Istri Manisku Ternyata Mafia

Istri Manisku Ternyata Mafia
bab 25


__ADS_3

"Nana malam ini nginep sini ya.. keluarga kamu kan masih di luar negeri dan kakak kamu pasti masih sibuk.. Jadi menginap disini saja" ujar Fani sembari mengandeng tangan Nana


"emm.. Nanti kalo papa mertua marah gimana kak?" tanya calon mantu Xanders itu


"tidak papa kamu menginap disini nak.. Lagi pula ini juga sudah malam.. pulangnya besok pagi saja" sambung sang calon papa mertua itu dengan senyuman seolah berharap calon mantu itu benar-benar mau menginap disana


"iya sayang kamu menginap saja disini" ujar sang pacar yang menghampiri Nana lalu merangkulnya


"Roni kamu itu belum melamarnya.. Jangan sembarangan pegang" tangan Fani mengibaskan tangan Roni yang sedang merangkul gadis muda itu


"ish kakak.. Kalo cuman rangkulan pegangan tangan ciuman itu sudah biasa di kalangan anak jaman sekarang" sambar adik tak mau kalah


"besok aja minimal kamu sudah tunangan" membalas Sambaran sang adik


"ihh.. Kakak ini ga seru.. Kelamaan nunggunya kak.. Lagi pula Roni ga macam-macam " ujar sang adik menyakinkan kakak angkatnya itu


Fani menjewer telinga Roni dan memelintirnya..


"kamu ini dibilangin ngeyel yaa.. Kamu sekarang berani membantah kakakmu ini.." dengan nada gemas


"aduh duh duhh.. Sakk sakit kakkk.. Udahhh"


Fani pun melepaskan jewerannya.. Si Roni yang kesakitan itu pun mengelus elus telinganya yang sudah memerah akibat perbuatan kakaknya.


"makanya jangan ngeyel.. Dengar kata kakak" ujar Fani masih dengan nada gemas


"iya kak.. tapi pegangan tangan sama cium boleh"


"bolehh.. Tapi belum boleh cium bibir.. Pipi dan kening dulu.. Yang lain besok nyicil kalo sudah tunangan dan jika kalian belum nikah jangan macam-macam.. Keluarga Xanders itu keluarga terhormat jadi jangan samakan dengan gaya pacaran orang luar yang urak urakan" ujar sang ayah sembari tersenyum karena tindakan Roni dan Fani tadi bukan membuat masalah malah membuatnya ingin tertawa saking gemasnya melihat anak-anaknya yang sudah dewasa masih bisa bersikap layaknya bocah

__ADS_1


"wahh.. Makasih pa.."ujar sang anak bontot itu lalu berlari menuju sang ayah dan memeluknya erat


"muahh muaahh muahh" mencium wajah sang ayah dengan sumringah dan tersenyum lebar


"kamu ini cuma diberi izin cium pacar aja bahagianya luar biasa" ujar sang ayah yang membalas pelukan sang putra kemudian mengacak acak rambut si bontot layaknya anak kecil


"ihh. papa jangan ngelakuin ini didepan calon istriku dong pah.. Kan Roni malu" menutupi semua wajahnya yang sudah memerah karena saking malunya dengan kedua tangannya


"bik.. Siapkan kamar tamu yang nyaman dan bersih untuk anak baruku ini.. Dan juga siapkan air hangat untuknya mandi. Dan satu lagi siapkan ganti baju untuknya juga" titah sang papa kepada ketua maid disana


"baik tuan.. Akan saya laksanakan" membungkuk lalu bergegas untuk menyelesaikan tugasnya


"papa ga usah repot-repot seperti ini.. Nana jadi ga enak" ujar calon mantu itu dengan senyum malunya


"ahh tidak papa.. Papa sudah menganggapmu seperti anak papa yang lain.. Papa tidak pernah membeda-bedakan anak.. baik itu kandung, angkat, maupun mantu sepertimu.. Aku akan menyayangi anak-anakku bagaimana semestinya" ujar sang ayah yang membuat Nana sangat terharu


"makasih papa"ucap sang Nana dengan senyum lebarnya


"yasudah aku dan fani akan pergi ke kamar kami.. Nana kamu juga pergilah kekamarmu. Biar bibik yang antar" ucap Raka kepada calon adik iparnya itu


"baik kak" ujar Nana patuh


"kalau begitu mari nona saya hantar ke kamar anda untuk mandi dan istirahat" mempersilahkan Nana untuk mengikutinya menuju kamar tamu yang akan digunakan


"kak Roni.. Nana masuk kamar dulu yah.. Papay" ucap Nana sembari berjalan menuju kamarnya


"iya sayang.. Mandi trus langsung istirahat yaa.. Besok setelah siang aku ajak ke mall untuk beli baju dan perlengkapan lainnya untuk melamarmu" ujar sang calon suami itu dengan senyuman manisnya


"iya sayang" balas sang pujaan hati

__ADS_1


"sungguh beruntungnya aku bisa mendapatkannya tuhan.. Semoga dia adalah awal dan akhir keindahan yang engkau berikan kepadaku.. Semoga dia adalah warna indah yang akan menghiasi hari-hariku kedepannya.. Semoga dia satu-satunya yang menetap di hatiku dan tak tergantikan dengan siapapun.. terimakasih sudah membuatnya hadir dikehidupan hampaku untuk mengisi hatiku yang kosong.. Semoga dia adalah seorang yang dapat menghapus semua penderitaan yang ada di diriku setelah kepergian kedua orangtuaku"


Do'a tulus Roni membuatnya teringat dengan kedua orang tuanya.. meski dia tidak tahu dimana mayat orang tuanya berada tapi dia yakin orang tuanya sudah berada di surga dengan senyuman kerena anak satu-satunya itu telah mendapatkan kebahagiaan yang di nanti-nanti


...****************...


Keesokkan harinya Raka dan Roni pun sudah berpamitan kepada keluarganya.. mereka memutuskan untuk berangkat ke kantor bersama.


Setelah kepergian mereka Fani dan Nana pun memutuskan untuk menonton film di ruangan bioskop pribadi yang ada di monsion itu.. Para maid juga menyediakan beberapa cemilan dan juga minuman soda untuk kelengkapan mereka menonton film itu.


Tiba-tiba seorang pria paruh baya mendatangi mereka yang sedang duduk di kursi VVIP ruangan itu.. mereka masih memilih-milih film apa yang ada di daftar menu layar itu.


"papa boleh ikutan nonton ga" ujar papa dari belakang yang membuat Fani dan Nana terkaget dan berteriak karena lampu di ruangan itu sudah dimatikan


"hihhh.. Papa ini menggagetkan saja.." ucap Fani sembari mengelus dadanya merapikan detak jantungnya yang masih berdetak tak karuan karena dibuat kaget sang ayah


tuan xanders itu pun mau menyusul duduk di kursi itu


"minggir papa mau duduk di tengah putri-putri papa" ujar sang papa


Fani pun menggeser tubuhnya lalu duduk di sebelah sang papa


"silahkan tuan Xanders" Fani mempersilahkan sang ayah untuk duduk di tengah-tengah putrinya


sang ayah yang melihat tingkah putrinya pun duduk diantara keduanya.. Dia ingin bermanja manja dengan dua putrinya itu


"Nana suapin papa kentang goreng dong" ucap sang ayah sembari mengangakan mulutnya minta disuapi


calon mantu keluarga Xanders itu pun tersenyum lalu mengangguk.. Kemudian menusuk beberapa kentang goreng itu dengan garpu lalu menyuapi calon mertuanya tersebut

__ADS_1


Sang ayah yang dimanjakan oleh anak-anaknya itu tersenyum bahagia


"puji Tuhan aku diberikan anak-anak yang berhati baik dan menyayangiku.. Semoga mereka menjadi orang-orang hebat dan tidak melupakan orang tua mereka kedepannya.. Merasakan kebahagiaan kecilku ini membuatku sangat bersyukur padamu Tuhan.. Meskipun perkejaanku dan putri kandungku kotor tapi aku ingin menjadi yang terbaik di hadapanmu" batin do'a sang ayah.. Dia menyadari bahwa mafia adalah pekerjaan yang kotor dan tidak bisa dia tinggalkan.. Dia juga merasa bersalah karena putri kandungnya juga meneruskan pekerjaan kotornya itu.. Namun jika mereka berhenti di jalan maka keselamatan seluruh keluarga adalah resikonya


__ADS_2