Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 23


__ADS_3

Sesampainya di mall mereka pun berkeliling mall tersebut. Mereka juga memasuki toko perhiasan, butik, toko make up, dsb.


Setelah selesai shopping Fani dan Nana mampir di salah satu restoran yang ada di mall tersebut untuk membeli beberapa makanan untuk mereka makan nanti di kantor bersama pasangan mereka.


sembari menunggu makanan siap Fani dan Nana mulai mengobrol lagi masalah hubungannya Nana dan Roni untuk kedepannya


"kak" menepuk lengan Fani


"iya na.. Ada apa?" menengok ke arah Nana


"Nana boleh tanya masalah keluarga kak Roni.. Soalnya Nana belum tanya masalah keluarganya.. Nana takut salah ngomong"


Nana mengutarakan apa yang mengganjal dari kekasihnya itu. Karena Roni sama sekali tidak mengenalkannya dengan salah satu anggota keluarganya sama sekali dan itu membuat Nana agak ragu. Tetapi Nana juga takut untuk menanyakannya karena takut Roni marah atau salah paham, sehingga Nana menanyakannya kepada Fani karena dia lebih tahu masalah Roni karena dia adalah sekertaris suaminya Raka.


"emm.. Pasti kamu belum tahu ya"


Nana menganggukkan kepalanya


"jangan salah paham.. Bukan maksud Roni tidak mengenalkam kamu ke keluarganya.. Tapi memang dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa"


"maksud kakak? Orang tua kak Roni sudah ga ada"


Fani pun mengangguk


"dia itu sahabat kakak sama Raka sejak dibangku SMP"


"dia tadinya orang yang sangat ceria.. Dia baik dan mudah tersenyum.. Sampai suatu kejadian pas kita kelas dua SMP orang tuanya yang mau liburan ke Singapura pesawatnya jatuh.. Mereka tewas saat kecelakaan pesawat itu.. Sejak itu dia jadi penyendiri.. Dia jadi lebih banyak diam.. Karena dia anak tunggal dan kedua orang tuanya juga tidak mempunyai saudara sehingga dia benar-benar tidak memiliki anggota keluarga.. Papa kakak yang tau kondisi itupun langsung mengangkatnya sebagai keluarga kami.. Bisa dihitung Roni adalah adikku.. Yah meskipun dia hanya berbeda empat bulan dibawahku"


"owh jadi begitu.. Tapi sekarang dia sudah tidak tinggal di monsion utama kakak?"


"kamu menggambil jurusan dan universitas yang sama.. Setelah kamu lulus harta warisan papa dibagi tiga.. Benar-benar rata.. Karena papa adalah orang yang adil.. Dia tidak membandingkan apakah itu anak angkat ataupun anak kandung"


"tapi kenapa kak Roni tidak membuka bisnis sendiri?" Nana penasaran karena dia yakin harta keluarga Xanders benar-benar melimpah.. Bahkan Fani dan Raka memiliki banyak perusahaan bahkan di berbagai negara


"Roni itu anak bontot.. Dia juga punya beberapa perusahaan tapi dia juga bekerja di perusahaan Raka.. dia masih perlu belajar untuk mengembangkan perusahaannya seperti milikku dan Raka.. karena dia belum menikah cara untuk mengawasinya lebih dekat dengan cara memperkejakannya di perusahaan Raka.. jadi lebih gampang deh buat ngawasin dia deh"


"maksud kakak setelah kita menikah nanti Roni bakal menjalankan perusahaannya sendiri?"


Fani mengangguk


"wahh.. Ternyata calon suamiku bukan hanya tampan dan perhatian tapi juga kaya" menyanjung kekasihnya


"nanti kita obrolin masalah lamaran kamu.. besok malam kamu dan Roni harus datang ke monsion utama.. Roni itu juga benar-benar deh.. Ngelamar anak gadis tapi papa sama kakak-kakaknya ga ada yang dikasih tahu"


"iya kak.. nanti aku omongin sama Roni"


"ga usah kamu.. Nanti kakak aja yang ngomong.. Sebagai kakak angkatnya dia aku juga berhak untuk mengambil keputusan"


"iya kak" tersenyum


seorang pelayan restoran pun mendatangi kedua wanita tersebut


"permisi nona ini pesanan yang sudah anda pesan" menyodorkan beberapa paper bag berisi berbagai macam makanan


"baik.. Makasih kak"

__ADS_1


"sama-sama nona.. kalau begitu saya permisi"


"iya"


"yaudah na.. Yuk kita langsung kekantor.. Takutnya jalanan macet pas jam makan siang" menarik tangan Nana


"okey kak"


Setelah sampai kantor


Nana dan Fani pun langsung memasuki ruangan Raka.


"kalian sudah sampai.." melihat Nana dan Fani membawa beberapa paper bag makanan


"loh.. Ga jadi makan diluar?" tanya Raka karena tadi pagi janjiannya untuk makan diluar


"enggak.. kita makan disini aja.. Sama ada yang mau aku omongin.. Tapi sebelum itu kamu panggilin Roni kesini"


"omongin apa?" tanya Raka penasaran


"nanti juga tahu.. Cepat panggilin"


"iya iya"


Menelfon Roni dan menyuruhnya untuk pergi keruangan Raka.


Setelah beberapa menit


"tok tok tok" suara pintu di ruangan itu


Roni memperhatikan sekitar dan melihat sang kekasih sudah duduk di sofa ruangan itu bersama Fani dan Raka.


"ada apa tuan?" tanya Roni kepada Raka


"duduklah..ayo makan dulu"


"ini jam istirahat Roni. Kenapa kamu ngomong formal sekali"


"aku takut salah ngomong kak.. Kak Raka dari pagi udah marah-marah" sembari melirik Raka


"siapa suruh karyawanmu ga bener kerjanya" Raka ketus


"dia juga karyawanmu kak.. Ingat itu"


"udah-udah.. Sini kak duduk sebelah Nana" menepuk tempat duduk disebelahnya


Roni pun langsung duduk disebelah Nana..


"ayo kita makan dulu abis itu kita omongin masalah tadi" ujar Fani


"masalah apa?" tanya Roni


"udah kak makan dulu aja" menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Roni untuk menyuapinya


Melihat itu pun Roni hanya pasrah dan membuka mulutnya

__ADS_1


"good boy" ucap Nana


mendengar itupun membuat telinga Roni memerah.. Dia malu karena yang mereka perbuat saat ini di lihat oleh kakak-kakaknya.


Raka yang melihat pasangan sejoli itu pun tidak mau kalah..


"sayang. Aku juga mau disuapi sepertinya" rengek manja


Mendengar itu pun Fani langsung menyodorkan sendok berisi makanan untuk menyuapi sang suami


"aaaa" ucap Fani


Melihat itu pun raka membukakan mulutnya dan mengunyah makanan yang disuapkan oleh Fani


"nyam nyam . Enak"


Setelah menyelesaikan makanan mereka.. Fani pun langsung berbicara masalah yang dari tadi ingin ia sampaikan.


"jadi gini ya Ron.. Kamu itu yaa ngelamar anak orang ga pake ngomong sama kakak sama papa.. Nyelonong aja" omel Fani


Mendengar itu pun raka terkejut


"apa? Roni ngelamar gadis?? Siapa?"


"kakak jangan pura-pura bego deh" ucap Roni sembari memutarkan bola mata malas


"hehehe.. Iya iya maaf" cengengesan


"iya kak.. pas cuti kemarin Roni nglamar Nana.. Rencana Nana sama Roni sih cuman buat nembak biar jadi pacar.. Tapi maunya Roni langsung menikah" menjelaskan kondisi


"tunangan kak" menyenggol lengan Roni


"eh iya tunangan" ucap Roni


"tunangan langsung nikah juga ga papa" ujar Fani dengan entengnya


"aku udah ngomong ke Nana . Pokoknya besok malam kamu dan Nana harus pulang ke monsion utama.. Kenalin calon kamu ke papa" ucap Fani


"iya kak.. Nanti Roni bawa Nana ke monsion utama " menuruti ucapan sang kakak


"bagus.. ada yang mau kamu tambahin honey" menatap Raka


"kayaknya udah cukup.. Omelan istriku saja sudah cukup untuk menyelesaikan masalah" ujar Raka


Fani mencubit perut Raka


"awan. Iya sayang.. Sakittt.. Aduhhh"


"serius dikit kali" ujar Fani


"iya sayang.. Hehe"


"yasudah masalah sudah diomongin.. Dan ini juga udah jam kerja.. Kalian lanjutkan kerjanya aku sama Nana mau pamit" ujar Fani


"iya kak" jawab Roni

__ADS_1


"dadah sayang" jawab raka sembari melambaikan tangan


__ADS_2