ISTRI KEDUA TUAN BARA

ISTRI KEDUA TUAN BARA
Melahirkan


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat, masalah demi masalah pun telah di selesaikan dengan baik oleh Bara. Kehidupan pun telah membuat banyak kebahagiaan kini dirasakan oleh Nayla dan Bara.


Sore itu, saat senja mulai menyapa mereka, Nayla berteriak di kamar nya. Bara baru saja sampai di kediaman mereka, dan berlari saat mendengar suara teriakan sang istri.


Bara melihat keadaan istri nya yang tengah menahan sakit di bagian bawah perut nya.


" Sayang kamu kenapa? tanya Bara melihat Nayla hampir menangis namun dia masih mencoba untuk menahan nya.


" Honey aku mau melahirkan seperti nya! tolong bawa ke rumah sakit, jelas Nayla meminta tolong Bara.


Bara yang panik seakan bengong hingga seorang pembantu memegang bahu Bara.


" Tuan, itu Nyonya bawa ke dokter, mau lahiran ini! ucap pembantu itu membantu Nayla berdiri dari kasur nya.


Bara tersadar dan langsung menggendong istrinya, bi tolong pakaian yang di siapkan Nayla bawa ke mobil sekalian, ucap Bara.


Bara dan Nayla telah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Honey ini sakit sekali, cepatlah, desak Nayla. Bara yang bingung dan cemas langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan kencang.


Mobil tiba di lobby rumah sakit, pada dokter yang berjaga di IGD dan suster langsung berlari menuju Bara dan Nayla. Nayla di baringkan di berangkar rumah sakit dan langsung di bawa keruangan bersalin.


Bara yang masih cemas merogoh saku celana bahan nya dan mengambil ponsel nya.


Bara menelpon mertua nya dan kedua abang Nayla serta orang tua nya.

__ADS_1


Ahhh ini sakit banget teriak Nayla dengan menahan sakit yang luar biasa.


Bara membiarkan tangannya menjadi alat untuk istri nya menyalurkan rasa sakit nya, sehingga tangan Bara menjadi penuh luka bekas cakaran, namun Bara tidak masalah akan hal itu, yang penting bagi nya istri nya selamat dan melahirkan anak juga dengan selamat.


Honey ini sakit, Nayla semakin kuat merasakan kontraksi.


Dokter memeriksa dan mengatakan bahwa pembukaan Nayla sudah penuh.


" Bu nanti ibu ikuti semua intruksi saya ya bu, jika saya bilang mengejan ibu lakukan ya, kalau saya bilang tarik nafas ibu juga tarik, jelas dokter itu.


Sementara di luar ruangan bersalin, Para keluarga mereka telah menunggu, bahkan Diana kakak ipar Nayla pun ikut andil menunggu adik ipar nya di luar ruangan.


Nayla memegang tangan suaminya dengan begitu kuat, mengambil tenaga dari suami nya. Bara juga memberikan semangat di telinga istrinya, " Hayo sayang kamu pasti bisa, Kamu wanita kuat, ayo sayang, itulah kata yang selalu Bara ucapkan di telinga istrinya.


" Terima kasih sayang, kamu ibu yang kuat, aku sangat mencintaimu, ucap Bara.


Bayi itu di bersihkan dan dokter juga membersihkan Nayla dan menjahit bagian bawah Nayla yang terpaksa di gunting oleh dokter tadi.


Semua keluarga Bara dan Nayla bahagia, setelah mendengar jeritan bayi dan melihat Bara keluar dengan wajah lelah tapi bahagia.


" Selamat Bar, ucap Kenan dan Iqbal memeluk Bara.


Lalu kedua orang tua nya juga mertua nya mengucapkan selamat.

__ADS_1


Semua keluarga menunggu di ruang rawat Nayla.


Nayla pun telah bersih dan di pindahkan ke kamar rawatnya.


Mama Nia dan Mama Tami memeluk Nayla mengucapkan Terima kasih karena berhasil melahirkan anak nya dan cucu untuk mereka.


Kebahagiaan hari itu terus berlanjut setelah seorang perawat membawa seorang bayi mungil di dalam ruangan rawat Nayla.


Semua melihat kearah bayi yang masih menutup mata nya dengan gemas.


" Lihat cucu ku sangat cantik, ucap mama Tami melihat cucu nya yang di gendong Mama Nia.


Benar sekali jeng, Cucu kita sangat cantik seperti mama nya, jawab mama Nia.


Para opa pun ikut melihat cucu mereka, semua sangat bahagia.


Kenan dan Diana tak kalah happy melihat kehadiran sosok bayi mungil itu, Sayang kita buat adik buat Arsen! ucap kenan dan mendapatkan cubitan di perut nya oleh sang istri.


Iqbal juga tak kalah bahagia, mencolek gemas pipi keponakan kesayangannya, selain Arsen putra Kenan.


Lengkap sudah keponakan ku mam, ucap iqbal ada Arsenio ada si cantik yang baru lounching, ucap iqbal tersenyum.


Semua menatap Iqbal " kamu kapan buat anak sendiri Bal? Ucap Mama Tami membuat iqbal menatap sambil menggeleng malu, hahahaha tawa semua nya menggema.

__ADS_1


__ADS_2