
(Tapi tidak mungkin, istriku adalah wanita yang lembut dan manja, meskipun sifatnya tegas tapi aku yakin dia tidak akan membuat masalah atau melakukan hal kotor di belakangku. Istriku adalah wanita yang paling jujur dan penyayang yang pernah kutemui. Aku tidak boleh berprasangka buruk terhadapnya. Aku tahu istriku tidak mungkin melakukan hal kotor. Ya aku yakin tentang itu.) batin Raka beranya tanya.
Sebenarnya tidak heran jika suaminya mencurigai Fani. Dalam kurang dari seminggu Fani dapat menguasai bahkan membangun perusahaan yang besar. Tidak mungkin orang biasa manja,penyayang, imut terlebih dia seorang wanita dapat membangun perusahaan dengan waktu yang sangat singkat. Sangat diluar nalar.
Tapi sang suami yang sangat mencintai istrinya mencoba untuk selalu percaya apa yang dikatakan orang yang dicintainya itu. Dia mencoba untuk tidak berprasangka buruk. dia takut saat prasangka buruk itu masuk kedalam pikirannya itu dapat mempengaruhi rumah tangganya dan membuat Fani yang dicintainya meninggalkannya.
Wajar itu semua dilakukan karena Fani adalah keluarga satu-satunya yang dia miliki. Orang tua Raka sudah meninggal waktu ia kecil karena kecelakaan. Dia tidak memiliki saudara karena dia anak tunggal. Dia juga tidak memiliki nenek dan kakek. Dia hanya memiliki Fani yang sangat dicintainya. Dia tidak tau harus berbuat apa lagi jika istrinya itu meninggalkannya.
...flashback on...
Raka saat itu berusia 14 tahu, dia bertemu Fani dan ayahnya dijalanan. Raka hanya menggunakan baju compang-camping, dia sudah 2 hari tidak memakan apapun. Saat itu dia melihat mobil berhenti disebelahnya.
"papa bisakah kita kekiri, aku merasa kasihan pada orang yang ada dipinggir jalan itu"
"iya sayang" ucap lembutnya
Turun dari mobil. Mereka berdua menghampiri Raka.
"kenapa kamu bisa seperti ini? Dimana rumahmu? Apakah kamu sudah makan?" tanya Fani
"aku tidak punya rumah. (menggeleng) aku belum makan apapun sejak kemarin"
"dimana keluargamu nak" tanya papa Fani
"orang tua saya sudah meninggal karena kecelakaan saat saya masih kecil om. Saya tidak memiliki saudara. Jadi saya sendiri"
"papa bagaimana kalau kita membawanya kerumah. Ayo kita rawat dia papa"
"yasudah, ayo nak kamu masuk mobil om. Disana kamu akan dapat tempat tinggal yang layak"
"apa tidak papa om, nanti saya menyusahkan"
"tidak nak, kamu dapat tinggal disana"
__ADS_1
"terimakasih om" mata berbinar
...Masuk ke dalam mobil...
"nak berapa umurmu?"
"saya 14 om"
"kamu pernah bersekolah?"
"iya om pernah.. Saat itu aku sekolah sampai kelas 6 SD, saat orangtuaku meninggal aku tidak melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya. Untuk makan pun aku masih kesulitan".
"gini aja. Kamu om sekolahkan. Nanti pas kamu besar kamu bantu om jalankan perusahaan om dengan bidadari kecilku yang cantik itu"
"tapi om, apakah itu bisa.. Saya merasa kurang pantas"
"nak kamu anak baik, saya yakin kamu juga anak yang cerdas. Jadi tidak usah seperti itu. Kamu terima ya nak"
"sudahlah kamu adalah pria, kamu ga boleh cengeng. Mulai sekarang kamu panggil om papa. Seperti Fani memanggilku"
"i-iya pa" masih sesenggukan tapi mulai menghentikan air matanya yang mengalir
"bagus anak papa memang harus kuat"
Setelah itu Raka dibiayai hidup dikeluarga Fani. Dia juga disekolah sampai kuliah. Karena Raka memang anak yang cerdas dia dapat menyelesaikan tugasnya di sekolah.. Dia juga mengajari Fani untuk jadi anak yang pintar. Ayah Fani sangat menyukai sifat Raka dan fani pun juga sama.
...Sampai kuliah Raka selesai....
"Raka papa mau bicara sama kamu"
"iya pa, mau bicara apa?"
"papa mau kamu menikahi Fani. Apakah kamu keberatan? Kamu bisa menolaknya jika kamu tidak menyayanginya."
__ADS_1
"emm.. Sebenarnya saya menyukai Fani pa. Saya takut jika saya menyukai Fani papa akan mengira saya anak angkat yang tidak tau diri"
Fani tiba-tiba masuk ke ruangan papanya
"kak Raka, sebenarnya Fani menyukai kakak. Aku dan papa sudah bersepakat jika Kakak mau menikahi Fani dan juga menyukai Fani maka kita tidak keberatan. Toh kita juga tau Kakak adalah pria yang jujur dan papa banggakan"
"tapi kakak adalah anak angkat Fani. apa kakak bisa layak mendampingimu menjadi suami Fani?"
"kamu layak nak. Kamu juga kebanggaan keluarga Xanders. Kamu layak untuk apapun yang kamu inginkan. Toh papa juga merestuinya. Asalkan kamu benar" mencintai bidadari kecilku"
"papa.. Aku sudah tidak kecil.." gerutu Fani
"hahaha.. Iya sayang.. tapi Dimata papa kamu masih bayi papa yang harus papa jaga.. Kecuali jika kamu sudah menikah"
Raka hanya tersenyum kecil melihat Fani yang dikerjai oleh papanya
"bagaimana nak? apakah kamu mencintai Fani?"
"i-iya pa.. Raka suka sama Fani.. Tapi Raka takut"
"kamu adalah pria sejati nak. papa yakin kamu dapat melindungi dan merawat Fani dengan tulus.. Jadi jika kamu memang mencintai anak papa.. Kamu harus menikahinya. Papa yakin dengan keputusan papa"
"i-iya papa.. Raka bersedia menikahi Fani"
"Yasudah besok lamaran, Minggu depan tunangan, bulan depan kalian menikah"
"apaaa" Raka dan fani berteriak bersamaan saking kagetnya🤣🤣🤣
"no debat, no alay² club, no comen"
"yes sir" hormat kedua anaknya
...Flashback off...
__ADS_1