Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 20


__ADS_3

Setelah satu bulan pebih Fani membereskan beberapa masalah yang ada di negeri ginseng itu Fani memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


"kamu akan berangkat jam berapa sayang.. Aku sudah sangat rindu" ucap Raka yang memang sudah sebulan lebih tidak bertemu istrinya dan hanya bisa bertukar kabar lewat chat dan video call.


"nanti sore aku berangkat sayang.. Aku nanti langsung ke mansion utama dulu.. Aku akan menemui papa. Katanya ada beberapa hal yang akan dibicarakan kepadaku" sautnya dari panggilan video itu.


"ahhh.. Kenapa tidak menemui ku dulu saja sayang.. Aku juga merindukanmu" rengek manjanya karena benar-benar merindukan sosok istrinya itu.


"aku juga merindukanmu sayang. Tapi papa juga membutuhkanku.. besok setelah dari rumah papa aku akan menemanimu seharian.. Aku akan mengambil cuti beberapa hari" mencoba membujuk suami manjanya


"hemm.. Apa tidak bisa ditunda pertemuannya dengan papa"


"ga bisa sayang . Kata papa ini penting.. Aku tahu kamu juga penting.. Tapi kan rasa rindumu bisa kamu luapkan besok"


"yasudah dehh.. Untuk saat ini aku akan memendam rasa rinduku . Besok kalau aku benar-benar bertemu denganmu.. Kamu akan habis" mengancam dengan nada menggoda.


"iya sayang . Kamu bisa melakukan apapun semaumu setelah aku menyelesaikan beberapa tugasku"


"tugas??" Raka bertanya apa yang dimaksud sang istri


"e-eh maksudku emmm.. Tugas mau bertemu papa dulu kan sayang. Mungkin masalah pekerjaan"

__ADS_1


"pekerjaan apa yang dilakukan papa saat ini.. Kan semua usaha papa sudah diberikan sama aku dan kamu" merasa curiga


"ma-maksudku itu. Emmm.. Mungkin papa memintaku membelikan sesuatu.. makanya aku bilang tugas" mencoba mengelak


"emmm.. Masuk akal.. Baiklah.. Nanti kamu pulangnya hati-hati yaa sayang. Jangan melirik oppa oppa disana.. Meskipun mereka tampan tapi suamimu ini juga tampan" mewanti-wanti


"emmm . Apa boleh aku mencari oppa disini sayang?" sengaja mengerjai


"heyy.. Apa maksudnya.. Kamu sudah punya suami.. Bagaimana bisa kamu mau cari oppa-oppa disana" nada sedikit marah


"bisalah.. Aku kan cantik pintar Kaya.. Kurang apa akuu.. " mencoba memanasi


"awas saja ya kamu Fani.. Sampai kamu cari oppa-oppa disana.. Kupastikan kakimu akan patah sepulang di Indonesia"


"yasudah.. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku disini dulu. Setelah itu aku akan pulang "


"baiklah sayang.. Sarangheee " ucap pak suami


"nee" balas Fani


"nona anda tinggal menandatangani surat-surat ini setelahnya semua aset geng itu akan menjadi milikmu" asisten fani menjelaskan

__ADS_1


"hmm.. Bagaimana perkembangan pembangunan hotel itu.. " sembari membaca dokumen yang akan ditandatangani


"sudah 80% nona.. Sekitar satu bulan lagi saya pastikan sudah selesai" mencoba menjelaskan keadaan hotel


"emm.. Baiklah.. Kabari aku jika semuanya sudah beres.. Jika sudah 90% langsung bukalah lowongan pekerjaan.. dan setelah rampung kamu hubungi saya.. Saya akan datang kesini lagi untuk memastikan apakah karyawan yang kamu rekrut cocok dengan kriteriaku"


"baik nona.. Apakah ada hal lain "


"yahh.. Panggil beberapa orang untuk membantuku mengemasi barang-barang yang ada di apartemen untuk kubawa ke Indonesia"


"baik nona.. Apakah ada lagi"


"itu saja.. Kamu sudah boleh mengerjakan pekerjaanmu" sembari memberikan beberapa dokumen yang sudah ditandatangani


"baiklah nona.. Kalau begitu saya permisi" membungkukkan badan


"ya silahkan"


setelah asisten itu keluar ruangan..


"hahaha.. Aku bertambah kaya saat ini.. ternyata meskipun jumlah anggota geng itu tidak banyak tapi aku tidak menyangka jika harta yang mereka punya cukup lumayan.."

__ADS_1


"aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangun hotel itu" ucap Fani sembari mengoyang goyangkan kursinya kekanan dan kekiri


__ADS_2