Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
balikan?


__ADS_3

Gina dan arsen sampai di rumah sakit saat hari sudah sedikit gelap. Setelah mengantar gina arsen langsung pulang dan gina pergi keruangan ibunya. Di sana terlihat ada adit dan ibunya yang sudah sadar dengan muka yang sedih. Gina bingung entah apa yang terjadi.


"Assallamuallaikum bu, adit" ucap gina keduanya menoleh adit tersenyum sedangkan ibunya masih menunjukan wajah sedihnya.


"Waallaikumusallam" ucap keduanya.


"Ibu sudah sadar, syukurlah bu" gina senang akhirnya ibunya telah pulih.


"Gina! Jawab pertanyaan ibu, apa benar kamu mau menikah?" tanya ibunya dengan nada kecewa.


"Iya bu" ucap gina sambil menunduk, ibunya yang mendengar hal itu pun langsung menangis.


"Maaf kan ibu nak maaf kan ibu." gina kaget melihat ibunya tiba tiba menangis.


"Gak apa apa kok bu, gina yakin pilihan gina ini tepat apapun gina lakukan demi ibu." gina pun langsung memeluk ibunya.


Ibu nya pun tenang dan gina menceritakan tentang pertemuannya dengan orang tua arsen. Di sela pembicaraan tak henti henti ibunya meminta maaf karena harus menjerumuskan ke pernikahan yang tak pernah di bayangkan putrinya.


Skip


Jam 21:25 gina keluar dari ruangan ibunya dan berniat mencari udara segar di luar rumah sakit. Kebetulan di belakang rumah sakit ada taman yang sangat indah di kelilingi kunang kunang hewan yang jarang sekali ia lihat.


"Krek" terdengar suara ranting pohon yang patah seperti di injak oleh manusia.


Sontak gina menoleh ke kiri dan kanan mencari sumber suara, tiba tiba gina melihat ada seorang lelaki berjalan ke arahnya saat melihat wajah nya dari kejauhan gina seperti tak asing dan saat lelaki itu mendekat ternyata itu adalah Aska yang mencari keberadaaan gina.


"Mau apa kamu kesini." tanya gina ketakutan.


Aska langsung memeluk tubuh mungil gina. "Aku kangen kamu mi, aku kangen pas kamu manggil aku iski dan aku panggil kamu gimi." ucap aska mengingat nama panggilan mereka waktu masih berpacaran.

__ADS_1


Gina seakan tak bisa bergerak. "Ayo kita balikan." ucap aska membuat gina terbelalak lalu mendorong tubuh aska.


"Gak aku gak mau balikan sama kamu gak bakalan aku mau" Ucap gina lantang.


"Gina aku cinta sama kamu, sayang sama kamu aku janji gak bakalan ngulang kesalahan yang aku perbuat." ucap aska.


"Kamu kira hati ku gak sakit melihat kamu berhubungan badan dengan sahabat aku sendiri?" tanya gina dengan nada agak meninggi.


"Waktu itu aku mabuk gin, aku gak sadar apa yang telah aku perbuat waktu itu." aska langsung meraih tangan gina yang sudah gemetaran.


Melihat kalau tangannya di pegang oleh aska gina langsung melepas genggaman itu dengan kasar. "Cih aku gak sudi di pegang pegang sama kamu. Aku peringati kamu kalau hubungan kita selama 3 tahun ini udah selesai dan kita sekarang gak ada hubungan lagi." ucap gina.


'Plakkk' satu tamparan keras di dapat gina di pipi kirinya. Aska hendak melayangkan tamparannya lagi di pipi gina tapi tangannya di tahan oleh seseorang. Dan ternyata orang itu adalah arsen.


Arsen pada saat itu sedang mencari udara segar di rumah sakit. Samar samar ia mendengar suara adu mulut dan ternyata gina lah yang bertengkar dengan seorang lelaki.


"Beraninya kau menyakiti wanitaku!!" ucap arsen dengan suara lantang. Untungnya di sana sepi tak ada yang melihat perdebatan itu.


"Hey kau jangan ikut campur urusan ku, ini hanya masalah aku dan pacarku." ucap aska.


"Kenapa kau berani manampar calon istriku ha?" tanya arsen dengan suara lantangnya. "Dan bukannya kalian sudah mengakhiri hubungan ini? Setidak laku itu kah dirimu sampai memaksa perempuan kembali kepelukanmu?" sambungnya.


aska kaget mendengar kata 'Calon istriku'. "Maksudmu? Calon istri" tanya aska tak percaya.


"iya dia adalah calon suami ku. Dan kita bukan apa apa lagi sekarang. Uruslah masalahmu dengan kimmy, jangan muncul lagi di hadapanku." ucap gina yang masih bersembunyi di balik tubuh arsen.


"Secepat itukah gina? Secepat itu kah kau mencari penggantiku? Memang kau perempuan ******." ucap aska.


Deghh, ja-******

__ADS_1


"cepat pergi dari sini atau kupanggilkan security." ucap arsen sambil menunjuk arah keluar.


Aska pun bergegas keluar dari sana dengan masih memegang dendam.


"ehm" deheman arsen menyadarkan gina yang sedang melamum entah apa yang ia pikirkan.


"Terima kasih pak dokter, sekali lagi dokter nyelamatin saya." ucap gina berterima kasih.


"Pernikahan kita sudah dekat sebaiknya kamu jangan cari penyakit seperti kejadian tadi." ucap arsen sambil berjalan pergi meninggalkan gina.


Langkah arsen tiba tiba terhenti. "Gina." panggilnya.


Tumben manggil nama gumam gina.


"Selama pernikahan kita berlangsung, saya tidak ingin melihat kamu berhubungan dengan pria itu kecuali setelah kita bercerai." ucapnya gina mengangguk arsen pun pergi.


Setelah itu gina langsung masuk ke ruangan ibunya dan langsung merebahkan dirinya di kasur tipis yang ada di lantai. Sejenak ia melupakan kejadian tadi dan memikirkan tentang pernikahan yang semakin hari semakin mendekat tak lama kemudian ia tertidur.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


'--' bersambung.


__ADS_2