
Fani sudah berada dikantor Raka membawa bekal untuk makan siangnya bersama paksu.
"sayang.. "
"ehhh sayangg" memeluk Fani
"ayo kita makan siang dulu.. Letakkan berkas itu.. Dan ayo kita makan"
"siap sayang" meletakkan kertas di atas meja.. Menghampiri Fani yang sedang mempersiapkan makanan di atas meja.
Fani menyuapi Raka..
"kamu memang yang terbaik sayang.. Kenapa masakkanmu semakin hari semakin enak.. Membuatku semakin mencintaimu"
"hilih gombal" menepuk pundak raka
"aku serius.."
"iya iyaa.. "
"sayang.. Kamu tahu.. Aku tadi pagi habis menjodohkan Nana dengan Roni"
"apa.. Kenapa kamu sampai berfikir kesana" melongo tak percaya..
"aku kan sudah bilang.. Aku akan mencarikan Nana pacar agar dia tidak menggangu hubungan kita.. Lagi pula anak itu anak yang baik dan ceria"
"Roni itu pendiam.. gila kerja.. dan mana sempat dia dekat dengan gadis.. Jadi selagi ada kesempatan aku kenalkan saja dia pada Nana"
"Nana itu ceria.. Pasti akan membuat Roni jatuh cinta dengan karakter Roni yang malu-malu"
"kamu benar sayang.. "
"jadi aku memberikan dia cuti 3 hari untuk pendekatan dengan Nana"
"apaa?" merasa tak percaya
"sayang.. Kenapa kamu memberi dia cuti.. Dia itu sangat penting bagi perusahaan.. Cuti 3 hari itu terlalu banyak untunya..."
"tidak papa sayang.. Lagian kamu juga ga pernah kasih dia cuti kan.. Kamu ini memang ga punya hati" menunjuk dada bidang Raka..
"lahh.. Bagaimana aku punya hati kalau hatiku sudah kamu rebut" menggombal
"kamu ini ya benar benar.. Huhhh.. Sudahlah" menutup tempat bekal dan memasukkannya ke tas.
__ADS_1
"aku mau pulang saja.."
"Lo Lo Lo.. syang ngambek nih ceritanya"
"enggak.. Aku cuman melihat berkasmu itu sudah semakin menumpuk.. Aku tidak mau mengganggu kerjamu.. Nanti mesra mesranya dirumah saja.." memberikan kode.
"okey sayang.. Kamu mau berapa ronde" antusias
"emmm.. Mungkin empat atau lima" bernegosiasi
"baiklah aku akan memberikan enam untukmu malam ini" melebihi negosiasi.
"ihsss.. Baiklah" pasrah.
"kamu harus berdandan cantik saat aku pulang nanti.. pakai baju yang menggoda" mencium rambut Fani.
"baiklah.. Aku akan pulang sekarang" mencium kening Raka
"papay sayang" melambaikan tangan
"dada sayang" membayangkan Fani menggunakan baju sexy..
"ahhh.. Aku harus cepat menyelesaikan berkas busuk ini.. Aku akan dapat makanan besar malam ini hahahaha.."
Di sisi lain apartemen Roni.
"bagaimana??.. Enak" menyuapi Nana
"emm.. Enak.. Kaka hebat.. Kaka sudah tampan pekerja keras dan pintar memasak"
"terimakasih sayang" mengusap pipi Nana
"aku tidak menyesal mengenal Kaka.. Benar kata kak Fani kita memang cocok"
"yahh.. Mungkin itu benar" sembari menyuapi Nana
"kak Fani itu luar biasa ya kak"
"yahh.. Dia memang luar biasa . Dia membangun perusahaannya sendiri tanpa bantuan ayahnya.."
"benarkah??" seolah tak percaya
"iya.. Dia membangun usahanya sendiri sejak dibangku SMA"
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan tuan Raka??"
"hey kenapa kamu menanyakan pria lain didepanku sayang" merasa cemburu.
"bukan begitu sayang.. Karena kak Fani bilang kak Raka itu Kaka angkatnya dulu.. Dan aku hanya mau tahu saja karena itu suami kak Fani"
"ohh.. tuan Raka juga hebat.. Meskipun perusahaannya diwariskan dari ayah Fani tapi tidak bisa dipungkiri peran tuan Raka sangat penting.. Sehingga perusahaan yang dia kelola semakin meningkat"
"ohh.. Jadi harta ayahnya kak Fani diserahkan ke tuan Raka dong"
"iya.. Tuan besar berkata jika dia sudah sangat mempercayai Raka karena dia yang telah mendidik Raka dari ia kecil sampai sekarang.. Bahkan dia juga menyerahkan anak satu-satunya untuk dia jaga" menceritakan semuanya.
"wahhh.. Pasangan itu benar benar hebat ya kak"
"apakah kita juga bisa seperti mereka.. Saling mencintai dan menyayangi"
"tentu saja.. Tapi kita ini baru kenal hari ini.. jadi kita akan menumbuhkan benih-benih cinta kita dulu.. Nanti kalau sudah tumbuh.. Aku akan melamarmu" menjelaskan perasaannya
"benarkah.. " tatapan penuh arti
"iya sayang.. Aku akan melamarmu"
"tapi tunggu waktu yang tepat ya.. Kamu itu masih bocil.. Aku belum mau menelanmu"
"menelan?? Maksud Kaka apa??" tidak mengerti apa yang diucapkan Roni.
Mengacak acak rambut Nana
"besok kalau kamu sudah besar kamu akan tahu sayang makna menelanmu"
"tapi aku sudah besar Kaka.. Aku sudah cukup dewasa.. Jadi aku harus tahu" penasaran
"belum saatnya sayang.. Kamu akan tahu makna menelanmu jika kita sudah menikah"
"kalau begitu.. Nikahi aku secepatnya agar aku tahu apa yang Kaka maksud"
"hemmm.. Baiklah putri"
Entah kenapa Roni sangat nyaman didekat Nana.. Dunia seperti semakin bewarna jika Nana di sisinya..
(apa aku benar mencintaimu.. Tapi ini hari pertama pertemuan kita.. Apa secepat ini cinta datang.. Aku hanya tahu jika aku nyaman didekatmu.. Semoga tuhan mempersatukan kita jika kita benar-benar jodoh dikehidupan ini) batin Roni sembari memperhatikan Nana.. Dia tersenyum melihat tingkah lucu Nana yang kekanakan Kanakan.
"manis" ucapnya dengan pelan.
__ADS_1