Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Anak ayam


__ADS_3

Ia heran melihat pria di depannya ini. memang mata arsen jika menatap orang itu dengan sorot mata yang tajam tapi saat ini Tak biasanya matanya berbeda seperti itu, layaknya memendam kemarahan yang tak ingin padam.


"Dokter" panggil gina.


Hening tak ada jawaban sedikit pun dari nya bahkan arsen tak menoleh.


"Pak dokter." tetap tak ada jawaban.


"Arsen argawinata." panggil gina lagi. arsen hanya menoleh dan memutar bola matanya malas.


"Dokter kenapa sih?"


"Emang saya kenapa?"


"pak dokter kayak marah sama saya emang salah saya apa?" tanya gina bingung.


Arsen lagi lagi tidak menjawab pertanyaan dari gina ia lebih memilih fokus kedepan.


Gina memilih tidak mengobrol lagi dengan arsen karena kalau mengobrol pun tak ada hasilnya. selang 15 menit gina hanya fokus melihat jalanan ke arah pulang arpatemennya ia melihat ada tukang nasi goreng di pinggir jalan.


"Eh, dok berhenti dong." pinta gina.


"Kenapa?"


"Saya lapar."


"Terus?" tanya arsen cuek.


"Itu di pinggir ada tukang nasi goreng kayaknya enak deh, beli yuk dok."


Arsen melirik ke tepi jalan dan di lihatnya banyak orang berjualan makanan seperti nasi goreng, bakso, dan jalanan yang biasa di jual di SD.


"Gak" jawabnya singkat.


"Loh kenapa? dokter pasti juga laparkan belum makan?"


"Itu gak sehat."


"Yaudah saya aja yang beli."


"Pergi lah saya nunggu."


Gina menadah tangannya. "apa?" tanya arsen bingung.

__ADS_1


"Minta duit."


Arsen menghela nafas, ia pun membuka dompet nya dan memberikan gina uang 100 ribu. setelah mendapatkan uang gina langsung turun dari mobil dan menghampiri abang abang tukang nasgor.


Arsen hanya melihat gina dari kaca spion.


*Apakah dia punya pacar? bagaimana dengan aku Suaminya?...


argh, aku ini mikirin apa sih, lagian dia cuma istri kontrak.


Tapi kenapa? kenapa di hatiku seperti ada yang menganjal saat melihat dia dekat dengan pria itu*?


Arsen menyandarkan kepada nya ke kursi mobil sambil menunggu gina selesai membeli nasi goreng. Tak butuh waktu lama gina pun kembali masuk kedalam mobil milik arsen. saat masuk arsen heran kenapa gina membawa kotak kecil yang memiliki bunyi seperti anak ayam.


"Apa itu?" tanya arsen memperhatikan kotak itu.


Guna membuka kotak yang di bawanya, dan ternyata itu adalah 1 ekor anak ayam warna warni yang di jual oleh kakek kakek di sana. karena merasa kasihan gina ia langsung membeli anak ayam itu.


"Kamu bilang mau beli nasi goreng kenapa malah bawa anak ayam? warna ungu pula?"


"Nasi goreng nya ada kok." ucap gina sambil menunjukkan kantong berisi nasi goreng.


"Saya kasihan liat kakek kakek jualan ini sepi pembeli jadi saya beli deh" ujar gina.


"Loh gak bisa lah dok masa harus di balikin, kasihan kakeknya"


"kalau dia buang kotoran sembarangan gimana?"


"Saya gak mau apartemen milik saya di kotori oleh anak ayam ini." jelas arsen.


"Tenang aja pak dokter, saya janji kalau dia buang kotoran sembarangan pak dokter boleh hukum saya sepuasnya deh." ucap gina sambil menunjukan jari kelingking nya berharap agar arsen dapat menyatukan kedua kelingking mereka untuk sebuah perjanjian.


Arsen hanya menatap gina dengan tatapan tajam dan kembali mengendarai mobil.


"Yaudah, kalau dokter kayak gitu berarti boleh." ucapnya sambil mengusap kepala anak ayam berwarna ungu itu.


-๐Ÿ๐Ÿ


Tak lama kemudian mereka berdua sampai di apartemen. gina langsung menaruh anak ayam yang di belinya setelah itu ia pergi kedapur untuk mengambil piring.


"Dok, saya beli 2 nasi goreng nya. ayo makan" ajak gina.


"Tidak usah." ucap arsen cuek dan masih memikirkan gilang lelaki yang berada di rumah gina tadi.

__ADS_1


"TIDAK ADA PENOLAKAN." ucap gina menirukan suara arsen.


"Ck"


Dengan terpaksa arsen menuruti keinginan gina untuk makan padahal ini sudah saatnya tidur. Gadis ini menyebalkan pikirnya.


Makan pun selesai arsen langsung ingin menuju kamar untuk tidur sedangkan gina hanya sibuk mengurusi anak ayam yang baru saja di belinya itu.


"Hey, sudah malam sebaiknya tidur." ucapan arsen sama sekali tak di hiraukan oleh gina.


"Heheheheh kamu lucu gimana kalo aku kasi kamu nama mimi?" ucap gina tertawa sambil menunjukan deretan giginya.


Dimata orang orang gina mungkin adalah gadis cantik yang sangat menyukai binatang, tapi di mata arsen gina adalah gadis gila yang lepas dari rumah sakit jiwa. bisa bisanya berbicara dengan hewan yang bahkan hewan itu tak merespon apapun.


"Gadis gila, cepat tidur!"


"jika ibumu melihat bola matamu menghitam seperti panda bisa bisa ibu akan menuduh saya yang tidak tidak."ucap arsen sedikit kesal dari tadi ia bicara hina bahkan tak ada menoleh.


"Cepat tidur kalau tidak saya ak-"


"Iya iya iya iya iya saya tidur, duluan ajaa. lebih baik dokter yang tidur nanti mata dokter pula yang hitam."


Arsen langsung pergi kekamar untuk tidur. tapi ia gelisah tidak bisa tidur. Sebelum menikah dengan gina arsen memang punya gangguan tidur tapi setelah menikah dan tidur 1 ranjang dengan gina gangguan tidurnya tiba tiba hilang.


1 jam sudah berlalu kini arsen masih belum bisa tidur di lihat di sebelah nya tetnyata gina tidak kunjung pergi tidur. karena penasaran arsen keluar kamar dan ia kaget melihat gina sedang terdidur di sofa sambil memeluk anak ayamnya.


Tanpa pikir panjang arsen langsung menggendong tubuh gina untuk masuk kekamar.


Berat sekali badan gadis ini..


.


.


.


.


.


...----------------...


แฆŠ

__ADS_1


__ADS_2