Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Kerja


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Menurut gina hari hari yang ia lalui bersama arsen adalah hari hari paling membosankan yang pernah ada. Jarang ada interaksi, bangun pagi langsung membuat sarapan setelah itu arsen pergi bekerja dan meninggalkan gina sendiri di apartemen tanpa teman, setelah di tinggal arsen pun gina hanya bengong sendiri meratapi nasibnya. kadang ia sedikit menyesal menerima tawaran menikah dari arsen tapi sudah terlanjur ia terima.


"Semenjak nikah sama dia, semenjak itu juga aku non-aktifkan akun whatsapp ku."


"Pasti temen temen pada ngechat nih, tapi nanti aja lah aktif-in nya."


"Lama banget tu orang pulang padahal kan aku mau kasi tau sesuatu." gina melihat jam dan ternyata jam menunjukkan pukul 20:31 malam tapi arsen belum juga pulang.


10 menit kemudian..


Pintu terbuka dan terlihatlah arsen dengan wajah datarnya masuk tanpa memencet bell dan mengucap salam.


Main nyelonong masuk aja ni orang


"Pak dokter." sapa gina.


"Hm"


Arsen langsung masuk kekamar, dan saat keluar ia langsung menuju dapur untuk makan malam. gina menghampiri arsen yang sedang makan untuk berbicara sesuatu.


"Pak dokter saya boleh ngomong gak?"


"Apa?"


"Saya boleh kerja gak?"


Arsen menghentikan makannya dan menatap gina dengan datar. "Memangnya mau kerja apa?"


"Nah itu diaa... "


"Gak tau mau kerja apa dok, soalnya kalau di rumah sendirian bosen"


"Terus kalau gak tau ngapain mau kerja?" tanya arsen yang kembali fokus dengan makannya.


"Kerja di rumah sakit punya dokter boleh gak?"


"Kerja apa emang nya?"


"Nah itu... ee ada lowongan kerja gak di sana?" tanya gina menatap arsen dengan lekat.


"Di rumah sakit kekurangan pramusaji."


"Yah gak bisa dong." ucap gina dengan kecewa.


"Kenapa?" tanya arsen.


"Saya kan cuma lulusan SMA gak kuliah."


"Gak apa apa, kamu bisa kerja di sana tanpa kuliah."


"Lah gak bisa gitu dong pak dokter gimana kata orang yang kerja di sana?"


"Bilang aja kamu istri saya pasti mereka ngerti kok, lagian banyak pramusaji di sana yang kerja tanpa lulusan sarjana."


Istri.. batin gina. rasa nya ingin muntah mendengar arsen memanggilnya istri.


"Oh kalau begitu yaudah saya mau, kapan mulainya dok?" tanya gina sedikit antusias.


"Besok." jawab arsen yang sudah selesai langsung berdiri dan menaruh piringnya di wastafel.

__ADS_1


"kok cepet dok?"


"kalau gak mau kerja yasudah." jawab arsen berlalu begitu saja.


"Iya iya iya" gina memutar bola matanya malas.


Karena sudah malam gina pun memutuskan tidur agar besok tidak kesiangan, gina sedikit bersemangat karena setelah sekian lama ia bisa menghirup udara segar di luar sana. Sedangkat arsen sedang membaca buku dengan teliti dan tenang.


-🍁🍁


Pagi hari nya gina bangun pukul 05:05 pagi dengan keadaan Arsen memeluk tubuhnya seperti biasanya, sekarang gina sudah terbiasa dengan pelukan itu karena ia tak ingin memperpanjang drama antara dirinya dan arsen.


Gina langsung buru buru mandi dan membangunkan arsen dari tidurnya.


"Pak dokter"


"Ugh, air apa ini!?" ucap arsen merasakan air yang menetes dari atas mukanya dan ternyata itu adalah air dari rambut gina yang basah.


"Maaf, rambut saya basah"


"Bangun, bangun udah siang"


"Iya iya" arsen bangun langsung menuju ke kamar mandi, dan gina langsung membuat sarapan.


Semuanya sudah selesai mereka tinggal melakukan perjalanan menuju rumah sakit.


Saat ingin masuk ke dalam mobil gina langsung memikirkan sesuatu. "Tunggu dulu!"


Arsen menoleh dengan ekspresi heran. "kenapa?"


"Kenapa kita pergi nya 1 mobil?"


"Nanti gimana kalau orang orang liat saya keluar dari mobil pak dokter? nanti kan semuanya bakalan tertuju ke kita berdua? apa kata dunia?"


"Biarkan saja, ayo masuk"


aku kan nanya...


-🍁🍁


Setelah perjalanan panjang mereka pun sampai di rumah sakit, saat arsen dan gina turun dari mobil ada seorang dokter laki laki menghampiri mereka.


"Eh, bro" sapa dokter itu.


"Ya" jawab arsen datar.


"Eh, kamu" tanya dokter itu menuju ke arah gina.


"Kenapa?" tanya gina heran


"Kamu yang waktu itu kan?"


"Yang mana?"


"Waktu itu kita gak sengaja tabrakan dan kamu nanya ruang icu, inget gak? tanya dokter itu.


"Oh, iya iya saya ingat. makasih ya udah tunjukin jalannya"


"Kenalin saya Bima salah satu dokter di sini, salam kenal." ucap bima menjabat tangan dengan gina.

__ADS_1


Tamvan sekaliii~ batin gina.


"Saya gina" ucap gina dengan menunjukkan senyumnya yang manis.


Arsen yang dari tadi hanya melihat interaksi antara bima dan gina merasa tidak suka dan hanya memasang wajah datar di tambah tatapan tajamnya. saat melihat bima dan gina saling menjabat tangan arsen langsung dengan sigap melepas tangan gina dari tangan bima.


"Santai sen kenalan doang kok." ucap bima.


"Eh, btw kalian ada hubungan apa? dan kamu kenapa kesini gina?"


"Dia ist-"


"Dia kakak saya" gina dengan cepat memotong ucapan arsen yang entah keceplosan atau sengaja.


"Lah, bukannya adik arsen itu alexa?" tanya bima heran.


"Eee itu ee adik angkat, saya adik angkat dia hehe."


"Oh begitu ya, kamu kesini kenapa?"


"Aku ngelamar kerja di sini mas bima"


"Mas?" tanya arsen.


"Kenapa?" kenapa dengan orang ini.


"Wah mantep tuh di panggil mas"


"Sen adik lo buat gue ya" goda bima.


Arsen hanya diam dan langsung menggenggam tangan gina lalu menyeret nya pergi dari pandangan bima.


Gina kaget melihat arsen yang tiba tiba menyeret nya dari sana. "Eh, eh mas bima da-da da" dengan sempat nya gina masih bisa menyapa bima.


Bima yang melihat itu pun hanya diam sambil tersenyum.


Saat sudah menjauh dari pandangan bima gina langsung melepas genggaman tangan arsen. "Eh pak dokter ngapain sih main tinggalin orang aja kita kan masih mau ngomong."


"Saya tidak menggaji orang di sini untuk mengobrol, saya hanya memberi gaji kepada orang yang mau kerja sungguh sungguh di sini!" ucap arsen sambil menatap wajah gina dengan ekspresi marah.


"Kalau kamu tidak ingin kerja di sini saya bisa antar pulang"


"Eh e-enggak dok saya mau kerja nanti di rumah bosan" ucap gina dengan wajah ketakutan.


Cukup diam, dan kerja~ gumam gina.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2