Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
apa benar


__ADS_3

Kini mereka berdua tengah berjalan di lorong rumah sakit yang masih belum terlalu ramai tanpa ada obrolan sedikitpun, gina heran melihat mahluk di depannya yang dari tadi hanya diam ini akhirnya gina lah yang membuka obrolan.


"Pak dokter kita kemana?" gina mempercepat jalannya agar berjalan sejajar dengan arsen.


"Kamu mau kerja kan? Ikut saja" ucap arsen hanya melirik gina dari ujung matanya.


Gina hanya menganggukan kepalanya, isi pikirannya kini hanya tertuju pada bima dokter yang ia temui tadi.


Dokter bima sangat tampan, dia sudah punya kekasih belum ya...kalau belum aku bisa daftar nih hihi batin gina sambil tersenyum.


Arsen yang melihat gina tersenyum itupun langsung heran. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu?"


"ee itu, dokter bima ada kekasih gak dok?" tanya gina tanpa basa basi.


Arsen membelalakan matanya mendengar pertanyaan gina, apa gadis ini tidak membaca perjanjian yang tertulis bahwa tidak boleh berhubungan dengan siapa pun selama masih menjalin kontrak pernikahan batinnya.


"Sudah punya istri" ucap arsen ketus. "Istrinya dua" sambung arsen.


"HAAH yang bener dok" ucap gina tak percaya.


"Masa iya 2 bohong dokter ah"


"Kamu tidak teliti membaca perjanjian"


"Hah perjanjian apa lagi dok?" tanya gina heran tanpa di gubris oleh arsen.


"Tapi gak apa apa, saya mau jadi istri ketiganya. Saya kan cantik, siapa pun yang liat saya pasti suka" ucap gina membanggakan dirinya.


"Saya tidak tuh"


"Ya enggak karena mata dokter rabun, coba mata dokter normal pasti suka sama saya" ucap gina bercanda.


Arsen langsung menatap gina dengan mata yang tajam, sementara gina hanya membuang mukanya tanpa rasa bersalah.


-🍁🍁


Singkat cerita gina langsung di terima bekerja di rumah sakit milik arsen itu, dengan bantuan arsen tentunya yang membuat skenario bahwa gina adalah adik angkat dari arsen dan itulah yang mempermudah gina bekerja.


Di saat mendapat pekerjaan baru gina juga mendapatkan teman baru sesama pramusaji yaitu adik kakak yang bernama Raya dan Riana yang sudah bekerja selama 2 tahun, dan juga Sania yang sudah bekerja selama 1 tahun dan teman teman lainnya.


"Kamu beneran adik angkatnya dokter arsen gin?" tanya raya di sela mempersiapkan makanan untuk di antar ke pasien.


"Iya aku adik angkatnya" ucap gina sambil menyusun makanan.


"Minta nomornya" ucap riana.


"Iya nih minta nomor dokter ganteng dong" sambung sania.

__ADS_1


"Kamu punya nomor dokter ganteng itukan gina?" tanya salah satu pramusaji di sana yang bernama widia.


"kenapa kok kalian mau minta nomor itu dokter?" tanya gina heran.


"Karena.. ganteng lah apa lagi" ucap widia.


"Tapi katanya dia gay soalnya gak pernah deket sama cewe cewe. Kemarin aku liat dia loh pelukan sama dokter lain yang laki laki" ucap sania dengan polosnya.


Gina yang mendengar perkataan sania langsung membulatkan bola matanya.


Wah ternyata dia gay, baguslah kalau begitu aku gak takut lagi kalau terjadi sesuatu kan dia gak suka cewek. Tapi bener gak sih? Jangan jangan dia dari tadi diem gara gara cemburu sama dokter bima? Wah ternyata pak dokter suka sama dokter bima! Astaga saingan ku ternyata jantan batin gina sambil bengong memikirkan tentang arsen yang di duga gay.


Karena hampir semua pramusaji di sana meminta nomor arsen mau tak mau gina langsung memberikan nomor suaminya kepada para fans arsen itu.


Hehehe aku akan membuatmu menderita hahahaa batin gina.


"Nih nomornya" ucap gina menyodorkan handphone miliknya kepada teman temannya.


"Makasih ya gina yang cantik" ucap raya.


"Oh tentu, kalau yang lain pada minta kasih aja ya"


"Siap bos" ucap mereka bersamaan.


Pikiran gina yang masih tergiang oleh ucapan arsen bahwa bima memiliki 2 orang istri, karena ingin mencari kebenaran gina langsung bertanya kepada teman temannya tentang hal itu dan ternyata yang di katakan oleh arsen itu tidak benar, bima tidak memiliki istri bahkan sekarang masih melajang.


beraninya dia membohongiku....tunggu saja nanti...


-🍁🍁


Gina yang dari tadi menunggu arsen di parkiran tidak sengaja berpapasan dengan dokter bima lagi, hati gina berbunga saat melihat bima yang berjalan ke arahnya tetapi ia kembali menepis pikiran jahat itu karena tidak ingin di tuduh merebut laki orang.


"Hai gina" sapa bima sambil melambaikan tangan.


"E hai" ucap gina canggung.


"Nunggu arsen ya"


"Iya, nunggu dia dari tadi belum datang juga mungkin sibuk"


"Yaudah sama saya aja gimana? Kebetulan rumah saya tidak jauh dari apartemen arsen" ajak bima.


Jangan mas jangan aku bukan perebut laki orang. duh lama banget datengnya batin gina sambil berharap arsen cepat datang.


"Gak apa apa, ayo" bima langsung menarik pergelangan tangan gina menuju arah mobilnya.


Tiba tiba arsen datang dengan sigap langsung melepas pegangan tangan gina dan bima sambil melihat dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Kenapa kalian?" tanya arsen dengan nada agak meninggi.


"Kita mau pulang sen, lu kan masih banyak kerjaan jadi gua aja yang bawa gina pulang" ucap bima dengan santainya.


"Tidak boleh" ketus arsen.


"Cuman ngantar pulang doang sen astaga segitunya lu cemburu sama adik sendiri"


Melihat ini aku jadi bisa menyimpulkan sesuatu gumam gina.


"Gina itu ist-" gina dengan panik langsung memotong omongan arsen yang entah keceplosan atau tidak.


"i-iyaa, kita juga bisa pulang berdua. Dokter arsen juga udah selesai sama pekerjaannya, iya kan dok" ucap gina dengan buru buru


"Hm" dehem arsen.


"Santai aja sen, eh gina btw boleh minta nomor kamu gak?"


"wah boleh boleh" gina dengan girangnya langsung memberikan nomor telepon miliknya kepada bima. Arsen yang tak tahan melihatnya itu pun langsung menarik gina masuk kedalam mobil dan menutup kaca mobilnya rapat rapat.


"Ih pak dokter apa apaan sih kan saya masih mau ngobrol dok" ucap gina tidak terima.


"Saya belum ngasi semua loh nomor saya ke dia dokter main tarik aja"


Arsen yang masih memasang wajah dingin dan marah itupun langsung mendekatkan wajahnya ke arah gina yang hanya menyisakan berjarak 1 cm, gina yang melihat itu langsung memasang wajahnya yang merah seperti udang rebus.


"Do do-dokter nga-papain" ucapnya gugup.


Arsen mendekatkan bibirnya ketelinga gina."Pasang sabuk pengaman" jelas arsen dengan suara sedikit serak tapi menyeramkan bagi gina.


Bulu kuduk gina langsung berdiri, buru buru ia membuang muka dari hadapan arsen dan langsung memasang sabuk pengamannya.


*apa benar orang ini gay, nampaknya mahluk ini sangat cemburu dengan dokter bima saat doktet bima mendekatiku. Hm


Apa benar!!?!?


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon kritik dan saran jika ada.🌚


Jgn lupa like🌝*


__ADS_2