
Arsen diam sejenak sambil menatap ke arah gina.
Flashback and pov arsen.
Ketika gina keluar dari ruangannya ponsel arsen berdering memperlihatkan nama 'Mama💗' di layar ponselnya arsen sudah menebak kalau mamanya akan membahas tentang kenapa arsen bertengkar dengan jesika tadi.
"Hallo ma." ucap arsen memulai percakapan.
"Arsen! Kenapa kamu bertengkar dengan jesika tadi? Kenapa kamu keterlaluan seperti ini?" tanya mamanya emosi.
"Arsen gak menyukai dia ma. Arsen tidak akan pernah mau menikah dengannya." tolak arsen mengingat setiap hari jesika pergi kerumah sakit hanya untuk merayunya untuk menikah.
"Umur kamu sudah berapa arsen? Kamu mau perempuan seperti apa lagi? Atau selera kamu yang ketinggian?" tanya mamanya mengingat umur arsen yang sudah memasuki usia 27 tahun dan arsen sangatlah pilih pilih perempuan.
Arsen menghela nafas kasar. "Arsen mau yang seperti ina mama aku gak mau kalau bukan dia." tegasnya.
"Yaallah arsen memangnya kamu tau ina sekarang dimana? Kalian ketemu itu hanya pas masih kecil. Sekarang katanya ina sudah meninggal" ucap mama arsen, ia yang mendengar itu pun langsung mematikan teleponnya karena telinga nya panas mendengar ocehan mamanya.
Tidak ada pilihan lain selain mengajak gadis itu untuk menikah! Lagipula dia sangat mirip dengan ina. Gumam arsen.
__ADS_1
...----------------...
Arsen melanjutkan perkataannya sambil menatap gina dengan tatapan dalam. "Saya bisa mengoperasi ibu kamu dengan gratis, tapi ada syaratnya. kamu harus mau menikah dengan saya". Gina kaget mendengar ucapan dokter di hadapannya bagaimana tidak baru saja bertemu satu hari yang lalu dan dia bahkan tak mengetahui nama gina bagaimana bisa dokter itu mengajaknya menikah.
"Maksud dokter? Menikah? Dengan dokter?" tanya gina masih ragu.
"Iya jika kamu mau menikah dengan saya operasi ibu mu akan saya tanggung sendiri" jelas arsen.
Gina masih ragu antara menjawab iya atau tidak demi ibunya sebenarnya gina sangat lah mau tapi ia harus menikah dengan pria yang tak ia kenal apalagi pria itu memiliki kekasih.
Gina diam sejenak arsen yang melihat itu pun langsung berkata. "Saya hanya meminta jawaban iya atau tidak cepat jawab sebentar lagi saya akan ada operasi. Saya berikan waktu mu sampai jam 4 sore jika kamu tidak menemui saya artinya kamu menolak saya permisi." ucap arsen lalu beranjak pergi.
Gina menelpon mereka melalui grup yang dibuatnya. Hallo gina." sapa chika dan diana serempak.
"Hallo chika, diana." ucap cika lalu menceritakan tentang kejadian yang ia alami termasuk ibunya yang jatuh sakit kecuali tentang ia yang di lamar oleh dokter arsen.
Chika dan diana yang mendengarnya pun merasa prihatin. "Yaallah gin pantesan WA kamu gak aktif dari kemarin aku sampai nanya aska dianya gak tau." ucap chika.
Gina yang mendengar temannya menyebut nama aska pun langsung tersenyum kikuk mengingat perselingkuhan yang di lakukan mantan pacarnya. "Udahlah kalian gak udah bahas dia lagi. Ucap gina. "kalian sibuk gak? Kalau gak sibuk aku mau ngajak kalian ke taman tepi danau biasa kita nongkrong akj mau ngomong sesuatu." tambahnya.
__ADS_1
"Kamu mau ngomong apa? Tentang aska?" tanya diana.
"datang aja nanti aku ceritain" ucap gina.
"Hm baiklah aku sama diana akan pergi nanti ku ajak kimmy juga" ucap chika. Gina yang mendengar hal itu langsung berdengus kesal. "jangan ajak dia aku gak mau liat mukannya lagi" ucap gina tak ingin kimmy di ajak.
"Baiklah" ucap chika dan diana mereka sudah paham kalau gina sudah berkata seperti itu pasti gina dan kimmy ada masalah.
.
.
.
.
.
_
__ADS_1