Kau suka dengan pilihan bunga-bunga lily ini? Mama Tapi melihat calon besan nya.
Mama Nia mengangguk, suasana jadi hidup saat bunga bunga indah itu di rangkai dengan bunga yang lain.
Pilihan mu terbaik jeng, puji Mama Nia.
Mama Tami tersenyum, ya udah Jeng ayo kita pulang.
Oia telepon Bata dan Nay, bilang pada mereka untuk melakukan fitting baju pengantin besok siang, lanjut Mama Tami.
Mama Nia mengangguk, dan kedua mama itu keluar dari Aula hotel itu untuk makan siang.
Persiapan pernikahan Bara dan Nayla sudah hampir sembilan puluh persen selesai, hanya tingga sedikit yang bekum.
Sementara Di perusahaan, Bara tengah meeting dengan klien perusahaan ternama.
Klien kali ini malah mengutus adik nya yang menangani proyek pembangunan Mall.
__ADS_1
" Selamat siang tuan Bara! ucap wanita seksi itu melihat Bara.
Bara hanya diam bahkan mau muntah melihat gaya adik pemilik perusahaan klien nya itu.
Silahkan duduk, lanjut Bara. Gadis di depan nya itu semakin gencar ingin mendekati Bara.
Namun Bara memasang wajah datar dan Dingin.
" Nona Amel, bisa kita mulai meeting nya? saya masih banyak urusan, lanjut Bara.
Amel kesal melihat Bara, sangat susah sekali menggetarkan hati seorang Bara, bahkan Amel sudah berapa kali mencoba menggoda lelaki itu, namun GAGAL.
" Jika anda ingin bekerja maka bekerja lah dengan banar. Jika anda ingin jadi jalanggg, jangan di sini, karena ini tempat umum.
Entah jika anda tidak memiliki malu, dan satu lagi saya tekan kan kepada Anda Nona Amel, jangan macam-macam dengan saya, karena saya bukan lelaki haus belaian wanita, dan jangan coba menggoda saya, karena wanita saya jauh lebih segalanya dari anda! lanjut Bara membuta Amel malu dan mati kutu.
Sedangkan dari kejauhan, Nayla yang memang kebetulan akan makan siang di restoran tempat Bara meeting, melihat apa yang di lakukan Amel membuat darah Nayla mendidih.
Nayla tidak memperdulikan kedua abang nya yang menatap Nayla yang wajah nya telah memerah karena emosi.
Nayla langsung berjalan menuju meja tempat Meeting Bara.
__ADS_1
Bara yang melihat kedatangan singa betina nya hanya bisa menelan ludah nya susah.
" Sayang, panggil Bara tapi Amel menganggap Bara memanggilnya sehingga dia senyum-senyum sendiri.
Kau panggil aku apa tadi Bara? sayang, Amel kembali melihat Bara, namun Bara seolah tidak melihat Amel di sana.
Sayang, panggil Bara kembali dan muncul lah Gadis cantik dan masih muda menatap Tajam Bara dan Amel.
Nayla duduk di samping Bara dengan menatap Amel tajam.
Nayla melibat Amel lalu berkata langsung, JANGAN LANCANG ANDA NONA, BERLAKU LAH LAYAKNYA ANDA KLIEN KEPADA TUNANGAN SAYA, JANGAN SEPERTI JALANGGG YANG KEHAUSAN BELAIAN LAKI-LAKI! SARKAS NAYLA, membuat Bara tersenyum menang.
Wanita nya ini sangat berani dan tidak suka di tindas.
Amel menatap kesal Bara dan Nayla langsung berdiri dan keluar dari restoran itu.
Bara tersenyum melihat Wanita nya tiba-tiba Kenan dan Iqbal duduk diantara Bara dan Nayla.
Keinginan Hati Berduaan dengan Ayang eh Pawang nya muncul sekali dua lagi, menyebalkan decak Bara kesal, namun mau bagaimana juga Kenan dan Iqbal biru bukan hanya sahabat nya tapi calon abang ipar nya.
Sabar ucap Bara.
__ADS_1