
Di salah satu kafe di ibukota, Kenan dan teman yang lain tengah duduk sambil minum kopi.
Bagaimana Bar, persiapan pernikahan lu udah berapa persen? tanya Davi melihat Bara yang masih sibuk dengan handphone nya berbalas pesan.
Hmm, Sudah hampir 70 persen jawab nya.
Semua persiapan telah Bara serahkan kepada mama nya, sehingga dia tidak tau apaa pun, hanya mama nya yang akan mengurus dengan WO yang telah di tunjuk sang mama.
Mereka berbincang banyak hal, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan.
Dav, Han, kalian kapan akan menyusul Bara? tanya Kenan melihat kedua teman nya bahkan adik nya saja belum ingin menikah.
Hahaha gue mah belum ingin nikah Ken, masih mau puas puasin muda dulu, jawab Davi.
Sementara Johan yang menang telah memiliki tunangan, mungkin akan melangkah ke pernikahan tahun depan.
Gue mah tahun depan InsyaAllah Ken, jawab johan.
Lu mah cuma nanya kita, no adik lu Iqbal aja belum ada cewek, gimana tu adik lu apa mau jadi bujang tua? goda Johan melihat Iqbal tapi Iqbal hanya diam tidak perduli.
Kenan melihat adik nya.
Kamu kapan mau nikah Bal? ingat usia kamu udah dewasa, tahun depan udah Dua puluh lima ucap kenan melihat Iqbal.
Iqbal melihat abang nya. Apaan sih bang, gue kalau punya calonnya nanti akan bawa ke rumah dah, sekarang kita fokus aja sama nikahan Bara dan Nay, dulu lanjut iqbal.
__ADS_1
Kelima sahabat itu berbincang hangat.
Bar, lu ingat pesan gue tempo hari ya.
Jangan sakiti Adek gue, dia hadiah Tuhan yang paling indah buat gue dan Iqbal, lanjut kenan.
Bara mengangguk, kalian tenang saja gue enggak akan mengecewakan kalian gue janji, ucap Bara.
Iqbal dan kenan mengangguk, gue pegang janji lu jawab Iqbal datar.
Jam sepuluh malam, kelima sahabat itu kembali pulang.
Hati Bara benar-benar bahagia, sebentar lagi dia akan menikahi gadis impian nya, ya gadis impian nya.
Bara tidak menyangka akan jatuh cinta kepada sosok gadis kecil adik sahabat nya itu.
Aku akan bahagia kan kamu sayang, hanya kamu dan aku serta anak kita, anak? Bara tersenyum memikirkan kata anak, akan kah mereka melakukan hubungan itu? pasti dong kan mereka akan menikah.
Bara tidak pulang ke rumah nya sendiri, tapi ke rumah orang tua nya. semenjak akan menikah mama dan papa nya meminta Bara tinggal dengan mereka di rumah utama, kata orang tua nya biar bisa memantau Bara terus.
Bara masuk kamar dan membersihkan diri, lalu mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan ke nomer Nayla.
Di hati Bara hanya ada Nayla Nayla dan hanya Nayla.
Sedangkan di kediaman maheswari, Nayla juga tak kalah bahagia, saat panggilan atas nama Bara masuk ke nomer ponsel nya.
__ADS_1
Nayla mengangkat telepon itu dan berbincang banyak hal dengan Bara termasuk Bara menanyakan ingin punya anak berapa setelah mereka menikah, sukses pertanyaan itu membuat wajah Nayla berubah merah karena malu.
" Isss Kaka Bara apaan sih nanya gitu, nay kan jadi malu jawab nya.
Bara tertawa di kamar nya melihat wajah malu calon istri nya itu.
* Jangan malu nay, kita kan mau nikah lanjut Bara.
Kita perlu merencanakan dong, mau gimana dalam menjalani kehidupan kita nanti jawab Bara.
" Iya tapi engga nanya anak juga kak, Nay malu ini, jawab nya.
Tapi kalau nay pikir sih kak, mama dan Papa kan punya anak tiga, jadi Nay juga mau punya anak Tiga kek papa dan mama, jawab Nayla.
* Bara tersenyum, baiklah nyonya Bara Mahendra, kamu akan dapatkan keinginan mu, semoga saja allah mengabulkan nya ya sayang, amin jawab kedua nya.
Ya sudah tidur sana udah malam banget ini, love you my sweet love, ucap Bara membuat Nayla tersipu malu.
" I love you more Kak Bara, ucap Nayla menutup sambungan telepon mereka.
Pengumuman dikit yah🙏🙏
Aku buat novel baru untuk iqbal di lapak lain. ya
__ADS_1
Jangan lupa. mampir 🙏🙏