Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 12


__ADS_3

"Roni.. aku ga bakalan paksa kamu . Aku cuman mau kamu kenalan sama adek angkatku yang cantik ini.."


"Roni ini Nana dan Nana ini Roni" memperkenalkan


"halo nona saya Roni.. Asisten pribadi nona Fani" mengulurkan tangan


"saya Nana.. Adek angkat kak Fani" membalas berjabat tangan


"kak Roni ganteng ya kak Fani " melirik Fani


"hemm.. apa Kaka bilang.. Kaka bakal kenalin kamu sama cowo tampan"


Pipi Roni memerah karena malu.


"nona Nana bisa saja"


"nona nona.. Panggil aku Nana kak"


"itu ga sopan"


"darimana ga sopan.. Kak Roni kan akan jadi pacar Nana" bangganya


(Kenapa gadis ini manis sekali.. )batin Roni memperhatikan Nana.


"gini ya Ron.. Aku bukannya paksa kamu.. Tapi jalanin dulu.. Aku kasihan sama kamu masih aja jomblo.. kamu harus mengenal gadis dan memacarinya.. "


"dan satu lagi.. Karena aku merasa kalian cocok maka dari itu aku mengenalkan kalian"


"baik nona" Roni pasrah


"kak Roni umur berapa?" tanya Nana


"sekarang 25 tahun"


"wahhh.. tapi wajah Kaka seperti umur 21 loh kak"


Duarrrrr


kuping Roni memerah melihat tingkah menggemaskan Nana.


"be-benarkah nona"


"udah di bilang panggil nana.. Jangan nona kak Roni.. Kita itu akan dekat.. jadi kak Roni harus terbiasa"


"i-iya Nana"


"nahh.. Gitu dong"


"eheem.. Kok aku kaya obat nyamuk ya disini yaaa.." Fani menggerutu sembari mengibas ngibaskan tangannya karena suasana merek yang membuat dia seperti nyamuk.


"ehhh.. Ti-tidak kok nona.. Nona ti-tidak mengganggu kami" gagap saking saltingnya.


"apa apaan kamu ini Ron.. Aku hanya merasa kalian ini makin cocok saja"

__ADS_1


"Nana kamu Kaka tinggal ya.. Kamu disini kencan aja sama Roni.. Biar lebih akrab" memberikan lampu hijau.


"oh.. Oke kak" memberi jempolan.


"Roni.. "


"i-iya nona"


"jaga adikku.. Ada yang lecet sesenti saja aku akan menghukum mu" ancaman Fani yang begitu entengnya


"i-iya nona"


"bagus.. Kalo gitu aku pulang dulu.. Aku pulang dulu ya dek" mencium kening Nana


"humm" mengangguk antusias.


Fani meninggalkan mereka di kafe itu. Dia sengaja berpamitan agar mereka berdua sangat akrab. Fani tahu Roni tidak bisa berdekatan dengan wanita karena dia sosok yang pemalu.. Sedangkan Nana dia anak yang ceria dan black blakan akan perasaannya. Jadi Fani berfikir dia akan cocok dan jadi pasangan kedepannya.


Kembali ke kafe tadi.


Nana mulai menyuapi Roni "kak ayo buka mulutnya aaaa"


"aku bisa sendiri kok na.. Jangan repot-repot"merasa tidak enak.


"ihh.. Kak Roni. Nana kan calon pacar Kaka.. Kaka harus terbiasa dengan sifat Nana.. Ayo buka mulutnya"


Roni membuka mulutnya.. Memakan makanan yang disodorkan gadis itu.


"nice boy" ucap Nana sambil mengacak acak rambut Roni.


"kak Roni harus membiasakan diri.. Nana ini sangat posesif.. Jadi Kaka ga usah malu-malu"


"i-iya"


Nana masih menyuapi calon pacarnya itu sampai cake yang ada di piring itu habis.


"Kaka.. Habis ini kita kemana"


"kamu mau kemana?" mulai menyesuaikan diri dengan Nana


"aku mau ke tempat Kaka biasanya main"


"aku tidak pernah main.. Aku biasanya sehabis kerja langsung pulang ke apartemen"


"kalo begitu.. Ayo kita ke apartemen Kaka"menarik tangan Roni menuju parkiran.


"mobil kakak yang mana?"


"mobil Kaka yang warna merah disana" menunjuk salah satu mobil diparkiran.


"yaudah ayo.. "Menggenggam tangan Roni dengan erat.


Sesampainya di apartemen Roni.. Nana Melihat sekeliling..

__ADS_1


"tempat tinggalmu lumayan yahh.. Rapi"


"iya.. emmm. Kamu sudah makan siang?"


"emm.. Belum.. Aku hanya makan cake dan es krim di kafe tadi"


"kamu mau makan disini?"


"memangnya boleh?"


"boleh.. Kalau begitu Kaka kedapur masak buat makan siang ya"


"lohhh... Kaka ga ada maid??"


"ada.. Tapi maid disini hanya bertugas untuk membersihkan tempat ini.. Setelah membersihkan tempat ini lalu pulang"


"Kaka ga terbiasa dengan orang lain yaa"


"bisa dibilang seperti itu " menggambil sayuran yang ada di kulkas


"emmm.. Jadi Kaka harus terbiasa dengan adanya Nana.. Biar Nana tidak seperti orang asing buat Kaka" sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


Roni semakin gemas dengan tingkah lucu Nana.. Entah mengapa dia yang suka ketenangan malah justru nyaman didekat Nana yang tergolong anak yang serewet dan manja.


"kamu mau dimasakin apa?" tanya Roni lembut


"aku ingin makan hot pot dengan banyak udang"


"hemmm.. Baiklah.."


"jadi kamu suka udang?"


"aku bukan anak yang pemilih makanan.. Aku suka selagi itu enak.. Dan udang adalah makanan yang menurutku enak"


"baiklah tuan putri" tersenyum melihat Nana bercerita


"Kaka kenapa bisa semanis ini.. Kaka membuat aku jatuh cinta tauk" ucapan tanpa filter.


Roni semakin gemas dengan tingkah Nana.. Tanpa sadar dia menghampiri Nana..


Mencubit pipi Nana.


"aku suka keheningan Nana.. Tapi untuk pertama kalinya aku senang ada kamu didekatku.. Padahal kamu secerewet ini.. Dan bukannya risih tapi aku malah selalu gemas dengan tingkahmu"


Menatap Nana semakin dalam..


"kalo begitu Kaka harus lebih nyaman lagi berada didekatku.." merangkul pinggang Roni dan mendongak ke atas menatap mata Roni.


Melihat tatapan Nana tanpa sadar Roni pun mengecup kening Nana. Mereka merasa muali nyaman.. Padahal belum ada satu hari mereka bertemu.. tetapi cinta mempercepat kenyamanan mereka.


"yasudah.. Ayo ke meja makan..kamu tunggu disana.. Aku akan siapkan hot potnya dulu"


"siap kak" mematuhi perintah.

__ADS_1


"kak??.. Panggil aku sayang.. Aku ini calon pacar kamu" mencolek dagu Nana dan pergi ke arah dapur.


"hahahaha.. Siap sayangg" hati berbunga bunga.


__ADS_2