Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 22


__ADS_3

paginya Fani mendatangi kantor raka untuk memberikannya bekal dan juga untuk melepas rindu.


Raka sudah sibuk dengan pekerjaannya karena memang banyak hal yang harus dikerjakan dengan beberapa dokumen.


"reyy" sentakannya


"iya tuan" ucap sekertaris Raka


Raka melempar dokumen ke lantai


"apa-apaan ini.. Ganti ulang.. Rencananya kurang matang.. Modal dan keuntungan kurang seimbang.. minta pihak ADM untuk mengulang dari awal.. Jika masih ada kesalahan lagi panggil semua pihak ADM untuk menghadap.. Sudah lama bekerja padaku tapi masih belum becus.. Cuih"


Raka memijat pelipisnya.. Tak habis pikir dengan dokumen yang dikerjakan karyawannya


"satu lagi.. Minggu depan dokumen itu harus selesai.. Persetan mereka harus lembur berhari-hari"


"iya tuan kalau begitu saya permisi" menunjukkan hormat lalu meninggalkan ruangan raka


"ceklek" suara gagang pintu..seorang wanita memasuki ruangan itu.


"sudah aku katakan Ron.. Kalau sudah tidak ada yang penting bahasanya nanti aja" ucap Raka dengan nada tinggi


"ekhem" suara wanita itu berdehem


Raka sontak mendongakkan kepalanya dan menatap wanita yang masuk keruangannya itu


"ehhh ehh sayang.. Ter-ternyata kamu" Raka langsung gugup setelah mengetahui yang masuk ke ruangannya adalah istrinya sendiri


Raka langsung bangun dari tempat duduknya lalu menghampiri wanita itu. Dia langsung memeluknya


Fani yang mengetahui Raka sedang ketakutan akan dimarahinya pun berpura-pura marah


"jadi aku ga penting" ucapnya


"ehh.. Apasih yang.. Kamu penting kok" ucap Raka yang masih dalam keadaan memeluk Fani


"masak" berpura pura tak percaya


"iya sayang.. Aku kira kamu tadi Roni.. aku masih banyak pekerjaan honey.. Jadi aku tadi ngak merhatiin kalau yang masuk ruanganku itu kamu" menjelaskan kronologi


"hemm.. yaudah dehh"


"kamu udah mandi" tanya Fani


"udah kok"


"tadi bangun jam berapa?"


"tadi bangun jam 5 sayang.. Banyak pekerjaan yang menungguku jadi aku harus bangun lebih awal" jelasnya


"owalah.. Udah sarapan?" tanyanya lagi


Raka pun menggeleng tanda belum sarapan


"bagus yaa. Belum sarapan tapi sudah minum kopi.. Kamu mau perutmu sakit" memarahinya


"kan nanti kalau aku sakit kamu bisa rawat aku sayang" rengek manja Raka


"cihh.. Aku ga Sudi ngurus anak ngeyel" melirik Raka sinis


"kok sayang gitu sih" sembari menggoyang goyangkan lengan Fani dan merengek manja


"sukurin.. sini" menarik tangan Raka menuju sofa


Mereka pun duduk berdampingan


"nih aku bawain sarapan" memperlihatkan beberapa kotak bekal


"wahh.. Makasih ya sayang"


"hmm" menata makanan di atas meja


"nih makan" menyodorkan kotak makannya

__ADS_1


"suapin dong sayang.. Sambil kerja ya.. Kerjaanku masih numpuk banyak banget"


"Hem yaudah" pasrah


Raka pun langsung berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya dia mengambil beberapa dokumen dan laptopnya lalu kembali ketempat duduk disebelah Fani


Dia langsung membuka salah satu dokumen sembari makan makanan yang disiapkan sang istri


Setelah selesai makan


"aku nanti mau pergi sama Nana"


"mau kemana?"


"aku mau ngasih kalung yang kemarin kita beli sekalian shopping di mall"


"okey"


"nanti siang aku kesini lagi sama Nana.. Aku mau ajak kamu makan siang sekalian sama Roni"


"baiklah honey" sembari mencoret coret dokumen


"kamu mau makan di sini atau diluar?"


Mendongak dan menatap fanu


"diluar aja sayang.. Aku jenuh di sini seharian bahkan dari kemarin" wajah lesu


"oke deh.. Yaudah bentar aku telfon Nana dulu "


Menghubungkan panggilan


📱"halo kak.. Ada apa" ucap nana


📱"kamu ada acara ga hari ini" tanya fani


📱"tadi harusnya aku ada kelas kak.. Tapi dosennya izin sakit jadi aku libur hari ini" menjelaskan


📱"mauuu.. " ucap Nana


📱"yaudah.. Kamu siap-siap kakak jemput.. kamu sekarang di rumah utama atau di apartemen?"


📱"aku di apartemen kak"


📱"oke.. Kamu Sherlock ya.. Kaka langsung otw kesana"


📱"oke kak"


Mematikan panggilan.


Sesampainya di apartemen Nana


Menelfon Nana


📱"sayang.. Kakak udah ada didepan.. Kamu tinggal di mana?"


📱"lantai nomor tujuh ruangan nomor tujuh sembilan"


📱"oke sayang kakak kesitu"


Mematikan panggilan


Fani langsung menuju ke tempat yang ditunjuk oleh Nana


Setelah ada di depan pintu tujuannya Fani pun langsung menekan bel apartemen itu


Mendengar suara bel apartemennya Nana langsung membukakan pintu untuk mempersilahkan kakak angkatnya masuk


"silahkan masuk kak"


Fani langsung memasuki apartemen itu.. Ia melihat lihat ruangan itu


"kamu tinggal sendiri na?" tanyanya

__ADS_1


"iya kak aku sendiri.. aku di sini ada maid tapi aku menyuruhnya bersih-bersih kalau aku ada di keluar"


"ohh.. Kalau masak?"


"aku juga masak sendiri kalau mager aku pesan makanan delivery order atau makan diluar" jelas Nana


"ohhh.. tempatnya lumayan bagus yaa.."


"iya kak.. Ini dibelikan kakak kandungku sebagai kado ulang tahunku yang ke 18 tahun.. Dia mau aku lebih mandiri"


"kakakmu pintar juga" sanjungnya


"kakakku itu pinter,kaya, dan perhatian" menyanjung kakak kandungnya


"iya dehh.. Kamu udah siap?" tanya Fani


"udah kok kak.. Tinggal ambil tas sama handphone" berlari menuju kamar dan mengambil handphone dan tasnya


Menghampiri Fani dan menggandeng tanggannya


"lats gooo" soraknya


masuk ke dalam mobil


"oh iya aku mau memberikan ini" menyodorkan kotak perhiasan


"ini apa kak?" tanya Nana


"buka aja"


"wahh bangus banget" membuka dan memperhatikan kalung didalam kotak itu


"bagus kan.. Sini kakak pakaian"


Fani pun memakaikannya di leher Nana. Memperhatikan kalung satunya yang sudah ada dileher Nana sebelumnya.


"yang ini aku lepas ya.". Sembari memperlihatkan kalung yang akan dilepas


"nooo.. Jangan kak" teriaknya


"loh kenapa?" tanya Fani


"ini kalung sepesial dari kak Roni.. Ini kalung lamarannya" menjelaskan makna kalung yang dipakainya


"wth.. Jadi kamu udah dilamar.. sat set banget.." ucap Fani seolah tak percaya


Fani pun mulai melakukan mobilnya


"iya.. Kak Roni itu kak.. Suka sama aku katanya sejak pandangan pertama"


"aigooo manisnya.. Trus trus" bertanya karena sangat penasaran


"iya.. Bahkan hari kedua kita pdkt dia udah nyatain kalo dia suka sama Nana"


"kamu langsung terima"


Nana menggelengkan kepalanya


"noo.. Nana tolak dulu.. Nana bilang kalo Nana mau nembaknya secara priper.. aku ga mau ditembak asal-asalan dan Nana minta kak Roni nembaknya setelah tiga hari kencannya itu" menjelaskan lebih rinci


"daebakkk.. " berteriak seolah tak percaya


"wahhhh.. Bakal seru nih.. Kamu sama Roni.. Aku sama Raka.. Iya kannn"


"iya dong kak.. Aku seneng banget dia buka. Hanya nembak Nana.. tapi dia juga langsung ngelamar Nana" bertepuk tangan dan menghentak-hentakkan kakinya kegirangan


"kamu udah kenalin ke papa sama kakak kamu?" tanya Fani sekali lagi


"belum kak.. Papa lagi ada kerjaan di luar negeri.. Dan kalo Kaka aku udah bilang tapi kakak maunya nanti kalo ada papa sekalian"


"owh gitu.. Ya ga papa sihh.. Sabar aja dulu"


"iya kak"

__ADS_1


__ADS_2