Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Romantis


__ADS_3

Kini gina sudah selesai mandi dan saat ia ingin keluar kamar mandi ternyata arsen sudah tidak berada di kamarnya. gina bernafas lega karena ia masih malu dengan kejadian tadi.


Huft syukur deh dia gak ada.


Gina beralih ke meja rias dan ia lalu mengoleskan skincare pada mukanya dan sedikit taburan bedak dan lipstik agar wajahnya tidak terlihat pucat.


Tiba tiba pintu terbuka dan terlihatlah arsen yang masuk ke dalam kamar dan berjalan menghampiri nya. Gina langsung menjadi canggung saat melihat arsen mendekatinya.


"Mama saya hari mau ke sini." ucap arsen.


"Oh iya dok." ucap gina yang masih mengoleskan skincare di wajahnya berusaha agar tidak menoleh ke arah arsen.


"Saya harap kita bisa romantis sedikit di depan mama saya." ujar arsen sambil duduk di ranjang.


Gina menoleh ke arah arsen dengan memasang wajah kaget. "LAH KOK, Romantis gimana maksudnya?"


"Seperti apa yang di lakukan pasangan pada umumnya, saya mau kita berdua seperti itu tapi hanya di depan mama saya."


"Gak bisa gitu dong pak dokter, itu tidak ada di perjanjian." protes gina, apa apaan pria gila ini mengajaknya menjadi romantis.


"Saya bilang ke mama saya bahwa kita saling mencintai, jadi jika kita kelihatan canggung seperti ini mama saya bisa curiga." ucap arsen.


"Lah kok bisa bisa nya bilang gitu dok, saya gak mau loh ya, gak mau." tolak gina.


"Tidak boleh menolak, dan tidak ada penolakan." arsen lalu berjalan keluar kamar.


Apa boleh buat arsen bahkan tidak mendengarkan penolakan gina.


Aduh gimana ini skenario model apa yang harus aku keluar kan nanti...memanggil dia dengan sebutan sayang iih batin gina sambil geli sendiri membayangkan ia harus memanggil arsen dengan sebutan sayang dan juga sebaliknya.


Kalau di ingat saat dirinya masih berpacaran dengan aska ia bahkan sangat jarang memanggil aska dengan sebutan 'sayang' itu, apalagi dengan arsen yang masih menjadi orang asing baginya.


-🍁🍁


Beberapa jam berlalu gina saat ini sedang menonton TV sambil memakan buah apel di sofa dan di sampingnya ada arsen yang sedang membaca buku dengan jarak yang jauh. tidak ada obrolan di antara keduanya, terakhir mereka mengobrol hanya ketika arsen memintanya untuk menjadi romantis.


'Ting ting ting' bunyi bel mengkagetkan mereka yang sedang sibuk dengan urusan masing masing.


"Buka." pinta arsen yang masih fokus membaca buku.


Saat gina membuka pintu ternyata itu adalah ibu dan ayah mertuanya.


"Assallamuallaikum sayang." sapa mama arsen sambil tersenyum.

__ADS_1


"Waallaikumusallam tante." jawa gina.


"Loh kok tante sih panggil mama dong." hanya di balas senyum canggung oleh gina.


"hehe iya mama"


Gina mempersilahkan mertuanya itu masuk kedalam.


"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya papa arsen ramah.


"gina baik pa" jawab gina sambil tersenyum.


"mama, papa" ucap arsen memeluk kedua orang tuanya.


ketiganya berpelukan melepas kerinduan karena sudah beberapa hari ini tidak bertemu.


"Bagaimana hubungan kalian berdua?" tanya mama arsen.


Gina bingung ingin menjawab apa, ia pun menoleh ke arah arsen.


"Hubungan kami baik mah, pa." jawab arsen.


"Oh baguslah kalau baik baik saja."


"Jadi, Kapan kalian akan memberikan kami cucu?" tanya mama arsen antusias.


"Em belum ma, mungkin belum waktunya."


Mertuanya hanya menghela nafas. "Padahal kami sangat berharap kalian akan menghadiahi kami seorang cucu"


"Pasti akan kami beri kok ma, iya kan sayang." ucap arsen sambil menoleh ke arah gina, rasanya ingin muntah saat mendengar arsen yang memanggilnya dengan sebutan sayang itu.


"Iya sayang." gina hanya tersenyum canggung menjawab ucapan arsen.


"Jangan lama lama ya." ucap papa mertuanya lagi, kali ini gina benar benar tidak tahan. tadi anaknya memanggilnya dengan sebutan sayang dan sekarang malah orang tuanya yang meminta seorang cucu.


Sabar gina, ini hanya pernikahan kontrak ini ini akan segera berakhir dalam 6 bulan Batinnya.


"Tenang aja pa." ucap arsen sambil memeluk pinggang gina. 'apa apaan pria ini menyentuhnya badanku tanpa ijin' gerutu gina.


-🍁🍁


Setelah setengah hari menghabiskan waktu di apartemen arsen orang tua arsen pun pulang, dan gina jadi merasa lega dia tidak lagi mengeluarkan kata kata romantis untuk arsen di depan orang tuanya.

__ADS_1


Yang gina heran adalah sikap arsen seperti orang yang sedang di mabuk cinta, arsen terus saja bersikap manis di gina dan tiba tiba memeluk dan mencium pipi nya tanpa izin. walaupun hanya untuk menunjukan ke romantisan di depan orang tuanya kenapa arsen harus mencium dirinya padahal sudah tertulis di perjanjian bahwa tidak boleh saling menyentuh, apa pria itu berkepribadian ganda?


"Pak dokter." ucap gina yang melihat arsen sedang duduk di sofa setelah pulang orang tua nya pulang.


"Apa?" Tanya arsen cuek. kini sikap arsen berubah 360Β° yang tadinya hangat sekarang malah membeku.


"Pak dokter jangan sentuh badan saya dong kalau di depan mama apalagi cium cium, kita udah buat perjanjian loh itu kan dokter artinya melanggar perjanjian." ucap gina nampak kesal.


"Kan sudah saya bilang kalau di depan mama dan papa saya kita harus romantis." jawabnya santai.


"Tapi jangan main cium juga lah, nanti kalau dokter kebablasan gimana?"


Arsen mengerutkan alisnya. "Kebablasan? gak juga tuh."


Karena malas berdebat gina memilih pergi dari pandangan arsen dan menuju ke kamar, saat melangkah ia baru teringat kepada anak ayam yang di belinya kemarin, gina memilih mengurungkan niatnya ke kamar dan mencari anak ayamnya.


Gina mencari ke segala arah tapi nihil, anak ayam nya tidak ada di apartemen arsen.


Saat gina tengah mencari cari tiba tiba suara dingin arsen mengagetkannya.


"Cari apa kamu."


"Anak ayam." ucap gina yang masih fokus mencari.


Arsen tak menjawab. "Dokter ada lihat gak?" tanya gina.


"tidak." jawab arsen. sebenarnya arsen lah yang telah menghilangkan anak ayam milik gina, lebih tepatnya membiarkan anak ayam itu hidup di alam bebas bukan di apartemen miliknya. bukan tanpa alasan, lantaran anak ayam itu terus saja mengeluarkan suara yang kuat saat mereka sedang tertidur, karena tidak tahan mendengarnya tanpa pikir panjang arsen langsung membiarkan ayam itu keluar.


Gina yang sudah capek mencari pun menghela nafasnya, ia sudah pasrah dan berhenti mencari.


"Mungkin dia gak betah tinggal di sini." ucap gina dengan nada menyindir.


"Terserah"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


-🍁🍁


__ADS_2