Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 8


__ADS_3


Jam menunjukkan pukul setengah tujuh


Fani sudah pulang dari jepang. Dia sengaja tidak memberitahu paksu karena ingin memberinya kejutan.


"sayang aku pulang.. Sayanggg" membuka pintu rumah. Melihat sekeliling mencari keberadaan suami.


"sayang.. Apa kamu belum bangun??.. " membuka pintu kamar. Melihat Raka yang tertidur pulas. "ohhhh.. Tampannya suamiku saat tertidur pulas" sembari mengelus pipi Raka


"apa kemarin kamu lembur?" mengecup kening Raka.. "yasudah wanita cantikmu ini akan membuat sarapan"


Setelah membuat sarapan.. Fani menaiki tangga menuju kamar utama. "sayang.. Bangun.. Ayo sarapan.. Apakah hari ini kamu ga kekantor?"


"emhh.. Sebentar 5 menit" tidak merubah posisi tidur. Raka belum tersadar nyawanya belum terkumpul sepenuhnya. Dia tidak sadar jika yang membangunkannya adalah istri manisnya.


tersadar.. (siapa yang membangunkan ku pagi pagi begini.. Dan memasuki kamarku lagi.. Apa Fani sudah pulang) langsung reflek terduduk.. Melihat sang istri ada disampingnya yang hanya menatapnya.


"kenapa?? Udah sadar siapa yang bangunin hemm.." tanya Fani menahan tawa


memeluk Fani dengan erat... "aku sangat merindukanmu.. Kupikir hanya mimpi.. Aku kangen berat.. Sudah berhari hari ayang baru pulang.. Kukira kamu akan pulangnya Minggu depan karena membangun perusahaan secara tiba-tiba " mendusel dusel di dada Fani.


"ohh jadi kamu ga mau aku pulang?.. Yaudah deh aku balik lagi aja ke jepang " mengancam sembari beranjak berdiri.

__ADS_1


menarik tangan Fani "bukan begitu.. Bukankah proyekmu belum sepenuhnya rampung.. "


"udah syang.. Kan kemarin aku udah bilang udah hampir selesai.. tinggal bangun gedung aja.. Lagian aku juga udah dapet asisten pribadi khusus dijepang untuk menyelesaikan tugasnya " sembari mengelus rambut Raka.


mendongak keatas"beneran.. Cepat sekali"


"iya.. Bahkan sudah kubalik namakan namamu" dengan entengnya bicara


"apa kamu bilang.. udah lah sayang, kamu itu sudah memberikan terlalu banyak.. Bahkan semua Bisnisku hampir 80% pemberian darimu" rengekan Raka


"aku memberikannya atas namamu bukan tanpa sebab . Aku mengurus bisnis kecil saja aku sudah seperti jarang menemanimu.. Aku maunya setiap kamu melakukan segala sesuatu aku ada didalamnya.. menemanimu.. Jika aku mau.. Aku ingin memberikan semuanya kepadamu.. Tapi nanti aku ga punya uang jajan jika kuberikan semua bisnisku.. Jadi untuk menyelesaikan aku memberikan atas namamu dan bisa kamu kelola kedepannya " sembari tersenyum.


"tapi kan ga harus membalikkan nama sayang.. Tanpa harus memberikan nama pun aku akan selalu bisa mengurus semuanya.. Jadi kumohon jangan seperti ini ya" sedikit merasa terbebani karena sudah banyak bisnis yang diberikan kepadanya.


" tidak papa.. Tugasmu adalah mengumpulkan banyak uang.. Agar besok saat kita tua kita tidak perlu memikirkan banyak tugas untuk mencari uang .. Jadi lakukanlah tugasmu sebagaimana mestinya.. Karena uangmu uangku juga"


"kenapa harus marah hah.. Ini semua juga demi kebaikan kita dan masa depan kita nanti" mengelus rambut Raka.


Fani tidak mau memberikan seluruh hartanya karena jika dia pengangguran dia tidak bisa melakukan pekerjaan mafia dengan leluasa.. Dia selalu saja lihai dalam berdalih agar suami tidak mencurigainya. karena nama Raka pun sangatlah penting untuk menunjang keberhasilannya mendapatkan pundi-pundi kekayaan.. Seperti membalikkan nama perusahaannya untuk mencuci uang.. tanpa harus dicurigai dan melibatkan hukum.. Karena selagi menggunakan nama Raka itu dapat mempermudah berjalannya bisnis dan tanpa ada yang mencurigai.


Berjalan menuju meja makan. Memberikan map biru kepada Raka


"apa ini sayang"

__ADS_1


"itu desain gambarnya dan rincian perusahaan baru nanti" entengnya bicara


"weee?? Katamu anak cabang.. Tapi ini bahkan lebih besar dari 2 perusahaan kita yang ada dijepang.. Sayang jangan bercanda"


"udah.. Jangan dipikirkan.. Cepat habiskan sarapanmu.. Nanti telat loh"


"aku bosnya sayang.. siapa yang berani memarahiku"


Rolling eyes" iyaa.. Kamu bosnya"


Fani mengelak bukan tanpa alasan.. Memang perusahaan yang dia bangun sayang besar. Dua kali lipat dari anak cabang yang ada dijepang sehingga membuat Raka sangat kaget.


Bagaimana tidak besar, dia membangunnya menggunakan harta mafia jepang yang ditakuti disana.. Hartanya pun bukan main main.. Berpuluh puluh triliun.. Dan untuk membereskannya Fani harus membuat alasan yang tepat. Yaitu dengan membangun perusahaan yang besar.


...Selesai makan...


"aku berangkat ya sayang"


"iya sayang hati hati.. Jaga mata jaga hati.. Jika ada yang menggoda congkel matanya"


Raka merinding mendengar ucapan wanita itu" iya syang dahh" mencium kening istrinya.


setelah kepergian suami.

__ADS_1


merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"huhh.. untung tidak curiga"


__ADS_2