Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun datang, yaitu hari pernikahan gina dan arsen. Semua persiapan sudah seratus persen dan hanya tinggal menunggu detik detik ijab kabul.


Pernikahan gina dan arsen di adakan di sebuah hotel mewah, acaranya hanya mengundang sedikit orang walaupun menurut gina tamu undangan itu tidak sedikit tapi ia masih bersyukur bahwa tak ada orang yang mengenalinya. keluarga gina yang datang hanyalah paman, bibi dan anak mereka meskipun begitu gina masih tetap bersyukur. Demi menjaga privasi gina tak mengundang kedua sahabatnya chika dan diana.


Saat di ruang make up gina di dandani oleh MUA pilihan mama arsen. Tak butuh waktu lama untuk merias wajah gina karena ia menginginkan riasan yang natural bukan riasan yang membuatnya seperti hantu.


Gina dan arsen pun sudah menyelesaikan persiapan mereka dan arsen juga sudah siap untuk mengucap ijab kabul di depan paman gina.


"Gina ingat pesan ibu ya, walaupun kalian hanya menikah selama enam bulan saja tapi yang nama nya suami tetaplah suami, kamu harus belajar menjadi istri yang baik layani ia dengan baik." ucap ibu gina yang berada di kursi roda karena belum sepenuhnya pulih pasca operasi. Ibunya memberi nasihat kepada gina dan gina hanya mengangguk sambil tersenyum.


Ayah gina sekarang akan segera menikah walaupun cuma sebentar gina harap ayah senang ya bisa melihat gina menikah meskipun ayah gak ada di sini lagi gumam gina.


Mata gina tertuju kepada adit yang meneteskan air mata. "Eh adik kakak kok nangis? Adik kakak kan kuat." ucap gina.


"Nanti rumah bakalan sepi kalau gak ada kakak." jawab adit.


"Gak kok dit kakak pasti bakalan sering berkunjung kerumah ya." ucap gina sambil memeluk adiknya.


"Janji ya kak." ucap adit dan langsung di balas anggukan oleh gina.


Sementara arsen, sekarang ia sedang menjabat tangan hendra pamannya gina menggantikan posisi ayahnya yang sudah tiada.


Walau hanya pernikahan kontrak jantung arsen tak henti henti nya berdetak menunggu ijab kabulnya.


"Saudara Arsen apakah sudah siap?" dan dibalas anggukan oleh arsen.


"Saya nikahkan dan kawinkan Ananda Arsen argawinata bin wiliam arsenio dengan adinda yang bernama Gina agnesia binti Armahum suryadi dengan mahar uang 150 juta, emas 60 gr dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Saya terima nikahnya Gina agnesia binti Almarhum suryadi dengan mahar tersebut dan seperangkat alat sholat di bayar tunai." ucap arsen dan hati nya pun terasa lega.


"Bagaimana para saksi? Sah?"


"Sahhh!."


"Alhamdullillah."


Gina yang mendengar kata 'Sah' itupun langsung memejamkan matanya sejenak. Entah harus senang atau sedih sekarang statusnya adalah menjadi seorang istri dari pria asing yang menerobos masuk ke kehidupannya.


"Ayo gina, hampiri suami kamu." ajak ibunya.

__ADS_1


Gina pun berjalan menghampiri arsen suaminya. Arsen yang melihat gina pun langsung terpana melihat kecantikan yang sempurna itu walau hanya menggunakan make up tipis.


gina pun langsung menyalim tangan arsen dan keduanya saling memasangkan cincin di jari tangannya secara bergantian.


Gina pun langsung duduk di kursi yang sama dengan arsen. Saat menoleh dilihatnya arsen masih diam melihat gina dengan pupil mata yang membesar.


"Pak Dokter." tegur gina karena sedari tadi arsen selalu saja melihatnya.


"Eh, ya?" ucap arsen langsung sadar dan langsung meralihkan pandangannya.


"Dokter kenapa lihat saya?" tanya gina.


"Gak apa apa hanya melihat saja" jawab arsen malu.


"Uhm gitu ya." ucap gina.


'Maaf ina aku gak nepatin janji buat nikahin kamu, mungkin kalau kamu masih hidup sekarang umurmu sama dengan gadis yang berada di sampingku ini. Mulai sekarang aku akan melupakan janji janji yang pernah aku ucapkan dulu ketika aku dan kamu masih kecil' guman arsen dalan hati.


Setelah acara pernikahan 100% selesai semuanya Arsen langsung membawa gina ke apartemennya awalnya papa arsen melarangnya dan menyuruh menginap di hotel saja tapi arsen tetap memaksa membawa gina ke apartemen. dan gina baru mengetahui bahwa arsen tidak lagi tinggal dengan orang tuanya semenjak arsen berkuliah karena alasan ingin belajar mandiri. Sedangkan ibu dan juga adik gina di ajak tinggal bersama dengan keluarga arsen di dalam 1 rumah tetapi ibu gina menolak dengan alasan rumah peninggalan suaminya tidak ada yang menjaga.


Skip


Mereka pun berjalan menuju kamar apartemen.


"Hey kenapa kamu lama sekali?" tanya arsen tanpa menoleh.


"Pak dokter." ucap gina yang sedang berjalan.


"Apa." jawab arsen cuek.


"Bantu dong bawa koper nya berat banget, baju saya juga panjang jadi susah dok." ucap gina.


"Kamu sendiri kenapa bawa baju banyak sampai 2 koper gitu memangnya kamu mau tinggal di sini seumur hidup?" tanya arsen lantaran gina sampai membawa 2 buah koper yang cukup besar padahal ia hanya tinggal selama 6 bulan.


"Ya walaupun gak seumur hidup saya sama dokter apa salahnya saya bawa baju."


"Terserah kamu." ucap arsen langsung membawa kedua koper gina. Gina yang melihatnya itu pun merasa senang karena ia tak perlu susah payah membawa koper yang berat itu.


Kini mereka telah sampai di kamar apartemen arsen yang sederhana tapi besar dengan cat berwarna abu abu terang tapi tak meninggalkan kemewahan dan elegannya.

__ADS_1


Saat melihat apartemen itu gina baru teringat sesuatu. "Dok saya tidur di mana?" tanya gina.


"Di kamar itu." ucap arsen menunjuk kamar yang akan di tiduri oleh gina.


"Oh baiklah" ucap gina lalu memasuki ruangan itu untuk membersihkan diri sambil membawa 1 koper berisi baju santainya.


Gina pun langsung segera mandi dan ketika ia keluar terlihat di sana arsen sedang duduk di ranjangnya sambil memainkan handphone.


"Heh, dokter ngapain disini" teriak gina.


Arsen pun menoleh dan melihat gina dengan rambut yang masih basah "Kenapa? Memang ini kamar saya kok" ucap arsen santai.


"Terus saya tidur dimana kalau tidur disini saya gak mau nanti dokter khilaf" ucap gina.


"Hm kamu pikir saya bakalan nyentuh kamu? Siapa juga yang nafsu kalau liat badan kamu yang kurus itu." ucap arsen. "Lagi pula kasur saya ini besar dan lebar kamu boleh kasi pembatas." sambung arsen.


"Bukannya di sebelah ada kamar?" tanya gina karena di sebelah kamar arsen ada 1 kamar lagi.


"Itu gudang memang nya kamu mau tidur si gudang?" tanya arsen dan gina pun labgsung geleng geleng.


Dengan berat hati gina harus tidur 1 ranjang dengan arsen. Sebelum tidur gina tak lupa memberi batasan berupa 3 buah bantal guling agar gina tak bersentuhan dengan arsen.


.


.


.


.


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2