Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Drama pagi hari


__ADS_3

"Aaaaaahhhhkkkkk." teriakan gina menggema di seluruh ruangan.


Arsen yang berada di sampingnya pun langsung terbangun dari tidurnya dengan muka yang panik.


"Kenapa? ada apa? kenapa berteriak?" tanya arsen panik.


"Kenapa dokter gak pake baju? kenapa saya tiba tiba di sini? bukannya saya tidur di sofa?" gina kaget saat ia terbangun matanya terbelalak melihat arsen yang sedang memeluk tubuhnya yang hanya menggunakan celana tanpa baju.


"Pak dokter melanggar janji kontrak!." ucap gina dengan suara yang besar.


"Bisa diam sebentar tidak! suaramu itu seperti toa masjid saja!." arsen acuh dengan ucapan gina ia lebih memilih tidur kembali karena masih mengantuk, lagi pula hari ini ia mengambil libur karena terlalu capek.


Melihat arsen yang tak menjawab pertanyaan nya gina lalu memeriksa pakaianya dan ternyata masih utuh.


Syukurlah masih utuh, lalu kenapa orang gila ini melepas pakaian? apa jangan jangan....


"Pak dokter gak nyentuh saya kan?" tak ada jawaban hanya ada dengkuran halus yg terdengar dari arsen.


"Pak dokter." gina menggoyang goyangkan badan arsen dengan kuat. tapi arsen masih tidak menjawab.


"Om arsen." ucap gina pelan


Arsen langsung bangun dari tidurnya dengan mata yang terbelalak mendengar gina yang memanggilnya dengan sebutan 'Om'.


"Apa kamu bilang?" tanya arsen.


"Saya nanya pak arsen gak ada sentuh saya kan?"


"Yang barusan tadi kamu bilang itu apa?"


"Jawab duluuu pertanyaan saya barusan!!"


Arsen berdenggus. "Untuk apa saya nyentuh kamu? badan mu kurus tidak buat saya nafsu." jawabnya santai.


Bukannya marah saat mendengarkan jawaban arsen gina malah bersyukur saat mengetahui arsen tidak menyentuhnya, lagi pula ia badannya masih berisi tidak sekurus yang arsen bilang.


"Terus kenapa gak pakai baju!"


"AC nya mati tadi mati lampu"


karena di rasa jawaban arsen masih masuk akal gina berbalik membelakangi arsen. waktu menunjukan pukul 04:55 pagi gina memilih untuk melanjutkan tidur nya dan menjauh dari tubuh arsen.


"Hey jawab pertanyaan saya tadi." ucap arsen dengan suara sedikit serak.

__ADS_1


"Pertanyaan apa?" tanya gina yang hendak berbaring.


"Kamu tadi bilang saya apa?"


"Om arsen."


Arsen berdecak kesal. "Kamu pikir umur saya setua apa sampai kamu panggil Om?"


"Tua lah umur dokter udah 27 kok kan udah masuk kategori Om om atau sugar daddy mungkin" ucap gina sambil senyum mengejek.


"Saya masih muda gina" ucap arsen karena mengantuk gina tak menghiraukan lagi perkataan arsen itu dan memilih untuk tidur.


merasa kalau gina tidak menjawab pertanyaan darinya ia memilih melanjutkan tidur nya lagi.


perdebatan kecil itu pun berakhir.


Di tempat lain.


-Di sebuah gudang kosong.


"ini data keseluruhan gadis itu ." ucap seseorang menyodorkan kertas berisi data pribadi milik gina.


"Apa yang harus kulakukan." tanya seorang pria berwajah sangar berumur 38 tahun yang mempunyai tatto di sekujur tubuhnya. dan nampak nya itu adalah pembunuh bayaran yang di sewa seseorang untuk membunuh gina.


"Kapan aku harus melakukannya?"


"Lakukan 2 bulan lagi, dan aku tegaskan tidak ada yang menjadi pelaku pembunuhan." tegas seseorang itu.


"Hm, berapa mau kau bayar untuk membunuh gadis kecil itu?" Tanya pembunuh bayaran itu sambil menghisap rokok yang baru saja ia hidupkan.


"Bawa saja mayat gadis itu dengan keadaan yang masih segar, akan kubayar setinggi apapun."


"Hehm nampak nya kau sangat membenci wanita itu. baiklah aku akan melakukan apa yang kau pinta." ucapnya dan langsung beranjak pergi dari gudang itu.


-🍁🍁


Sinar matahari telah menembus jendela kamar di mana arsen dan gina tidur, kicauan burung yang tenang membuat keduanya tidak kunjung bangun dari tidurnya. Saat sedang enak enaknya tidur tiba tiba mereka terbangun karena suara alarm yang berbunyi.


"Ughhh" ucap gina seraya mematikan alarm jam yang berbunyi.


Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 07:00. "Wah sudah jam 7." ucap gina beranjak dari tempat tidur.


sementara arsen masih terbaring di ranjang dan masih tidak menggunakan baju.

__ADS_1


Gina lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan hari ini ia hanya menyajikan roti, buah buahan dan susu coklat.


kok dia belum bangun.


Gina yang penasaran kenapa arsen belum keluar dari kamarnya langsung berniat untuk membangunkan arsen dari dari tidurnya.


Saat ia membuka pintu tidak ada arsen di sana di pikirnya arsen sedang mandi sekarang, jadi gina memilih merapikan tempat tidur yang berantakan.


Setelah beres mata gina tidak sengaja tertuju lagi dengan benda tinggi yang tertutupi kain yang pernah dilihatnya waktu itu. ia ragu ingin membuka atau tidak takutnya itu adalah patung manusia yang dibuat dari manusia asli.


*Buka gak ya, kalo di buka takutnya ini manusia beneran lagi, gak dibuka aku yang penasaran.


buka aja deh*.


gina menarik kain yang melekat pada benda tinggi itu, saat di buka alangkah terkejut dia ketika melihat itu adalah sebuah pajangan tenggkorak manusia lengkap yang berada di samping tempat tidur arsen. bulu kuduk nya berdiri tegak, apa apaan lelaki gila ini memajang tengkorak menyeramkan ini di kamarnya.


Fiks dia ini memang psikopat.


Pintu kamar mandi terbuka keluarlah arsen dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya dengan rambut yang masih basah.


'Wow' batin gina melihat pemandangan yang menyegarkan pandangannya itu.


Arsen heran melihat mata gina yang tertuju pada perutnya. "Apa yang kamu lihat?" tanya arsen.


"Kenapa kamu melihat perut saya?"


"Oh em gak kok pak dokter." ucap gina dengan muka yang merah mengalihkan pandangan.


Gina langsung buru buru mengambil handuknya dan berjalan ke arah arsen, tepatnya ke arah kamar mandi. mereka hanya berpapasan dengan perasaan gina yang canggung sekaligus malu saat tadi ketahuan memandangi tubuh atletis arsen.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🍁Bingung mau kasi judul apa😶


__ADS_2