Istri kontrak pak dokter

Istri kontrak pak dokter
Bertemu mertua


__ADS_3

Keesokan harinya tepat pukul 08:52 pagi gina telah sampai di rumah sakit karena ia memilih tidur dirumah sambil membawa adiknya karena besok harus kembali kesekolah. Gina memasuki ruangan ibunya sambil membawa buah untuk ibunya saat ia masuk ternyata sudah ada paman dan bibinya yang menjenguk sang ibu gina terharu karena hanya paman dan bibinya lah yang masih peduli terhadap ibunya.


"Permisi" ucap gina paman dan bibinya pun tersenyum melihat gina yang datang, mereka pun berbicara dan bertanya tentang ibu gina.


Saat asik berbicara pamannya menanyakan pertanyaan yang membuat gina bingung ingin jawab apa. "Gin, kamu jujur sama paman kamu dapat uang buat operasi ibumu dari mana? Kamu gak buat macem macem kan? Kamu gak jual diri kan?" pertanyaan terakhir membuat gina terbelalak.


Gina menghela nafas akhirnya menceritakan semua nya dari awal termasuk tawaran menikah dengan dokter rumah sakit ini.


"Ka-kamu mau nikah nak?" tanya bibinya.


"Iya bi aku sudah buat kesepakatan dengan dokter itu, aku gak ada pilihan lain bi. Demi kesehatan ibu aku rela ngelakuin apa pun." ucap gina sedikit tersenyum. "Aku, aku mau paman gantiin posisi ayah sebagai wali ku dan kalau ibu sudah bangun tolong ceritakan apa yang aku ceritakan ya paman, bibi." sambung gina.


Paman menyetujui permintaan gina dan mereka melanjutkan obrolan tentang kapan pernikahannya dan pertanyaan tentang pernikahan gina.


Ketika sedang asik mengobrol handphone gina berbunyi menandakan bahwa ada seseorang yang menelpon saat di lihat ternyata itu adalah nomor tak dikenal. Gina ragu ragu mengangkatnya takutnya adalah hanya telpon modus penipuan.


Gina pun pergi meninggalkan ruangan dan mengangkat telepon tersebut. "Hallo, Siapa ya?" tanya gina dan tak ada jawaban dari penelepon tersebut gina hanya mendengar suara nafas.


"Heyy, kamu siapa? Gak jelas banget jadi orang. Aku matiin loh ya." ucap gina bingung dengan orang yang menelponnya itu.


"Ternyata kamu tidak menyimpan nomor calon suami mu." suara yang membuat gina bergedik ngeri.


Si tembok gumamnya. "Ini dokter arsen ya? Maaf dok saya lupa nyimpen. Maaf ya." ucap gina tapi sambil mengejek arsen sambil menjulurkan lidahnya.


"Cepat keluar rumah sakit saya sudah menunggu." ucap arsen yang langsung mematikan telepon.


Dasar dokter kurang ajar belum juga ngomong telepon nya main di matiin aja ucap gina dalam hati.


Setelah itu gina langsung pamit kepada paman, bibinya dan juga ibunya yang belum sadar. Gina lalu bergegas keluar rumah sakit dan melihat arsen yang sedang duduk di kursi menunggu gina datang.


Gina pun langsung menghampiri arsen. "Dokter maaf udah buat nunggu lama" ucap gina yang hanya di bahas deheman oleh arsen yang berjalan menuju mobilnya.


Dalam perjalanan tak ada obrolan keduanya sibuk dengan diri masing masing. Gina yang sibuk main handphone dan arsen yang fokus menyetir mobil. 30 menit telah berlalu dan kini arsen dan gina telah sampai di rumah mewah dan elegan yang nampak tak asing bagi gina.


Rumah ini. Sepertinya aku pernah kesini waktu kecil apa mungkin perasaan aku aja ya gumamnya dalam hati.


"Ayo." ajak arsen dan gina pun langsung mengikuti langkah pria di depannya itu.

__ADS_1


Saat memencet bell pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita paruh baya dan seorang lelaki bule yang sedikit tua tetapi postur wajahnya masih kokoh. Nampak nya itu adalah orang tua arsen yang menunggu arsen.


"Arsen." ucap keduanya sambil tersenyum dan kedua mata nya tertuju pada gadis yang di bawa arsen.


"Ayo, masuk dulu." ajak keduanya.


Arsen dan gina pun masuk kedalam rumah yang mewah yang besar itu. "Kamu?" tanya mama arsen.


"Kenalin dia gina ma, orang yang bakal arsen nikahi 1 minggu lagi." mendengar kata kata singkat yang di ucapkan arsen mereka kaget merasa tak percaya sekaligus kegirangan, pasalnya arsen yang bisa dibilang anti wanita itu membawa seorang gadis muda dan ingin menikahinya.


"Kamu serius sen? Kamu gak bercanda kan?" tanya mamanya kegirangan.


"Iya ma arsen serius. Arsen akan urus pernikahan ini tapi arsen gak mau pernikahan yang sederhanana saja tanpa ngundang banyak orang." jelas arsen.


Orang tuanya pun langsung mengiyakan tanpa protes sedikit pun.


"Tapi nak, gimana dengan jesika?"


"Arsen gak peduli intinya arsen tetap nikah sama dia." ucap arsen sambil memegang tangan gina dengan erat.


Setelah itu gina berkenalan dengan orang tua arsen dan mengetahui bahwa papa arsen bernama wiliam arsenio pria berdarah inggris dan belanda pemilik rumah sakit tersebut dan karena sudah pensiun rumah sakit itu di wariskan kepada arsen untuk mengelola rumah sakit yang ibunya tempati sekarang. Sedangkan mamanya bernama tariana sriyani adalah wanita asli indonesia yang berasal dari jawa timur adalah pemilik butik yang terkenal di kotanya. Dan adik perempuan arsen bernama Alexa dwinata yang sedang kuliah di singapura, mendengar kakak nya akan menikah dia sangat senang tapi sayangnya ia tak bisa datang karena harus kuliah.


Gina dan ibunya arsen sangat cepat sekali akrab bercanda ria bersama seperti seorang sahabat. "Eh nak gina ayo kita pilih baju pernikahannya" ucap mama arsen di sela obrolan.


"Sekarang tante?" tanya gina.


"iya sayang karena pernikahan kalian 1 minggu lagi jadi harus cepat cepat milihnya." ujar mama arsen.


Mereka pun pergi kebutik di temani arsen dan papanya untuk memilih baju pernikahan.


"Kok arsen ikut sih ma." keluh arsen karena setiap pergi bersama mamanya untuk memilih baju pasti akan sangat lama.


"Memangnya yang mau nikah sama gina siapa? Papa kamu gitu?" tanya mamanya.


"Iya-aa arsen yang mau nikah tapi jangan lama lama" ucap arsen.


"namanya juga milih baju pasti lama lah."

__ADS_1


Mereka pun telah sampai di butik dan langsung memilih baju baju pernikahan. Gina ingin baju yang di kenakannya adalah baju yang tertutup dan tidak ingin yang terlalu terbuka. Setelah lama memilih gina pun menemukan baju yang mau ia pakai.


Gina dan mama arsen memasuki ruangan ganti untuk memakai baju yang ia pilih.


"sen gimana cantik gak bajunya?" tanya mama arsen. Arsen yang melihatnya pun langsung bukan hanya bajunya yang cantik tapi orang yang memakai bajunya pun sangat cantik.


Tak ada jawaban dari mulut arsen matanya terus saja tertuju pada gina yang sedang tersenyum malu. "Oh mama tau kok apanya yang cantik hihi." Canda mamanya.


"Bagus ma ini aja" ucap arsen tersadar dan melepaskan pandangan nya pada gina.


Setelah memilih baju mereka pun pulang kerumah masing masing dan arsen mengantar gina ke rumah sakit awalnya arsen ingin mengantar gina kerumahnya tapi di tolak karena alasan ibunya masih di rumah sakit.


"Dok" ucap gina.


"Hm" ucap arsen yang masih fokus menyetir mobil.


"Dokter benar mau nikahin saya kan?" tanya gina takut dokter ini ingin menipunya.


"Kalau saya nipu kamu ngapain saya bawa kamu ketemu orang tua saya." ucap arsen. "Toh kamu juga sudah akrab kan sama mama dan papa saya" sambungnya.


'Tenang gina ini hanya berjalan selama 6 bulan setelah itu kamu bebas' gumam gina.


"Baiklah." gina tak ingin memperpanjang obrolan dan memilih untuk main game di handphonenya.


.


.


.


.


.


.


._.

__ADS_1


Bersambung '-'


__ADS_2