Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Alergi


__ADS_3

"Kamu suka bima?" tanya arsen tiba tiba.


Gina yang dari tadi hanya melamun sontak kaget mendengar pertanyaan arsen. Apa apaan pria ini menanyakan hal itu? Apa dia cemburu dengan dokter bima?


"Hey"


"Eh, Apa" ucap gina kaget.


"Kamu suka bima?" arsen mengulang kembali pertanyaannya.


"Kepo" Arsen hanya menghela nafas mendengar jawaban gina. Ada perasaan yang mengganjal saat melihat gina dekat dengan bima.


Kenapa perasaan ku campur aduk begini?..


"Kenapa?" ucap gina penasaran


"Tidak" jawab arsen cuek dan kembali fokus menyetir.


Aku tau kok kalau kamu takut bima di rebut batin gina sambil sedikit tersenyum geli.


-๐Ÿ๐Ÿ


Tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di apartemen milik arsen. Saat baru satu langkah memasuki apartemen gina baru teringat sesuatu.


"Astaga lupa" gina menepuk jidatnya.


"Kenapa?" tanya arsen sambil melihat gina yang menepuk jidatnya itu.


"Gak ada makanan di sini dok saya lupa kasi tau, di kulkas stok makanan juga udah habis. Gimana nih mau belanja tapi supermarketnya kan jauh lagi pula sekarang udah malam gimana dong dok?"


Arsen memutar otaknya. "Em belanja nya besok saja setelah pulang kerja gimana?"


"Iya, tapi sekarang gimana perut saya lapar" gina mengusap perutnya yang dari tadi keroncongan.


"Pesan lewat aplikasi saja" usul arsen.


"Okeyy bos" ia lalu manghidupkan handphonenya dan langsung memilih makanan yang mau di pesan yang rating nya tinggi tentunya.


"Dokter mau makan apa?" tanya gina meminta pendapat arsen.


"Terserah kamu, pesan saja makanan asal enak"


Karena sudah mendapatkan jawaban 'Terserah' gina pun langsung memesan nasi dengan ayam goreng + minuman green tea untuk dirinya, thai tea untuk arsen dan tidak lupa juga ia membeli makanan kesukaannya yaitu dimsum ayam yang di campur daging udang.


"Perfeck" gina langsung memencet tombol untuk memesan makanan tersebut.


Gina masuk kekamar dan dilihatnya arsen sedang membaca buku di kasur dengan tengkorak yang di lihatnya kemarin sudah di buka arsen dari kain yang membungkusnya.


"Astagfirullah" kaget gina.


"Hah Kenapa lagi?" tanya arsen yang juga kaget melihat gina yang tiba tiba ada kamar.


"Ngapain sih majang majang tengkorak segala di kamar?"

__ADS_1


"Kan gak lucu kalau gerak!"


"Mentang mentang dokter majang tengkorak sembarangan."


Tawa arsen tiba tiba pecah mendengar ocehan gina, entah kenapa wajah gina sangat menggemaskan saat marah menurutnya.


Wah tumben ketawa biasanya wajahnya kaku kayak patung


"Kenapa ketawa gak ada yang lucu tuh"


"Pak dokter suka ngetawain hal garing"


"Saya gak ngetawain ocehanmu, saya ketawa lihat muka kamu. Kalau lagi marah kayak nenek nenek" ejek arsen.


Muka gina yang tadinya biasa saja berubah menjadi masam ketika mendengar ejekan arsen itu.


"Ya gak apa apa, walau kayak nenek nenek yang penting banyak yang suka" ucap gina sombong. Mendengar hal itu arsen hanya tertawa kecil.


'Ting ting ting' bell apartemen berbunyi


"Siapa itu" tanya arsen


"Itu kurir makanan kali"


"Sebentar" teriak gina mengisyaratkan kurir itu menunggu sebentar.


"Minta uang"


"Berapa?" arsen langsung mengecek kocek celananya untuk mencari dompet


Arsen langsung memberi uang 100 ribu untuk gina berikan kepada kurir makanan. Gina keluar kamar dan bergegas membuka pintu.


"Maaf ya pak udah nunggu lama" ucap gina sambil membuka pintu.


"Iya neng gak apa apa kok, ini makanannnya neng" ucap pak kurir menyodorkan makanan yang di pesannya.


"Ini pak uangnya, makasih"


Setelah kurir itu pergi gina langsung memanggil arsen untuk segera makan. Tak lama kemudian arsen pun datang menghampiri gina yang sedang duduk di meja makan.


"Kamu pesan apa?" tanya arsen sembari Duduk di kursi meja makan.


"Nasi ayam goreng, minuman, sama dimsum dok"


Arsen dan gina langsung makan dengan lahap karena sudah kelaparan. Saat arsen memakan dimsum yang di pesan gina ia merasa rasa dimsum itu adalah rasa yang paling di musuhinya.


"Ini dimsum apa gina?" tanya arsen mengamati dimsum yang sudah di gigitnya setengah.


"Dimsum ayam campur udang" jawab gina yang masih menyuap nasi nya.


Mendengar kata 'Udang' arsen langsung berlari menuju kamar mandi untuk langsung memuntahkan dimsumnya.


"Kenapa dia" gina tidak menghiraukan arsen yang berlari menuju kamar mandi ia malah melanjutkan makannya dengan santai.

__ADS_1


10 menit telah berlalu, Arsen keluar dari kamar mandi dengan jalan yang sempoyongan muka dan badan yang merah serta bintik bintik.


"Gina, tolong huh" ucap arse dengan nafas tak beraturan.


Gina membelalakan matanya melihat penampilan arsen yang menjadi merah. "Eh, pak dokter kenapa nih" gina langsung memopong badan arsen yang lemas.


Gina membawa arsen arsen menuju kamar lalu membaringkannya secara perlahan. Kenapa orang ini tiba tiba sakit pikirnya.


tanpa pikir panjang gina langsung menelpon ibu mertuanya untuk menanyakan kenapa arsen tiba tiba seperti itu.


"Hallo ma" ucap gina panik.


"Kenapa sayang" jawab ibu mertuanya.


"Mah, arsen kenapa ma, muka nya merah terus ada bintik bintik ma."


"Hah muka nya merah?! Arsen habis makan apa barusan?" kini mama mertuanya menjadi panik.


"Tadi pas makan dimsum arsen langsung kekamar mandi gak tau ngapain"


"Eh arsen gak makan udang kan?"


Gina baru teringat sesuatu "Itu dimsum ayam campur udang ma"


"Yaampun, arsen alergi udang gina. Alerginya parah" jelas mama mertuanya.


"Yah gimana dong, mama bisa gak kesini tolongin arsen gina gak tau gimana"


"Maaf sayang mama lagi di luar kota gak bisa datang"


Belum sempat ia berbicara tiba tiba handphone nya mati karena kehabisan baterai. "Aduh gimana nih"


Dilihat nya arsen sedang berbaring lemah dengan wajah yang semakin memerah "Apa aku kompres aja ya muka nya pake air hangat"


'Ting ting ting' bell berbunyi gina segera pergi menuju pintu dan saat pintu di buka itu ternyata itu adalah jesika dengan pakaian sexy nya sedang membawa kantong plastik yang berisi sebuah obat.


"Hai pembantu, mana arsen?" ucap jesika langsung masuk begitu saja dan berjalan menuju kamar.


"Hey kenapa kamu kesini lagi" gina berusaha menghalangi tapi ia malah di dorong oleh jesika dengan kasar.


"Aduh! Kurang ajar sekali kau"


"Aku? Kesini? Sudah tentu aku ingin menghabiskan malam hangat dengan pria ku"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2