
Di pagi hari tepat pukul 07:30 gina bangun kesiangan karena kelahan. gina melihat di sekitar ternayata ketiga bantal gulingnya masih aman tanpa perpindahan gina merasa aneh padahal ia tipe orang yang kalau tidur itu pasti banyak bergerak tapi gina memilih untuk tak menghiraukan nya. Gina yang sedari tadi mencari arsen pun tiba tiba mendengar suara air dari dalam kamar mandi dan itu artinya arsen sedang mandi.
Gina keluar kamar menuju dapur ternyata tidak ada makanan. ia langsung membuka kulkas dan ternyata stok makanan tinggal sedikit hanya ada beberapa telur dan sedikit sayuran yang sudah mengering.
'keliatannya aja orang kaya tapi isi kulkas kosong hampa sepi suram sunyi' gumamnya.
Tanpa pikir panjang gina langsung membuat nasi goreng ala ala dirinya untung saja ada nasi sisa, selang 15 menit nasi goreng itu pun jadi dan gina kembali pergi ke kamar untuk mengambil handphone nya. Saat gina masuk ternyata secara kebetulan arsen baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang hanya dililit di pinggang dengan rambut yang masih basah dan terlihat dada bidang, badan kekar berotot serta perut sixpack.
"Ahhhkk" pekik gina.
"Kenapa sih? Pagi pagi sudah menjerit aja." ucap arsen berjalan mendekati gina, sontak gina langsung menutupi muka nya karena malu.
"ngapain dokter gak pake baju."
"Kamu pikir lemari saya di kamar mandi apa?" ucap arsen yang semakin mendekat ke arah gina.
"Kamu mau apa kesini? Apa jangan jangan kamu mau mengintip saya?"
"Sa-saya mau ambil handphone saya, tolong ambilkan dok." ucap gina sambil menunjuk arah tempat ia menaruh handphone.
"Nih" arsen menyodorkan handphone gina.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau ambil di kamar, gina langsung berlari keluar kamar tanpa menoleh ke arah arsen mau pun mengucap terimakasih.
"1, 2, 4,7,8 ah berapa ya" gina masih terbayang bayang dengan roti sobek yang di miliki arsen. sejujurnya ia sangat menyukai pria dengan badan yang berotot.
Gina cepat cepat menghilangkan pikirannya dari kejadian tadi. Ia langsung menyantap nasi goreng yang di buatnya tadi dengan lahap. Di saat bersamaan arsen keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju santai lalu menghampiri gina yang sedang asyik sarapan.
"Masak apa?" tanya arsen sambil duduk di meja makan bersama gina.
"U-umm saya masak nasi goreng." gina berusaha tak menatap arsen karena malu dengan kejadian tadi.
"Ini, saya buat dua piring untuk dokter dan untuk saya." gina menyodorkan sepiring nasi goreng kepada arsen.
"Kenapa gak masak sarapan yang lain? Kayak roti gitu? Apa kamu gak bisa masak?" pertanyaan simple tapi menusuk hati gina.
Gina langsung berdiri dari meja makan dan menuju ke arah kulkas. "Dokter lihat? Sesepi itu kah kulkas di apartemen yang besar ini. Apa dokter gak punya uang buat beli bahan makanan? Dokter kan orang kaya kok beli bahan makanan aja gak bisa" ucap gina tak mau kalah.
'Gadis ini cerewet sekali, padahal aku hanya menanyakan hal biasa' gumamnya.
"Hm itu karena stok makanan saya sudah habis." ucap arsen dengan santainya tanpa marah sedikit pun dan langsung menyuap nasi goreng yang ada di depannya ke dalam mulutnya.
'Dasar tembok, ya rabb sabarkan lah hamba. Tenang gina ini hanya 6 bulan'
__ADS_1
Gina pun langsung melanjutkan sarapannya tanpa obrolan apapun dengan arsen sebenarnya masih mememdam banyak pertanyaan untuk arsen tapi ia memilih diam karena tau arsen tidak ada niat dalam menjawab pertanyaan.
Entah dorongan apa gina tiba tiba menanyakan sesuatu. "Pak dokter gak kerja hari ini?"
"Libur." jawab arsen cuek dengan kegiatan yang sama yaitu menyuap nasi goreng buatan gina ke dalam mulutnya dengan lahap.
"Lahap banget makannya dok. Makanan buatan saya enak kan?" tanya gina.
"Gak enak keasinan." jawabnya acuh membuat gina kesal.
"Lah kalo asin kenapa masih di makan, sisa dikit lagi." gina mengerutkan keningnya.
"Saya lapar." jawab arsen tanpa ekspresi dan langsung berdiri dan menaruh piringnya di wastafel cuci piring.
Asin dari mana coba bilang aja enak gengsi amat jadi orang dasar tembok gerutu gina sambil melihat arsen berlalu masuk ke kamar.
Setelah sarapan gina langsung masuk kekamar karena ingin mandi, ketika masuk kekamar ia melihat arsen tengah menyusun pisau pisau bedah di tempat tidur.
Psikopat batin gina.
Gina pun langsung masuk ke kamar mandi tanpa menghirau kan arsen yang sedang menyusun pisau bedah tersebut dan tak lupa gina membawa baju ganti untuk ia langsung pakai di kamar mandi.
-π»π»
Astagfirullah astagfirullah jadi gini tontonan para dokter semoga engkau jauhkan aku dengan psikopat ini yaallah gumam gina.
Arsen menoleh ke arah gina. "Sedang apa?" tanyanya.
"Mau minum haus." gina terus melangkah ke arah dapur.
"Setelah itu ayo ikut saya." ajak arsen.
Gina menoleh "Kemana dok?" tanya gina.
"Ke supermarket beli bahan makanan, kalau kulkas saya kosong nanti kamu bilang saya gak mampu beli bahan makanan kan? Saya kan orang kaya jadi mampu beli lah" tanya arsen dengan nada sedikit mengejek.
"Tuh sadar juga, ternyata mau juga si tembok beli bahan makanan." ucap gina dengan suara yang sangat pelan berharap arsen tak mendengar.
"kamu bilang apa?" tanya arsen dengan nada marah.
"Gak kok saya cuman bilang kalau dokter itu ganteng." ucap gina langsung pergi kedapur untuk minum.
~ππ
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi ke supermarket perjalanannya cukup lama karena di jalan macet. Sampai nya di supermarket arsen langsung menyuruh gina untuk memilih apa yang akan di beli.
Arsen terus saja mengikuti langkah kaki gina.
"Hey pendek kenapa jalanmu lama sekali." tegur arsen. karena tinggi gina hanya se dada arsen.
"saya gak pendek dokter dokter saja yang ketinggian." ucap gina tak terima.
Gina dan arsen terus saja berjalan dan tak lama kemudian mereka sampai di tempat daging dagingan dan sayur sayuran.
Gina langsung memilih daging yang mau di beli. "Pak dokter mau daging yang mana? Sapi atau ayam? Atau ikan?" tanya gina yang masih memilih milih.
"Daging kamu." ucap nya singkat gina langsung melotot tajam.
Sadar akan gina yang melototinya arsen langsung menghampiri gina. "Ketiganya boleh, ambil aja ketiganya nanti saya juga yang bayar." ujar arsen.
Melihat arsen yang mendekatinya gina langsung menjauh dari arsen karena takut.
Apakah orang ini bakalan memutilasi tubuhku?
Mereka pun sudah selesai memilih milih apa yang mau di beli seperti daging, sayuran, susu, telur dan sebagainya. gina dan arsen pun pergi ke arah kasir untuk melakukan pembayaran. saat tengah berjalan gina melirik ke sekeliling ternyata ada yang menjual kue yang menarik perhatian gina lalu ia menghentikan langkah nya dan menarik baju arsen yang sedang mendorong troli.
"Ada apa?" tanya arsen keheranan.
"Saya mau beli itu" tunjuk gina ke arah kue dan menarik arsen untuk melihat kue tersebut.
Gina pun langsung mengambil 3 buah kue dengan bentuk yang berbeda beda dan saat hendak ingin mengambil kue yang keempat ia mengurungkan niatnya.
"Siapa yang bayar?" Gina yang mendengar itu pun langsung menaruh kembali kue yang di pegangnya di tempat asal kue itu berada.
"Gak jadi" ucap gina.
"Yaudah ambil saja, saya kan dokter kaya bukan dokter miskin. Saya mampu kok bayar." ujar arsen. Nampak nya ia masih dendam dengan perkataan gina pagi tadi.
"Gitu dong" gina kegirangan dan langsung mengambil 6 buah kue.
Gadis ini rakus sekali padahal badannya kecil
Setelah sudah membayar semuanya kedua insan itu pun langsung beranjak naik kemobil dan langsung melakukan perjalanan pulang. Tak ada obrolan apapun arsen sibuk menyetir dan gina sibuk memakan kue di dalam mobil hanya ada suara lagu mobil. Gina menawarkan kue yang di makannya kepada arsen tapi arsen menolak mentah mentah dengan alasan tidak suka kue manis.
......o0o......
~*ππ
__ADS_1
mohon dukungannya*