
Arsen memulai percakapan dengan pertanyaan dan melupakan kejadian yang barusan ia alami.
"Apakah ibu kamu sudah sering sakit sakitan?" tanya arsen sambil membaca sebuah kertas diagnosa penyakit di tangannya.
"Iya dok ibu saya sudah sering sakit sejak umurnya masih 35 tahun." jawab gina mengingat kapan ibu nya pertama kali jatuh sakit.
"Saya harap kamu tidak terkejut. Saya sudah mengecek keadaan pasien bernama bu mirna, dan yang saya dapatkan adalah bu mirna terkena penyakit jantung koroner yang artinya jantung bu mirna sudah mengalami penyempitan pembuluh darah pada bagian arteri koroner sudah parah dan harus segera di operasi kamu bisa lihat informasi nya" ucap dokter arsen sembari menyodorkan kertas ke pada gina.
Hati gina hancur berkeping keping mendengar kata 'operasi' tak bisa ia bayangkan berapa banyak uang yang harus di bayar untuk operasi ibunya.
"Apakah tak ada cara lain selain operasi dok?" tanya gina.
"Tidak ada harus di lakukan operasi secepatnya atau ibu kamu kehilangan nyawa" jawab arsen.
"Berapa biaya operasi nya dok? Apa bisa menggunakan bpjs dok?" Tanya gina berharap agar operasi ibunya bisa menggunakan bpjs.
__ADS_1
"Untuk operasi tersebut tidak bisa menggunakan bpjs, kamu harus mengeluarkan uang sekitar 60 atau sekitar 130 juta rupiah untuk biaya operasi tersebut" jawab dokter itu dengan jelas.
Gina diam sesaat, entah kebahagiaan yang enggan singgah di hidupnya atau memang hari nya selalu sial, gina rasa nya ingin menjerit mendengar nominal yang di sebutkan dokter itu. Nominal yang sangat besar gajinya 1 tahun sebagai baby sister saja tak cukup untuk biaya operasi ibunya untuk makan saja gina sangat susah apalagi harus membayar operasi ibunya itu.
"Untuk operasinya apakah ada batasan hari dok? Tanya gina.
"Hanya ada waktu 1 minggu untuk di lakukan operasi karena keadaan bu mirna sudah parah" jelas dokter arsen.
Gina diam memikirkan cara agar dia mendapatkan biaya untuk operasi ibunya dengan cara meminjam. " Baiklah, saya akan segera mendapatkan uang untuk pembayaran operasi ibu saya secepatnya ucap gina langsung berdiri dan hendak pergi.
"saya permisi dokter, terimakasih" ucap gina lalu melangkah keluar ruangan tetapi gina langsung menoleh ke arah dokter itu untuk memberitahu sesuatu.
"Bukan urusan kamu" ucap arsen dingin.
'Udah syukur di kasi tau ya sudah lah' gumam gina
__ADS_1
Gina berjalan di lorong rumah sakit menuju ruangan ibunya dengan pikiran yang masih tentang biaya operasi ibunya. Gina berpikir ia akan meminjam uang pamannya setengah dan ingin meminjam uang pacarnya yang bernama aska. Tak lama kemudian gina sudah sampai di ruangan ibunya dan terlihat di ibu nya sudah sadar dari pingsan di juga sana sudah ada sang paman, istri nya paman yang bernama nani dan adit yang menemani.
"Syukurlah bu, ibu sudah sadar" ucap gina langsung memeluk ibu nya yang masih sedikit lemah pasca bangun dari pingsan.
Ibu nya lalu tersenyum "Iya gina ibu sudah sehat kok besok ibu juga sudah bisa pulang" ucap sang ibu sembari mengusap rambut gina.
Gina langsung bangun dari pelukan ibunya "Sehat dari mana nya bu? Ibu belum bisa pulang untuk besok, ibu harus melakukan operasi" ucap gina.
"Kamu pikir operasi itu murah gina? Ibu tidak usah di operasi ibu akan sembuh kok ibu bakalan rajin minum obat dan makan teratur. Ibu kasihan lihat kamu gina dari ayah mu meninggal kamu lah yang cari uang" ucap sang ibu sambil meneteskan air mata.
"Enggak bu! aku sudah tau cara bagaimana membayar operasi ibu. aku gak mau liat ibu sakit sakitan terus seperti ini" protes gina lalu menoleh ke arah sang paman.
"paman boleh aku bicara sebentar dengan paman di luar" ucap gina di balas anggukan oleh sang paman.
Gina keluar dengan pamannya dan tinggal lah istri paman dan adit di dalam menjaga ibu gina. Setelah membicarakan tentang diagnosa penyakit ibunya gina lalu membicarakan tentang biaya operasi dan ingin meminjam uang kepada sang paman. Tapi sayangnya sang paman menolak karena tidak punya uang sebanyak itu alhasil gina berpikir akan meminjam uang kepada aska pacarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like💗🌻🙏🍃