ISTRI KEDUA TUAN BARA

ISTRI KEDUA TUAN BARA
Meminta izin Mama Papa Bara


__ADS_3

Setelah makan malam nya dengan Nayla dua hari lalu, kini Bara telah di rumah kedua orang tua nya.


Bara duduk di depan Papa dan mama nya dengan sesekali tersenyum, membuat kedua orang tua itu bingung.


Kamu lagi bahagia nak? goda mama Tami, melihat wajah putra sulung nya yang dari tadi tak lepas dari senyuman.


Hmm, jawab Bara tersenyum.


Mama dan Papa, Bara datang kesini mau minta izin kalian dan minta waktu kalian, buat melamar Nayla untuk Bara, sukses ucapan Bara membuat kedua orang tua nya menjerit kesenangan, terutama Mama Tami yang memang ingin Nayla menjadi menantu keluarga Mahendra.


Kau serius Bara? tidak lagi bohongin mama dan papa kan? mama kembali melihat anak nya namun Bara tersenyum dan mengangguk.


Sikap dingin nya seakan menguap entah di mana jika membahas wanita pujaan hati nya itu.Wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan nya tanpa dia tau sejak kapan posisi Sakila di gantikan oleh sosok Nayla, adik kecil Temannya.


Baiklah nak, Mama dan papa akan mengurus semua nya.


Kamu tenang saja, dan mama sama papa sangat bahagia sekarang.


Kau tau Bara, kami memang akan menjodohkan kamu dengan Nayla, dan rencana nya kami akan ke rumah keluarga Maheswari lusa, ucap papa senang.

__ADS_1


Bara sampai terkejut dengan omongan sang mama, tapi dia tidak perlu di jodohkan karena dia sendiri yang memilih Nayla dalam kehidupan nya.


Bara, dengar kan Papa nak" Kalau kamu sudah memilih Nayla, Papa harap kamu menyayangi nya dan menjaga nya, dia anak teman papa dan adik teman mu.


Papa bahagia jika gadis itu yang kamu pilih untuk mendampingi kamu, lanjut Papa.


Setelah izin dan restu Bara dapatkan, kini dia kembali ke perusahaan.


Sepanjang jalan Bara tersenyum, hati dan semua kehidupan nya sekarang hanya ada Nayla dan Nayla.


Sementara di perusahaan Maheswari, Kenan sedang melakukan meeting dengan para Staf di perusahaan nya.


Kenan nampak marah besar kepada orang yang ada di dalam ruangan ber AC itu.


Iqbal hanya diam, dia tau kesalahan para Manager itu sungguh sangat fatal.


Kalian tau, karena kesalahan kalian perusahaan hampir merugi milyaran, kesal Kenan.


Kenapa kalian mengambil keputusan tanpa memberitahu aku dan Iqbal? kalian pikir kalian ini yang memegang kendali perusahaan? Kenan sungguh sangat marah saat ini.

__ADS_1


Saya tidak mau tau, Ganti semua barang-barang murahan itu dan pilih bahan kwalitas tinggi, Seumur hidup aku memimpin perusahaan baru ini aku kecewa, ujar nya.


Iqbal menenangkan abang nya.


Meeting usai, segera lakukan apa yang tuan Kenan minta, lanjut Iqbal, memutuskan meeting hari itu.


Semua nampak menarik nafas dan keluar dari ruangan yang sering jadi neraka bila Kenan atau Iqbal tidak suka dengan kinerja mereka.


" Sabar Bang, ayo kita kembali ke ruangan mu" ajak iqbal kepada Kenan.


Kakak adik itu langsung menuju ruangan Kenan.


Kemarahan Kenan sangat di takuti oleh semua Orang di perusahaan.


Bang, kita harus cari tau siapa yang bermain dengan memasok barang-barang itu, dan mengganti pesanan kita dengan Bahan itu.


Aku curiga bang, ada campur tangan orang dalam, lanjut Iqbal.


Kenan mengangguk, dia juga memikirkan itu.

__ADS_1


Kau benar Bal, kita akan selidiki lebih dulu, tapi kita sementara pura-pura diam saja dulu, agar mereka mau kembali melakukan kesalahan kembali, lanjut Kenan.


Akhirnya kedua kaka adik itu sepakat akan menunggu beberapa saat untuk membongkar siapa dalang di balik kejadian Pembangunan proyek yang hampir gagal, karena Bahan yang di gunakan bahan murah dan melukai tiga orang pekerja di lapangan, yang kini terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan itu.


__ADS_2