
17:09 Arsen dan gina telah sampai di depan gedung apartemen. Arsen lalu memarkirkan mobilnya di lihat gina sedang tertidur pulas dengan mulut yang belepotan sehabis memakan kue tadi.
Hm gadis ini jorok sekali kenapa tak membersihkan mulutnya gumam arsen.
"Bangun kita sudah sampai, bagun." arsen mengoyang goyangkan badan gina beberapa kali tetapi gina tak kunjung bangun.
"Saya akan memotong badan mu~ mengambil jantung mu~ mencincang daging mu~" bisik arsen ke telinga gina.
Gina bangun dari tidurnya dan membulatkan mata nya dengan sempurna. "Tolong, aku masih mau hidup tolong tolong." teriak gina dengan kencang.
"Hammmmphhh" arsen langsung dengan sigap menutup mulut gina yang masih berteriak itu.
"Bisa diam tidak! Cepat bangun kita sudah sampai!" arsen langsung melepaskan tangan nya dari mulut gina.
"Eh pak dokter maaf dok maaf saya mimpi ada orang yang mau motong tubuh saya jadi makanya saya teriak, maaf ya dok." ucap gina entah mimpi atau bukan yang ia alami tadi.
Arsen acuh tak acuh dengan permintaan maaf gina. Mereka pun langsung berjalan menuju apartemen dengan membawa kantong berisi bahan makanan yang di beli tadi.
Sampai di apartemen gina langsung menyusun bahan makanannya di kulkas dengan mulut yang masih belepotan.
"Kamu kayak anak kecil." ucap arsen berlalu begitu saja.
"Maksud dokter apa? Saya kan 21 tahun masa kayak anak kecil." ucapan gina tak di hiraukan oleh arsen yang berjalan menuju kamar.
'kayaknya aku gabakalan betah deh tinggal di sini. Bu aku kangen'
Besok aja deh aku pergi ke rumah ibu* gumam gina yang masih menyusun bahan makanan di kulkas.
Selesai dengan kegiatannya itu gina lalu pergi ke kamar untuk mandi tetapi sebelum nya ia berkaca terlebih dahulu.
Masih cantik gak ya muka ku setelah tinggal sama psikopat ini
Gina langsung meraih kaca yang terletak di atas meja, alangkah terkejutnya dia ternyata di pipi dan sela bibirnya ada banyak sekali serpihan serpihan kue yang di makannya tadi masih menempel.
Pantes saja dia bilang aku kayak anak kecil astaga malunya...
Tanpa pikir panjang ia langsung pergi ke kamar mandi dan menghabiskan waktu 20 menit di kamar mandi untuk menghilangkan bekas kue yang menempel sampai benar benar bersih.
-ππ
Kini gina tengah sibuk di dapur untuk memasak makan malam. Ia menggoreng ayam dan menumis sayur kangkung di campur dengan sedikit jagung tak lupa juga ia membuat sambal tomat sebagai cocolan ayam.
Arsen kemudian keluar dari kamar lalu menghampiri gina yang sedang menggoreng ayam. "Masak apa?" tanya nya.
"Ayam goreng sama tumis kangkung." jawab gina yang sedang terfokus untuk membalik ayam gorengnya.
Arsen pun langsung duduk di meja makan. "Cepat sedikit saya lapar."
Gina memutar bola matanya malas mendengar ucapan arsen.
Masakannya sudah siap mereka berdua pun makan dengan tenang tanpa obrolan hanya ada bunyi gesekan sendok.
__ADS_1
Entah mulutnya yang tidak bisa diam atau di gerakan oleh makluk halus gina menanyakan sesuatu kepada arsen padahal ia sendiri tau jawaban yang di berikan arsen adalah jawaban paling skingkat yang pernah di dengarnya.
"Dokter, gimana tentang kekasih dokter? Apa dia tau kalau kita sudah menikah." celetuk gina.
"Siapa? Saya gak pernah punya kekasih" jawab arsen cuek.
Wah wah selain psikopat orang ini juga tak mengakui keberadaan kekasihnya.
"Yang waktu itu di rumah sakit, waktu saya pertama kali masuk ruangan dokter dia ada di sana."
"Dia bukan kekasih saya, hanya pengganggu." ucap arsen santai sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.
"Oooooh begituuu." ucap gina tak percaya dengan omongan arsen sedikitpun. Mustahil kalau itu bukan kekasihnya.
"Dok."
"Apa lagi?" tanya arsen.
"Besok saya mau berkunjung kerumah ibu saya dokter bisa antar gak?"
"Jam berapa?"
"Hmm pagi deh jam 8 kalau bisa soalnya saya mau lama lama di sana." ucap gina sambil menatap aresn.
"Oh, iya bisa saya antar saya juga sekaligus mau pergi kerumah sakit ada jadwal operasi"
Gina mengangguk setuju. Setelah itu tak ada lagi obrolan antara keduanya mereka hanya sibuk dengan urusan masing masing.
-π»π»
Tepat setelah semuanya beres tiba tiba ada yang memencet bell apartemen arsen.
Ting ting ting..
"Siapa itu dok." tanya gina.
Arsen menggelengkan kepala. "Coba tolong kamu bukakan siapa tau itu mama saya." pinta arsen.
Saat membuka pintu alangkah terkejutnya gina setelah melihat bahwa yang berkunjung adalah Jesika yang gina pikir kekasih arsen. Jesika menggunakan pakaian yang sangat sexy dengan dada yang terbuka dan celana yang sedikit transparan entah apa maksudnya.
Mata mereka saling beradu pandang tiba tiba jesika langsung saja mendorong gina dan hampir terjatuh.
"Cih, minggir kau pembantu." ucap jesika mendorong gina dan langsung menghampiri arsen uang sedang menonton TV.
"Awhh"
"Saaayyaaanggg aku datangggg." teriak jesika di apartemen itu.
Arsen sontak menoleh ketika mendengar suara cempreng yang menggangu telinganya itu. "Mau apa kamu ke sini?"
"Aku kangennn sayang" ujar jesika langsung memeluk tangan kekar arsen.
__ADS_1
"Singkirkan tangan mu dari ku." Ucap arsen dengan nada tinggi.
"Tidak."
Arsen langsung melepaskan tangan jesika dengan kasar.
Arsen lalu berjalan menghampiri gina yang sedang berdiri di pojokan. "Aku sudah menikah jadi jangan ganggu aku." arsen pun memeluk pinggang gina dengan romantis dan mencium pipi gina bak pasangan yang di mabuk asmara.
Hah ngapain dia meluk meluk tubuh ku cium cium lagi, emang gak sopan. gumam gina.
"Maksud mu? Kamu sudah nikah? kenapa kau tega menghianati ku?!" Jesika tak terima kalau arsen telah menikah.
"Kau bukan siapa siapa ku! jadi jangan berlagak seperti aku adalah kekasihmu!? camkan itu."
Mereka saling beradu mulut sementara gina hanya diam saja karena tak ingin ikut campur gina ingin lari dari pelukan arsen tetapi orang itu terus saja menahan dan mengeratkan pelukannya. tiba tiba jesika menjambak rambut gina dan menarik tangan gina dari pelukan arsen dan langsung menampar wajah hina dengan kuat.
'Awh'
'PLAK' Suara tamparan yang seakan menggema di ruangan itu.
Gina kaget, ia memegang pipinya yang panas akibat tamparan jesika.
"Awhh, kenapa kau menamparku?! apa salahku?" ucap gina yang masih merintis kesakitan.
"Beraninya kau menampar istri ku!" ucap arsen dengan nada yang tinggi dan mata yang memerah.
"Apa kau ingin kubunuh sekarang!?" Arsen hendak melayangkan tamparan untuk ketika tetapi gina langsung dengan sigap menahannya tangan arsen.
"Jangan." guna menahan tangan arsen.
"Apa! kau mau membunuh ku? coba saja" tantang jesika.
"Dan kau Pelakor awas saja hidupmu pasti tidak akan tenang, aku pastikan kau akan meninggal dalam waktu dekat!" ancam jesika sambil menunjuk gina.
"Dasar kamu tak punya hati seperti iblis. aku tekankan kepadamu kalau aku itu bukan pelakor!" ucap gina yang masih memegang pipinya.
Arsen langsung mendorong tubuh jesika keluar apartemennya dengan kasar. "Pergi kau dari sini."
Arsen langsung menutup pintu rapat rapat. "Akan ku buat kau mati dasar pelakor." teriakan jesika masih terdengar dengan jelas di telinga arsen dan gina.
"Hikss" rintih gina.
.
.
.
~ππ
Berikan like dan coment.
__ADS_1
Serta kritik dan saran jika adaπ
.