
Karena banyak pikiran akhir-akhir ini memikirkan abang nya yang ternyata sudah lebih seminggu tidak pulang, Nayla menjadi malas makan dan keadaan nya sungguh lemah.
Asal pagi hari Nayla akan muntah dan rasanya sangat pusing.
Bara yang ketakutan istrinya mengalami penyakit parah, akhirnya membawa Nayla menuju rumah sakit istri Kenan bekerja.
Sesampainya di rumah sakit, Bara langsung menemui dokter dan memeriksa Nayla.
Namun mereka di rujuk ke poli kandungan.
Bara dan Nayla sangat bingung, kenapa mereka di rujuk ke poli kandungan, namun Nayla langsung melihat Bara, dan tersenyum " Honey Aku sudah telat datang bulan hampir dua minggu, jerit Nayla.
Bara memegang tangan istri nya dengan penuh semangat menuju poli kandungan.
Setiba di depan ruangan dokter kandungan, Nayla menunggu nama nya di panggil.
Walau bisa saja Bara menggunakan kekuasaannya untuk membuat nama istri nya di panggil lebih dulu, namun Nayla menolak nya.
" Ibu Nayla Mahendra " panggi seorang perawat wanita yang bertugas di depan ruangan dokter.
" Iya saya, ucap Nayla dan Bara mengikuti istri nya memasuki ruangan dokter.
Selamat siang dokter, ucap Bara dan Nayla.
Dokter wanita itu tersenyum, selamat siang tuan dan nyonya.
Mari silahkan duduk, dulu.
Dokter itu memeriksa tekanan darah Nayla dan meminta Nayla menaiki ranjang khusus untuk pemeriksaan.
__ADS_1
Oles gel nya sus, pinta dokter itu pada perawat yang membantu nya dalam menjalankan tugasnya.
Suster mengoles gel dan dokter bernama Sri itu mulai melakukan tugas nya.
Alat transduser itu bergerak sesuai arahan sang dokter.
" Tuan dan Nyonya, itu janin kalian, calon anak kalian, dokter itu menunjukkan dan melingkari titik sebesar biji kacang hijau itu.
" kenapa dia kecil sekali dok? Bara melihat itu sangat takjub dan penuh semangat. Begitu juga Nayla, tak henti dia berucap syukur.
" Kandungan istri tuan baru dua minggu, dan tentu saja masih kecil. Nanti sesuai berjalan nya waktu maka janin ini akan berubah menjadi bayi dan itu kira-kira usia empat bulan.
" Apa jenis kelamin nya dok? Bara kembali membuat dokter itu tersenyum.
" Belum tau tuan, tapi nanti kita bisa mengecek jenis kelamin nya di usia empat bukan, lima atau lima bulan ke atas, ucap Dokter.
Setelah puas bertanya kepada dokter, pasangan bahagia itu keluar dengan menenteng resep yang harus di tebus di apotek rumah sakit.
Bara memeluk istri nya sepanjang menuju rumah keluarga Maheswari.
Nayla ingin tinggal di rumah orang tua nya sementara, karena di rumah mereka memang banyak pelayan yang melayani Nayla, namun dia tidak nyaman untuk masa ini.
Nayla ingin di temani oleh mama nya dan keluarga nya.
Bara menelpon kedua orang tua nya. Bara mengatakan bahwa Nayla hamil dan berapa sangat bahagia nya mama Tami dan papa Edward.
Kedua orang tua Bara langsung menuju kediaman besan nya keluarga maheswari.
Sepanjang jalan, kedua nya tak henti-henti nya tersenyum.
__ADS_1
kehadiran sang calon anak membuat kedua nya sangat bahagia.
" Terima kasih sayang, kamu sudah mau mengandung nya untuk ku. Aku akan menjadi suami siaga untuk mu dan ayah terbaik untuk calon anak kita nanti, ucap Bara memeluk Nayla.
Mobil yang Bara bawa memasuki kediaman Keluarga Maheswari.
Kedua nya turun dan mencari semua orang.
" Bi, dimana mama dan papa? tanya Bara yang berjumpa dengan salah satu pelayan di rumah ini.
" Oh tuan dan nyonya ada di taman samping tuan Bara, ucap pelayan.
Bara membawa istri nya menuju tempat orang tua istri nya yang tengah bersantai.
Mama teriak Nayla memeluk mama nya dengan sangat bahagia.
Mama Nia melihat kedua anak menantu nya, meminta penjelasan dari kebahagiaan mereka.
" Mama, Nayla hamil! Bara mengucapkan dengan penuh senyuman dan kebahagiaan.
Mama dan papa tersenyum dan memeluk anak dan menantu nya, mengucapkan selamat dan banyak doa.
Tidak lama tiba pula mama Tami dan suami nya. Orang tua Bara itu memeluk Nayla dengan penuh kasih sayang" Terima kasih nak, kamu sudah mau mengandung cucu Mama.
Mama bahagia sekali, iyakan pa? Mama Tami melihat suami nya.
Papa Edward mengangguk. Kami sangat bahagia, inilah yang kami nantikan selama hampir setahun ini, ucap papa tersenyum.
Kebahagiaan Bara dan Nayla pun telah sampai ke telinganya kenan, diana dan iqbal.
__ADS_1
Semua orang bahagia, sangat bahagia atas kabar baik dari Nayla dan Bara itu.