
Seorang gadis berlari di tengah orang orang ramai di rumah sakit, gadis itu berlari berkeliling mencari ruangan di mana ibu nya di rawat ia tau ibunya di rawat karena sang paman meneleponnya ketika ia sedang bekerja menjadi baby sister. Gina agnesia gadis berusia 21 tahun yang mempunyai paras cantik dan hati yang lembut, gina kini tinggal bersama ibu dan adik laki lakinya. Semenjak ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan gina yang dulunya hidup berkecukupan sekarang harus menjadi tulang punggung keluarga menggantikan sang ayah.
"huh huh huh." deru nafas tak beraturan dan detak jantung yang hampir copot ketika mendengar ibu nya pingsan dan dirawat di rumah sakit.
"Ruangan icu, ruangan icu, ruangan icu astaga di mana ruangan icu" guman gina cemas sembari berlari pelan menyusuri setiap ruangan kamar di rumah sakit.
'Bughhh' gina tak sengaja menabrak seorang lelaki berjas putih dan hampir terjatuh, untungnya lelaki itu menangkap tangan gina yang nampak nya lelaki itu adalah dokter.
"Aduh maaf kan saya" ucap gina sembari memperhatikan lelaki itu yang hanya mengangguk dan langsung pergi.
Tiba tiba gina memanggil lelaki itu untuk bertanya."apa kamu tau di mana ruangan icu?" tanya gina.
Lelaki itu menoleh "Ruangan icu ada di di sana kamu tinggal belok kiri" ucap lelaki itu sembari menunjuk ke arah ruangan icu.
"Baik lah terima kasih" ucap gina lalu bergegas pergi ke ruangan di mana ibu nya di tempat kan.
Akhirnya gina sampai di ruangan ICU saat ia membuka pintu di lihatnya paman dan adit adiknya dengan muka cemas seperti telah terjadi sesuatu. Mata gina langsung tertuju ke arah wanita paruh baya yang terbaring lemah dengan selang infus di tanggannya.
"Ibuuu!!, ibu kenapa ibu sakit apa hiks" tangis gina pecah saat melihat ibunya.
Adit memegang pundak gina sambil berkata "kak jangan nangis, nanti ibu sedih loh lihat kakak nangis kayak gini. Kakak tenang ya" ucap adit.
"Kamu jangan nangis gina. Ada paman di sini yang selalu ada buat ibu kamu" ucap hendra paman Gina adik dari ibunya.
__ADS_1
"apa kata dokter paman? Ibu gak kenapa kenapa kan" ucap gina masih dengan tangisannya.
"Dokter belum bilang apa apa kak. Dokter tadi meriksa ibu dan ngambil sample darah" ujar adit.
"Ibu kenapa bisa tidak sadarkan diri? Apa ibu lupa minum obat? Hiks" tanya gina dengan tangis yang masih terisak.
"adit gak tau kak, pas aku pulang sekolah aku langsung liat ibu pingsan di dapur" ucap adit sambil mengusap air mata gina.
"ya sudah sekarang kamu gina tunggu ibu mu di sini ya paman sama adit mau pulang sebentar buat siap siap kayaknya ibu kamu bakalan nginap beberapa hari. Kamu jangan lupa berdoa." ucap paman menepuk pundak gina. Gina hanya menganggung setuju sambil memegang tangan sang ibu.
Satu jam kemudian.
Satu jam berlalu semenjak kepergian paman dan adiknya, sekarang gina sudah lebih tenang dengan mata sembam habis menangis ia menggenggam tangan ibu nya yg dari tadi tak kunjung sadar. tiba tiba pintu terbuka memperlihat kan seorang suster yang memanggil nama hendra pamannya gina.
"Maaf sus paman saya sedang tidak ada di sini, dia lagi pergi kalau bisa saya saja yang menggantikan paman saya" ucap gina sembari menghapus air mata nya.
"Kalau boleh saya tau anda siapa nya bu mirna?" tanya suster itu. (mirna adalah nama dari ibu gina.)
"Saya anaknya sus" jawab gina.
"Oh ya silahkan ayo ikut saya keruangan dokter untuk meminta penjelasan lebih dalan terkait penyakit bu mirna." gina pun mengikuti jalannya suster yang menunjukan ke ruangan dokter itu. Dan tak lama kemudian mereka pun sampai.
"silahkan masuk dokter Arsen sudah menunggu, saya permisi dulu" ucap suster itu langsung beranjak pergi.
__ADS_1
'TokTokTok' Gina mengetuk pintu ruangan tersebut tapi tak ada jawaban hanya suara seperti pertengkaran beradu mulut. Karena tak ada jawaban gina pun langsung masuk ke dalam.
"Begini kah kau memperlakukan ku? Baiklah cukup sampai di sini saja aku tak akan muncul di hadapan mu lagi" ucap wanita itu dengan nada tinggi, wanita berambut pirang dengan pakaian sexy langsung beranjak pergi dari ruangan itu dan menoleh ke arah gina dengan tatapan sinis.
Dan terlihat seorang lelaki dengan tatapan dingin menatap kepergian wanita itu. Dia lah Arsen argawinata seorang dokter Bedah jantung sekaligus anak dari pemilik rumah sakit ini. usianya 27 tahun dengan wajah yang tampan rahang tegas mata coklat terang membuat banyak wanita tergila gila kepada nya bahkan suster suster di rumah sakit ini banyak menyatakan cinta kepada namun di tolak banyak yang bilang arsen seorang gay tapi bukan alasan itu yang sebenarnya tetapi karena arsen masih menunggu cinta masa kecilnya. Arsen di kenal cuek dan dingin kepada wanita kecuali kepada ibu dan adik perempuannya.
Ruangan hening seketika setelah kejadian itu. dan arsen lah yang memecah keheningan. "Ada perlu apa?" tanya arsen yang langsung duduk di kursi kerjanya.
"Saya anak dari pasien yang di rawat bernama mirna dokter manggil buat kasih tau sesuatu" jawab gina sembari duduk.
"oh jadi begini....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like and komen🙏💗